Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » KABAR NUSANTARA » Mengenal Lebih Dekat Ongker, Rapper dari Indonesia Timur yang Membawa Identitas Maluku dalam Setiap Liriknya

Mengenal Lebih Dekat Ongker, Rapper dari Indonesia Timur yang Membawa Identitas Maluku dalam Setiap Liriknya

  • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
  • visibility 856
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sumber Foto : Instagram Ongker

Ongker, seorang rapper berbakat asal Indonesia Timur, baru-baru ini berbagi cerita tentang perjalanan musiknya dalam sebuah wawancara eksklusif. Dari awal mula ketertarikannya pada musik hip-hop hingga tantangan yang dihadapi sebagai musisi dari daerah, Ongker membuka pintu bagi kita untuk memahami lebih dalam tentang dirinya dan karya-karyanya.

Awal Mula Tertarik pada Musik Hip-Hop

Ongker mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada musik hip-hop dimulai saat ia pertama kali mendengar lagu Linkin Park yang diputar oleh kakaknya. “Part rap di lagu itu yang membuat saya tertarik,” ujarnya. Ini menjadi cikal bakal kecintaannya pada genre musik tersebut. Ia mulai menciptakan lagu-lagu bergenre hip-hop sekitar tahun 2010-2011, namun baru benar-benar terjun ke panggung dan konsisten berkarya sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Sosok yang menginspirasinya untuk memulai karir di dunia hip-hop adalah temannya sendiri, Ega MC. “Dia yang pertama kali membawa saya langsung ke panggung, hingga akhirnya saya berani untuk tetap berkarya di dunia hip-hop sampai sekarang,” tutur Ongker.

Budaya Maluku yang Mempengaruhi Karakter Musiknya

Sebagai seorang yang berasal dari Maluku, Ongker mengakui bahwa budaya, bahasa, dan identitas Maluku sangat mempengaruhi cara ia bermusik. “Karakter saya yang keras dan lantang dalam setiap lagu yang saya buat sangat terpengaruh dari intonasi sehari-hari kami saat berbicara,” jelasnya. Hal ini membuat musiknya tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi representasi dari identitas dan kebanggaan sebagai orang Maluku.

Tantangan sebagai Musisi dari Daerah

Meski memiliki bakat dan passion yang besar, Ongker tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan akses dan pengetahuan tentang industri musik. “Dulu, karena jauh dari kota industri, saya tidak tahu cara yang baik untuk mempromosikan dan menjual karya saya,” ungkapnya. Untuk mengatasi hal ini, ia memutuskan untuk datang ke pusat industri musik di kota besar guna belajar lebih banyak dan memperluas jaringan.

Pesan Melalui Musik: Doa dan Konsistensi

Bagi Ongker, musik bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang menyampaikan pesan. “Saya hanya ingin menyampaikan satu hal melalui musik saya: doa dan konsistensi adalah pintu gerbang dari semua jalan,” tegasnya. Dengan semangat pantang menyerah, ia kerap menggaungkan slogan “GAS TRUSSSS” sebagai bentuk motivasi untuk terus berkarya dan tidak mudah putus asa.

Komunitas dan Kolaborasi

Hingga saat ini, Ongker masih aktif tergabung dalam komunitas Alifuru Hip-Hop di Ambon. Komunitas ini menjadi wadah bagi para musisi hip-hop di Maluku untuk belajar dan berkarya bersama. Selain itu, mereka juga berada di bawah payung Ghetto Side Entertainment, yang mencakup Alifuru Hip-Hop, Tickang Palungku, dan Sang Saka. “Ini adalah tempat kami saling mendukung dan mengembangkan diri,” ujar Ongker.

