Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Yogyakarta Terpukau! Festival Budaya Halmahera Tengah Pertama Sukses Digelar

Yogyakarta Terpukau! Festival Budaya Halmahera Tengah Pertama Sukses Digelar

  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 388
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, Yogyakarta, 29 Agustus 2025 — Ikatan Mahasiswa Halmahera Tengah (Ikemap Halteng) sukses menggelar Festival Budaya Halmahera Tengah bertajuk “Bakudapa Budaya: Dari Halteng untuk Nusantara” di Gedung Militaire Societeit, Yogyakarta Kamis Sore (28/8) . Acara ini menjadi festival budaya pertama yang memperkenalkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai lokal ke panggung nasional.

Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari tarian daerah, musik tradisional, hingga dialog publik. Kehadiran mahasiswa, komunitas budaya, dan sejumlah tamu undangan menandai tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan keragaman budaya Maluku Utara.

Pesan Ketua Ikemap Halteng

Ketua Ikemap Halteng, Ishak Abidin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya acara, termasuk Dinas Pariwisata Bantul, pendamping desa wisata, serta mitra kolaborasi lainnya.

“Festival ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang kontribusi dan ajang kreativitas anggota. Nilai-nilai lokal Halteng menjadi tongkat estafet kebudayaan yang wajib kita lanjutkan. Festival ini juga membuka peluang publikasi wisata Halmahera Tengah, bukan hanya di Pulau Jawa, tetapi juga dalam kesadaran kolektif kita bersama,” ujar Ishak.

Sambutan Pemerintah Halmahera Tengah

Mewakili Bupati Halmahera Tengah, Dr. Lasamida Kurupunda, M.Pd, selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, menyampaikan pesan mendalam dari Bupati, Sekda, dan Wakil Bupati Halmahera Tengah.

“Saya ditugaskan sebagai penyambung lidah pemerintah daerah. Kami berharap festival ini memberi nilai tambah bagi mahasiswa dan masyarakat. Mencapai prestasi bukanlah hal mudah, karena selalu ada tantangan. Namun, semua itu dapat dijawab dengan kecerdasan emosional, spiritual, dan kekuatan nilai budaya yang kita miliki,” tegas Lasamida.

Ajang Perkenalkan Budaya Halteng

Festival Budaya Halmahera Tengah di Yogyakarta menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan tradisi, kearifan lokal, sekaligus potensi pariwisata Halteng. Acara ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan, menjadi ruang kreativitas mahasiswa, dan menguatkan identitas budaya di tingkat nasional.** (Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumber Foto: iluvislam.com

    Intelijen di Era Multipolar: Dari Hudzaifah bin al-Yaman hingga Krisis Nurani Global

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Muhammad
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Ketika dunia kembali terbelah dalam persaingan multipolar antara Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan kekuatan regional lain, intelijen menjadi senjata utama yang menentukan arah geopolitik. Namun, di tengah kebisingan algoritma dan operasi rahasia lintas negara. Pada bagian ini ada satu hal yang saya ajukan setidaknya paling  mendasar yaitu moral. Figur Hudzaifah bin al-Yaman, Shahibu Sirri Rasulullah […]

  • PENDIDIKAN CUMA-CUMA

    PENDIDIKAN CUMA-CUMA

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Pendidikan gratis terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan gratis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan diartikan dengan proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha pendewasaan manusia dengan cara pengajaran, pelatihan, proses, dan cara/metode. Pendidikan juga diartikan sebagai perbuatan mendidik bagi peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

  • Pernyataan sikap dari Barisan Pemuda Adat Nusantara Maluku Utara

    Dinilai Melecehkan Warisan Luhur, Barisan Pemuda Adat Nusantara Kecam Konten Video Influencer

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 426
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Beredarnya sebuah unggahan video di berbagai platform media sosial yang menampilkan aksi sejumlah influencer asal Maluku Utara memicu polemik luas. Pasalnya, gaya koreografi yang dipertontonkan dalam video tersebut dinilai melenceng dan tidak menghormati pakem asli tarian tradisional setempat. Langkah ini langsung memantik reaksi keras dari Barisan Pemuda Adat Nusantara serta para […]

  • Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sumber foto : Istimewa

  • Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Yusril S. Pom (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan)
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Kesejahteraan dan kebebasan merupakan cita-cita mendasar setiap manusia. Setiap orang berhak menjalani hidup secara bermartabat tanpa tekanan, ketidakadilan, maupun perlakuan sewenang-wenang. Ketika penindasan dan ketidakadilan menjadi praktik yang dinormalisasi, nilai-nilai kemanusiaan pun tercederai. Dalam konteks tersebut, perlawanan terhadap praktik penindasan bukanlah pilihan emosional, melainkan tuntutan etis. Upaya ini diperlukan agar kelompok-kelompok yang termarjinalkan dapat menjalankan […]

expand_less