Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 681
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pernah terjadi pelaksanaan seminar bertajuk tentang kemiskinan yang ditinjau dari perspektif Islam, yang dihadiri oleh beberapa profesor Islam dalam seminar tersebut. Salah seorang profesor Islam di antara mereka mengemukakan pendapatnya begini: “Problem kemiskinan tidak dapat kita atasi, karena Allah Swt yang mengatur rezeki.” Profesor itu kemudian mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang dijadikan sebagai basis argumennya secara teologi. Profesor yang lain, yang juga sebagai seorang muballigh dan psikolog, mengungkapkan pendapatnya begini: “Kita harus mendidik orang-orang miskin untuk mengembangkan mekanisme pertahanan ego, agar dia memiliki pertahanan mental dalam kemiskinannya.” Sementara profesor yang lainnya menegaskan bahwa, “Kemiskinan itu adalah hari kejayaan yang dipergilirkan oleh Allah Swt di antara manusia di pentas dunia ini.” Walhasil, menurut para maha guru itu, tidak ada gunanya merumuskan upaya-upaya untuk mengatasi kemiskinan, karena kemiskinan itu sudah ada dan akan tetap ada sepanjang sejarah manusia di atas dunia ini seolah-olah mereka hendak mengatakan bahwa kemiskinan itu merupakan Sunatullah. Alih-alih untuk dibasmi, maka kemiskinan itu harus dilestarikan serta dipelihara oleh negara. Justru pendapat para Profesor Islam itu sama sekali tidak memberikan solusi sama sekali terhadap eksistensi nasib orang-orang miskin. Coba itu kawan!

Maka, saya, anda, dan kita semua pasti terkejut, juga jengkel dengan pendapat yang telah dikemukakan oleh para profesor Islam tersebut. Para profesor itu dengan entengnya mengutip nash-nash agama untuk melestarikan kemiskinan itu. Melihat kenyataan pendapat yang dikemukakan oleh para profesor Islam itu, membuat saya sadar bahwa pemahaman agama juga merupakan masalah ideologi yang sudah menjadi sebuah kenyakinan kuat dalam dirinya. Justru mereka sudah mewakili para elit yang sesungguhnya diuntungkan dengan adanya orang-orang miskin dalam rantai kehidupannya. Dengan menggunakan analisis fungsional dari Robert K. Merton yang mengatakan: “Kita dapat menunjukkan bahwa kemiskinan itu bersifat fungsional. Kemiskinan perlu dipertahankan untuk kelestarian sebuah sistem yang ada. Saya juga meminjam pendapatnya, Herbert J. Gans dalam “the uses of poverty” yang menyebutkan, bahwa ada tiga belas fungsi orang miskin. Maka, dalam tulisan ini saya hanya akan menyebutkan fungsi orang-orang miskin itu enam buah saja supaya tidak kebanyakan disini yang akan membuat pembaca tulisan ini jenuh dan bosan dalam mengetahui fungsi kemiskinan.

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto tulisan tangan milik YBS (10), korban dugaan bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT, yang tersebar di kalangan media, Kamis (29/1/2026). Korban merupakan siswa kelas IV sekolah dasar yang tinggal bersama neneknya. (Foto: HUMAS POLRES NGADA/Kompas.id)

    Diduga Kecewa Tak Bisa Beli Pena, Siswa SD di Ngada Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle balengko space
    • visibility 134
    • 0Komentar

    NGADA NTT (BALENGKO) — Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026). Peristiwa memilukan ini dipicu oleh kesedihan korban yang tidak bisa membeli perlengkapan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kronologi Penemuan Dilansir dari tribunnews.com Jasad YBS ditemukan di sebuah […]

  • Workshop OBE Prodi Kimia Unutara bersama pakar dari UHW Perbanas

    Prodi Kimia Unutara Gelar Workshop OBE untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 13 Oktober 2025 – Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menggelar workshop bertajuk “Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Pengembangan Sistem Evaluasi Perangkat Pembelajaran”. Kegiatan ini berlangsung di kampus Unutara selama tiga hari, 13–15 Oktober 2025, dengan tujuan memperkuat penerapan kurikulum berorientasi hasil serta meningkatkan kualitas […]

  • PMII Ternate Serukan Dukungan untuk Muswil IKA PMII Malut, Dorong Pembaruan Organisasi

    PMII Ternate Serukan Dukungan untuk Muswil IKA PMII Malut, Dorong Pembaruan Organisasi

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 975
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE,- Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku Utara akan digelar pada 29 Agustus 2025. Mengusung tema “Rekonsiliasi dan Konsolidasi Alumni untuk Memperkuat Peran Strategis di Tengah Pembangunan Daerah,” forum ini diharapkan menjadi momentum kolektif untuk mempererat solidaritas dan kontribusi alumni terhadap pembangunan di Maluku Utara. […]

  • Menggali Api Islam Cak Nur

    Menggali Api Islam Cak Nur

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Arsrhum
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Dikisahkan dalam novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Faudi, suatu ketika Mintaredja, seorang politisi dan pejabat pemerintahan pada masa Orde Baru, mengajukan pertanyaan kepada Lafran Pane: mengapa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus bersikap independen? “Kami independen tidak bergabung dan menjadi bagian dari partai politik untuk membuktikan kesungguhan kami mempersatukan semua bagian umat tidak peduli partai […]

  • Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Muhajirin Bailussy, bersama jajaran pengurus saat melakukan audiensi dengan Bupati Halmahera Selatan.

    Bupati Halsel Terima Audiensi PW IKA PMII Maluku Utara, Bahas Peran Strategis Alumni dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Labuha (BALENGKO) — Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, secara resmi menerima audiensi Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara di ruang kerja Bupati, Rabu (3/12/2025). Rombongan PW IKA PMII Malut dipimpin oleh Ketua Wilayah Muhajirin Bailussy, didampingi Sekretaris Wilayah Rahdi Anwar, Ketua PC IKA PMII […]

  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY melakukan long march dan aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (25/2/2026), menyoroti berbagai isu nasional dengan salah satu fokus pada polemik proyek geotermal Telaga Ranu. Source : Instagram Forum BEM DIY

    Telaga Ranu di Pusaran Kritik: Isu Geotermal Warnai Aksi Forum BEM D.I Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO)— Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar unjuk rasa pada Rabu petang (25/2) dengan menyoroti berbagai persoalan nasional, termasuk isu proyek geotermal yang dinilai berkaitan dengan kepentingan asing dan berdampak pada masyarakat. Aksi dimulai dari kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali, melintasi Jalan Malioboro, berorasi di depan DPRD DIY, dan berakhir […]

expand_less