Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi masyarakat.

Saya berpandangan bahwa pendekatan yang hanya berfokus pada edukasi gizi tidak cukup untuk menekan peningkatan kasus obesitas. Tanpa adanya perubahan sistem yang mengatur produksi, pemasaran, dan ketersediaan pangan, masyarakat akan terus dihadapkan pada pilihan makanan yang tidak sehat namun mudah diakses dan lebih terjangkau.

Di banyak tempat, produk tinggi gula, garam, dan lemak justru lebih murah, lebih mudah ditemukan, dan lebih agresif dipromosikan dibandingkan makanan sehat. Situasi ini membuat masyarakat terutama anak-anak dan remaja secara tidak sadar terjebak dalam lingkungan pangan yang tidak mendukung kesehatan. Akibatnya, edukasi yang diberikan sering kali kalah cepat dengan strategi pemasaran industri.
Data global bahkan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang kuat, pada tahun 2035 diperkirakan setengah populasi dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang sedang menghadapi beban ganda masalah gizi.


Karena itu, upaya pencegahan obesitas perlu dilakukan secara lebih komprehensif. Kebijakan seperti penerapan cukai pada minuman berpemanis, pemberian label peringatan pada kemasan makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pembatasan iklan yang menyasar anak-anak merupakan langkah strategis yang dapat membantu masyarakat membuat pilihan pangan yang lebih sehat. Selain itu, penciptaan lingkungan pangan sehat juga harus dimulai dari ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sekolah dan tempat kerja. Kantin sekolah, misalnya, menjadi sumber pangan rutin bagi anak dan remaja. Jika kantin menyediakan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, maka kebiasaan makan sehat dapat terbentuk sejak dini.


Pada akhirnya, pencegahan obesitas tidak bisa dibebankan hanya kepada individu. Tanggung jawab ini juga berada pada pemerintah, pembuat kebijakan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam sistem pangan. Edukasi gizi tetap penting, namun harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang mampu menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat, adil, dan mendukung pilihan hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Jika tidak, kita akan terus berada dalam situasi di mana makanan tidak sehat menjadi pilihan termudah sementara kesehatan masyarakat menjadi taruhannya.

  • Penulis: Fahmil Usman
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba Putri saat memberikan paparan Kunjungan Kerja Komisi V di Hotel Bella Ternate.

    Kawal Konektivitas Kepulauan, Irine Roba Desak Percepatan Infrastruktur di Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 458
    • 0Komentar

    TERNATE, BALENGKO SPACE – Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menekankan pentingnya pemerataan kualitas infrastruktur dan transportasi di Provinsi Maluku Utara, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal tersebut ditegaskannya dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi V DPR RI di Hotel Bella, Ternate, Rabu (22/4/2026). Irine menyatakan bahwa fokus […]

  • Mubes HIMAIT 2025: Afif Sahli Buton dan Faldo Rettob Menang Telak, Siap Pimpin Mahasiswa Timur Alma Ata

    Mubes HIMAIT 2025: Afif Sahli Buton dan Faldo Rettob Menang Telak, Siap Pimpin Mahasiswa Timur Alma Ata

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 453
    • 0Komentar

    (balengkospace.com) Yogyakarta, 2 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMAIT) Universitas Alma Ata Yogyakarta sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 pada Minggu, 1 Juni 2025. Dalam Mubes ini, pasangan Afif Sahli Buton dan Faldo Rettob terpilih sebagai ketua umum dan wakil ketua umum periode 2025–2026. Afif dan Faldo menang telak dalam pemungutan suara. Mereka […]

  • ulisan opini tentang proyeksi IAIN Ternate menuju UIN Sultan Baabullah yang membahas transformasi akademik, tantangan jumlah mahasiswa, dan masa depan pendidikan Islam di Maluku Utara.

    Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 2.358
    • 1Komentar

    Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang di dalamnya adalah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Menjadi sesuatu yang niscaya bahwa ada sisi dan dinamika lain yang mengemuka dari civitas akademika agar dinyalakan api perubahan atau transformasi yang terjadi di lingkungan Kampus ke-islaman ini adalah besarnya ekspektasi-harapan publik Maluku Utara untuk bisa melihat […]

  • Sejumlah pengurus IKA PMII Maluku Utara berfoto bersama perwakilan Harita Grup usai menggelar audiensi di Ternate.

    Perkuat Sinergitas, PW IKA PMII Malut Gelar Audiensi dengan Harita Grup

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 481
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Muhajirin Bailussy terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen strategis di daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung pembangunan Maluku Utara. “Selain membangun soliditas internal, kami juga terus menjalin konsolidasi dan […]

  • Ketua LBH Ansor Malut, Zulfikran Bailussy, menyerukan perlunya penyidikan menyeluruh dalam kasus dugaan penyertaan modal PT Taliabu Jaya Mandiri.

    Terkait Dugaan Korupsi Penyertaan Modal Perumda PT Taliabu Jaya Mandiri (TJM), LBH Ansor Malut: “Kejati Maluku Utara Harus Ambil Alih Penanganan Perkara”

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 800
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan sikap terkait perkembangan kasus dugaan korupsi penyertaan modal pada Perumda PT Taliabu Jaya Mandiri (TJM) yang kini menyeret empat tersangka. Ketua LBH Ansor Malut, Zulfikran Bailussy, menilai bahwa penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada pelaksana teknis, melainkan perlu ditelusuri hingga level pembuat kebijakan. […]

  • Sidang pleno Muscab PKB Pulau Morotai menetapkan calon pengurus DPC periode 2026-2037.

    Tiga Nama Muncul dalam Muscab PKB Pulau Morotai, Siap Ikuti Uji Kelayakan DPP

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 413
    • 0Komentar

    MOROTAI, BALENGKO SPACE – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pulau Morotai resmi menetapkan tiga nama yang akan mengisi struktur kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Pulau Morotai untuk periode 2026–2037. Penetapan ini dilakukan dalam sidang pleno yang berlangsung di Morotai, Sabtu (18/4/2026). Berdasarkan hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, ketiga nama yang […]

expand_less