Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi masyarakat.

Saya berpandangan bahwa pendekatan yang hanya berfokus pada edukasi gizi tidak cukup untuk menekan peningkatan kasus obesitas. Tanpa adanya perubahan sistem yang mengatur produksi, pemasaran, dan ketersediaan pangan, masyarakat akan terus dihadapkan pada pilihan makanan yang tidak sehat namun mudah diakses dan lebih terjangkau.

Di banyak tempat, produk tinggi gula, garam, dan lemak justru lebih murah, lebih mudah ditemukan, dan lebih agresif dipromosikan dibandingkan makanan sehat. Situasi ini membuat masyarakat terutama anak-anak dan remaja secara tidak sadar terjebak dalam lingkungan pangan yang tidak mendukung kesehatan. Akibatnya, edukasi yang diberikan sering kali kalah cepat dengan strategi pemasaran industri.
Data global bahkan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang kuat, pada tahun 2035 diperkirakan setengah populasi dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang sedang menghadapi beban ganda masalah gizi.


Karena itu, upaya pencegahan obesitas perlu dilakukan secara lebih komprehensif. Kebijakan seperti penerapan cukai pada minuman berpemanis, pemberian label peringatan pada kemasan makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pembatasan iklan yang menyasar anak-anak merupakan langkah strategis yang dapat membantu masyarakat membuat pilihan pangan yang lebih sehat. Selain itu, penciptaan lingkungan pangan sehat juga harus dimulai dari ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sekolah dan tempat kerja. Kantin sekolah, misalnya, menjadi sumber pangan rutin bagi anak dan remaja. Jika kantin menyediakan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, maka kebiasaan makan sehat dapat terbentuk sejak dini.


Pada akhirnya, pencegahan obesitas tidak bisa dibebankan hanya kepada individu. Tanggung jawab ini juga berada pada pemerintah, pembuat kebijakan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam sistem pangan. Edukasi gizi tetap penting, namun harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang mampu menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat, adil, dan mendukung pilihan hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Jika tidak, kita akan terus berada dalam situasi di mana makanan tidak sehat menjadi pilihan termudah sementara kesehatan masyarakat menjadi taruhannya.

  • Penulis: Fahmil Usman
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akademisi UNUTARA Firman Amir desak Walikota Ternate evaluasi Disperindag terkait dugaan pungli ruko Pasar Gamalama sebesar Rp1 juta per bulan.

    Akademisi UNUTARA Desak Walikota Ternate Usut Dugaan Pungli Ruko Pasar Gamalama

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 442
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng tata kelola pasar di Kota Ternate. Kali ini, sorotan tajam datang dari akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Firman Amir, M.Pd.I. Ia mengaku geram dengan beban biaya fantastis yang harus ditanggung oleh para pedagang kecil di kawasan Pasar Gamalama. Firman mendesak Pemerintah Kota […]

  • Listrik Sumatera Lumpuh Total pada Jumat malam (22/5). Gangguan sistem kelistrikan membuat wilayah Riau hingga Aceh gelap gulita. PLN sampaikan maaf.

    Listrik Sumatera Lumpuh Total dari Riau hingga Aceh Padam

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 194
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, PEKANBARU – Jaringan kelistrikan di sebagian besar wilayah Pulau Sumatera mengalami kelumpuhan hebat. Gangguan sistem interkoneksi yang terjadi pada Jumat malam (22/05/2026) mengakibatkan wilayah Sumatera Bagian Tengah hingga Sumatera Bagian Utara, mulai dari Provinsi Riau hingga ujung barat Aceh, mengalami pemadaman massal (blackout) total. Merespons insiden berskala besar ini, PT PLN (Persero) langsung […]

  • LBH Ansor Maluku Utara Laporkan Aksandri Kitong ke DPP Demokrat, Desak Sanksi Tegas hingga PAW

    LBH Ansor Maluku Utara Laporkan Aksandri Kitong ke DPP Demokrat, Desak Sanksi Tegas hingga PAW

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 2 April 2026 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara resmi melaporkan Anggota DPRD Maluku Utara, Aksandri Kitong, ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Laporan tersebut disampaikan ke Mahkamah Partai Demokrat dan telah diterima secara resmi, ditandai dengan surat tanda terima pengaduan. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, S.H., menegaskan […]

  • Ilustrasi forum rapat evaluasi kebijakan publik.

    Soroti Kritikan Fraksi PDIP Sulteng terhadap Program ‘Berani Cerdas’, Mahasiswa Hukum UGM: DPRD Bukan Tempat Asal Bicara

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 209
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, BALENGKO SPACE – Pernyataan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulawesi Tengah, Suryanto, dalam forum Pansus LKPJ APBD 2025 memicu reaksi dari kalangan akademisi. M. Reza Nanga, mahasiswa Magister Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Sulawesi Tengah (Sulteng), menilai kritik yang meminta Gubernur menunda program “Berani Cerdas” tersebut harus didasari pada evaluasi yang terukur, bukan […]

  • Foto Penulis: Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai.

    GURU ADALAH PELOPOR KEMAJUAN BANGSA

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai
    • visibility 95
    • 0Komentar

    E ksistensi suatu bangsa tidak pernah ditentukan semata-mata oleh kekayaan alam yang melimpah atau kekuatan militer yang hegemonik. Jauh di lubuk eksistensinya, keberlanjutan dan kejayaan sebuah negara bangsa (nation-state) sangat bergantung pada kualitas manusia yang mendiaminya. Dalam konteks ini, pendidikan tampil sebagai konduktor utama yang mengarahkan simfoni kemajuan tersebut. Dan di garda terdepan dari seluruh […]

  • Ketua PC PMII D.I. Yogyakarta

    Muh Faisal Terpilih sebagai Ketua PC PMII D.I. Yogyakarta dalam Konfercab XLVI

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Muzsta
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) – Konferensi Cabang (Konfercab) PMII D.I. Yogyakarta ke-46 resmi menetapkan Muh Faisal sebagai Ketua PC PMII DIY terpilih. Proses pemilihan berlangsung pada Senin pagi, 8 Desember 2025, bertempat di Pondok Pesantren Al Kodir, Kaliurang. Pemilihan berlangsung demokratis dengan menghadirkan dua pasangan calon: Setelah melalui proses pemungutan suara, Muh Faisal unggul dan dinyatakan sebagai […]

expand_less