Ongker adalah contoh nyata bagaimana passion, kerja keras, dan konsistensi dapat membawa seseorang menembus batasan geografis dan keterbatasan sumber daya. Dengan membawa identitas Maluku dalam setiap karyanya, ia tidak hanya berkontribusi pada dunia musik hip-hop Indonesia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerahnya kepada dunia. Semoga perjalanan musik Ongker terus menginspirasi generasi muda, terutama mereka yang berasal dari daerah, untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berkarya. **GAS TRUSSSS!**

  • Penulis: balengko space

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prosesi pemakaman almarhum Piet Rudolf Sahertian di Jakarta, Minggu (18/1/2026). Setelah polemik selama 16 bulan, jenazah almarhum akhirnya berhasil dipindahkan dari Ambon ke Jakarta sesuai hak hukum istri sah berdasarkan KUHPerdata. (Foto: Dok. Istimewa/Kantor Hukum Muhammad Hamzah)

    Akhir Polemik 16 Bulan: Jenazah Alm. Piet Rudolf Sahertian Resmi Dimakamkan di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 21 Januari 2026 – Setelah melalui perjuangan hukum dan emosional selama kurang lebih 16 bulan, Ny. Mathilda Malaiholo/Sahertian akhirnya berhasil memindahkan jenazah suaminya, almarhum Piet Rudolf Sahertian, dari Ambon ke Jakarta. Jenazah telah dimakamkan dengan layak pada Minggu, 18 Januari 2026. Pemindahan ini menandai berakhirnya polemik panjang antara Ny. Mathilda selaku istri sah […]

  • Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 621
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 25 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyambut baik langkah Pemerintah Kota Ternate yang memilih skema ruislag atau tukar guling dalam penyelesaian sengketa lahan eks Brimob di Kelurahan Ubo-ubo. Ketua LBH Ansor, Zulfikran Bailussy, menyatakan dukungannya usai pernyataan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, pada Jumat (25/7/2025), yang […]

  • Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Sumber Foto : BloombergDimas Ardian Pada 6 Februari 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai Persentase Usia Muda (15-24 Tahun) yang Tidak Sedang Sekolah, Bekerja, atau Mengikuti Pelatihan, atau yang dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training). NEET merujuk pada sekelompok penduduk usia muda yang tidak aktif di dunia pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apapun. […]

  • source : Istimewa

    POST POWER SYNDROME ‘RACUN GALAFEA’

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Seseorang yang memiliki mental lemah-dha’if dan belum siap menghadapi hilangnya jabatan-kekuasaan karena orang itu tidak terpilih lagi untuk periode selanjutnya dalam sebuah jabatan akan mengalami shock-pukulan batin yang menyiksa dirinya. Dari kondisi shock ini, muncul perasaan-perasaan sedih, takut, cemas, rasa inferior-rendah diri, tidak berguna, putus asa, bingung, dan rasanya mau gila saja. Semua gejala-gejala rohaniah […]

  • Suasana penyuluhan bahaya narkoba di Balai Desa Karangmanggis bersama mahasiswa KKN dan BNN Kendal

    Mahasiswa KKN Universitas Alma Ata dan BNN Kendal Edukasi Generasi Muda di Desa Karangmanggis

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 757
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Karangmanggis, Kendal Kamis (14/8/25)– Pemerintah Desa Karangmanggis bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 4 Universitas Alma Ata Yogyakarta dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal menggelar penyuluhan bahaya narkoba. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Karangmanggis dan menghadirkan Kepala Desa, perangkat desa, Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BabinKamtibmas), […]

  • Panggung talkshow Kita Berkebaya di ARTJOG 2025 menampilkan Lantun Orchestra di Jogja National Museum.

    Talkshow Kita Berkebaya di ARTJOG 2025 Angkat Peran Perempuan dan Budaya

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 401
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (8/8/25) – Sebagai bagian dari rangkaian acara ARTJOG 2025, sebuah talkshow bertajuk “Kita Berkebaya“ sukses digelar pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Jogja National Museum. Acara ini menjadi sorotan publik karena mengusung isu penting seputar pemberdayaan perempuan melalui kebaya sebagai simbol budaya dan identitas nasional. Talkshow Kita Berkebaya diselenggarakan oleh Narasi, Bakti […]

expand_less