Ramadhan di Morotai “Gelap-gelapan”, DPRD Pertanyakan Jadwal Pemeliharaan PLN yang Terkesan Kebetulan
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 226
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana rapat anggota DPRD Pulau Morotai bersama pihak PLN Daruba guna membahas solusi atas seringnya pemadaman listrik selama bulan Ramadhan. (Foto: Dok. Ist)
Penjelasan PLN: Kapasitas Mesin Belum Maksimal
Menanggapi rentetan pertanyaan tersebut, Kepala PLN Daruba, Cahyo Tri Hatoyo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Morotai. Ia menjelaskan bahwa pemadaman terbagi menjadi dua kategori: terencana (pemeliharaan) dan tidak terencana (gangguan alam).
Cahyo mengungkapkan kendala teknis utama terletak pada kapasitas mesin di PLN Daruba yang saat ini hanya sebesar 4.900 kW.
“Kapasitas ini kami akui belum maksimal. Saat terjadi beban puncak, terutama dari waktu berbuka puasa hingga pukul 00.00 WIT, kami terpaksa melakukan pemadaman bergilir di beberapa titik,” ungkap Cahyo sembari menambahkan bahwa kendala ini telah dilaporkan ke tingkat pusat.
Terkait keluhan jadwal yang molor, Cahyo berdalih adanya kendala komunikasi di lapangan jika lokasi gangguan berada di titik yang jauh, serta proses perbaikan yang terkadang memakan waktu lebih lama dari estimasi awal.
Target Bebas Padam Menjelang Lebaran
Di akhir pertemuan, para anggota DPRD mendesak agar PLN segera mencari solusi konkret agar tidak ada lagi pemadaman listrik mendekati hari raya Idul Fitri.
“Kami berharap beberapa hari ke depan, apalagi sudah mau Lebaran, jangan ada lagi pemadaman,” pinta para anggota legislatif secara kolektif.
Merespons permintaan tersebut, Cahyo menyatakan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin. “Kami mengusahakan agar tujuh hari (H-7) sebelum Lebaran sudah tidak ada lagi pemadaman listrik,” pungkasnya.
- Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar