Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar

Wilayah Seram Bagian Barat memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hutan masih luas, pesisir yang indah dan budaya masih terikat dengan kehidupan masyarakat. Kawasan ini menyimpan banyak potensi besar misalnya, sumber daya mineral untuk pertambangan dan daya tarik alam untuk pariwisata. Di sinilah akan muncul pertanyaan paling penting bagi masa depan daerah: Apakah pendapatan daerah akan tumbuh pada eksploitasi tambang, atau pada penguatan pariwisata berkelanjutan?

Pada era modern keberadaan tambang seringkali dipandang menjadi salah satu jalan cepat untuk meningkatkan pendapatan daerah. Maka ini menjadi peluang untuk membuka lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan pemutaran ekonomi dalam waktu cepat. Namun, di wilayah lain menjadi gambaran bahwa sektor ekstraktif akan membawa risiko besar yang mengakibatkan kerusakan hutan, pencemaran sungai, konflik lahan, hingga hilangnya budaya masyarakat lokal.

Di wilayah masyarakat adat ekosistem sensitif untuk kerusakan lingkungan bukan hanya masalah hari ini, tetapi untuk generasi akan datang. Masyarakat adat tidak menikmati hasil alam secara langsung, tetapi masyarakat menikmati resiko pada penggundulan lingkungan secara besar-besaran, yang dapat mengakibatkan banjir, longsor dan hilangnya jati diri masyarakat adat secara langsung.

pada saat yang sama pariwisata memberikan peluang pembangunan yang lebih bertahap untuk berkelanjutan. Keindahan alam, kekayaan tradisi lokal dan wisata bahari dapat menjadi fondasi ekonomi untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diantaranya, penginapan warga, usaha kuliner lokal, transportasi lokal dan kerajinan masyarakat.

Oleh karena itu, pariwisata yang dikelola dengan sebaik-baik mungkin akan memberikan hasil pendapatan daerah dan mendorong pelestarian lingkungan alam memiliki aset utama yang harus dijaga.

Pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan jangka panjang. Karena itu, wisatawan kerap memilih berlibur untuk melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan, terutama dengan berkunjung ke destinasi yang tidak membosankan, memiliki pemandangan indah, serta menawarkan pengalaman yang berkesan.

Kondisi ini menjadi potensi bagi berbagai daerah, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat. Daerah ini memiliki kekayaan kearifan lokal dan sejarah yang beragam, yang dapat dinikmati wisatawan dan meninggalkan kesan sehingga tetap dikenang dalam perjalanan mereka.

Hal ini bukan semata-mata persoalan peningkatan pendapatan atau keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, pelestarian budaya lokal dan lingkungan di daerah tersebut harus tetap menjadi prioritas agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga mereka tetap dapat menikmati kekayaan alam secara utuh.

A. Tambang

Eksploitasi tambang kerap dipromosikan sebagai jalan menuju kesejahteraan masyarakat. Namun, transformasi yang ditimbulkannya menunjukkan dua sisi dampak: positif dan negatif. Di satu sisi, aktivitas pertambangan menyimpan risiko besar bagi masyarakat dan lingkungan, mulai dari potensi banjir dan longsor hingga ancaman hilangnya kearifan lokal masyarakat adat.

Di sisi lain, dampak positif yang sering dikemukakan adalah meningkatnya pendapatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pertumbuhan ekonomi yang dinilai signifikan. Namun, manfaat tersebut kerap hanya dirasakan dalam waktu terbatas, sementara masyarakat lokal tidak selalu memperoleh keuntungan yang sebanding. Ironisnya, ketika bencana seperti banjir dan longsor terjadi, kelompok yang paling terdampak dan menanggung risiko justru masyarakat setempat.

Aktivitas pertambangan tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga mengguncang tatanan ekologis, sosial, dan budaya masyarakat adat. Lingkungan menjadi korban pertama, disusul menyempitnya ruang hidup masyarakat adat serta terkikisnya kearifan lokal yang selama ini menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

Di balik narasi pembangunan, tersimpan kenyataan bahwa janji kesejahteraan bagi masyarakat lokal sering kali bersifat sementara. Ketika tambang berhenti beroperasi, yang tersisa bukan kemakmuran, melainkan jejak kerusakan berupa lubang-lubang tambang dan dampak lingkungan yang berkepanjangan—warisan yang harus ditanggung generasi berikutnya. Karena itu, eksploitasi tambang tidak selalu dapat dipandang sebagai solusi pembangunan, melainkan berpotensi menjadi bentuk ketidakadilan yang dilegitimasi atas nama kepentingan kesejahteraan.

B. Pariwisata

Di wilayah kepulauan Maluku, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi lebih menjanjikan dibanding pertambangan. Meski tidak selalu menghasilkan pemasukan besar dalam waktu singkat, pariwisata dari perspektif keberlanjutan menawarkan keuntungan yang lebih stabil dan berjangka panjang, sekaligus berpeluang menjaga kearifan lokal masyarakat adat.

Sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pilihan unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal secara bertahap. Namun, potensi tersebut kerap diabaikan karena pendapatan dari pariwisata dinilai tidak sebesar pemasukan yang diperoleh dari perusahaan pertambangan.

Dari sisi keberlanjutan, pariwisata memiliki peluang untuk dikembangkan secara ramah lingkungan dan dikelola secara berkelanjutan. Keindahan alam, ekosistem pesisir, serta kekayaan budaya merupakan aset utama yang perlu dijaga agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara terus-menerus. Selain itu, pariwisata juga berperan dalam memperkuat identitas sosial dan budaya masyarakat.

Tradisi adat dan pengetahuan lokal dapat dipertahankan serta diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab. Meski tidak selalu unggul dalam perhitungan ekonomi jangka pendek, pariwisata dinilai lebih berpeluang menciptakan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

  • Penulis: Fahrul Syukur (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  • Editor: Redaktur Balengko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang masuk dalam wilayah rencana proyek geothermal WKP Telaga Ranu. (Dok. Ardian)

    SEMAINDO Tolak Proyek Geothermal Telaga Rano, Desak Pemerintah Cabut Penetapan WKP

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 23 Januari 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menyatakan penolakan keras terhadap proyek geothermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. SEMAINDO menilai penetapan proyek oleh Kementerian ESDM RI berpotensi mengancam sekitar 16.650 hektare kawasan hutan, daerah tangkapan air, serta ruang hidup masyarakat […]

  • Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Ditengah hiruk-pikuk kesibukan kita sehari-hari, sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil yang ternyata memiliki dampak besar bagi kesehatan. Salah satu contohnya adalah tidur siang. Meski dianggap kurang umum di Indonesia, tidur siang adalah tradisi yang sudah mengakar di berbagai negara, bahkan menjadi bagian dari budaya mereka, berikut ini adalah kebiasaan tidur di […]

  • Ketua Ansor Malut Tegaskan Komitmen: Kritik Membangun untuk Kemajuan Maluku Utara

    Ketua Ansor Malut Tegaskan Komitmen: Kritik Membangun untuk Kemajuan Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Ternate, 25 April 2025 – GP Ansor Maluku Utara menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pengawal kepentingan rakyat dalam puncak peringatan Harlah ke-91, Kamis (24/4/2025) di Ballroom Muara Ternate. Ketua GP Ansor Maluku Utara Syarif Abdullah menekankan peran strategis organisasi dalam penguatan sektor pangan dan pelestarian nilai-nilai kebhinekaan. “GP Ansor akan terus memperkuat kemandirian pangan Maluku Utara. […]

  • Pemerintah Provinsi Maluku Utara Tunjukkan Komitmen Nyata Dampingi Jamaah Haji 2025

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara Tunjukkan Komitmen Nyata Dampingi Jamaah Haji 2025

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 696
    • 1Komentar

    Makassar, 10 Mei 2025 (balengkospace.com) – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi jamaah haji. Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, secara resmi melepas keberangkatan Kloter 13 yang terdiri dari calon jamaah haji asal Kota Ternate, Kepulauan Sula, Halmahera Barat, dan Halmahera Utara, Jumat malam, 9 Mei 2025. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe meninjau revitalisasi Anjungan Malut di TMII Jakarta

    Revitalisasi Anjungan Maluku Utara di TMII Ditinjau Wagub Malut

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 368
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Jakarta | 24 Juli 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, meninjau langsung proses lanjutan revitalisasi Anjungan Provinsi Maluku Utara di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Kamis (24/7). Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi Pemprov Malut guna memastikan revitalisasi berjalan sesuai rencana dan standar […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berdialog dengan mahasiswa di tengah aksi ricuh. | Dok. Instagram Sherly

    Gubernur Sherly Tjoanda Turun Tangan Ricuh Demo Ternate

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 544
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, 1 September 2025. Aksi mahasiswa Ternate ricuh saat demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Ternate, Maluku Utara. Demo mahasiswa ini memanas hingga polisi menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Kontributor Balengko Space di lokasi mencatat, beberapa mahasiswa pingsan akibat gas air mata. Aparat mengevakuasi mereka ke […]

expand_less