Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 807
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Fungsi Kemiskinan Dalam Rantai Kehidupan

 Fungsi pertama, bahwa kemiskinan adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi mereka dibayar sangat murah oleh orang-orang kaya. Orang miskin diperlukan untuk membersihkan got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung yang tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam, atau memelihara binatang milik orang kaya. (jadi, seringkali mereka pelayan tuan dan binatang peliharaannya sekaligus). Bayangkan apa yang terjadi di dunia ini bila orang-orang miskin tidak ada, sampah bertumpuk, rumah dan pekarang kotor, bangunan terbengkalai, Binatang peliharaan orang-orang kaya akan mengamuk, mayat-mayat tidak terkuburkan, dan tuan besar tidak dapat tidur tenang. Banyak sekali kegiatan ekonomi dalam rantai kehidupan manusia yang melibatkan pekerjaan kotor dan berbahaya-di restoran, pusat perdagangan, industri, pertanian-yang sangat memerlukan kehadiran orang-orang miskin.

 Fungsi kedua, bahwa kemiskinan adalah menambah atau memperpanjang nilai-guna barang atau jasa. Barang bekas yang tidak terpakai dapat dijual atau dengan bangga dikatakan “di-infaq-kan” kepada orang-orang miskin. Begitu pula barang-barang apkiran: potongan kue biscuit,buah-buahan yang hampir membusuk, sayuran yang tidak laku, makanan dan minuman yang tidak laik dikonsumsi oleh manusia, tempat tinggal yang diterlantarkan orang, seperti kolong jembatan, pinggiran rel kereta api, rumah yang ambruk, dan kuburan. Semua menjadi bermanfaat atau dimanfaatkan untuk orang-orang miskin, jika enggan berkata di Indonesia dan boleh jadi hal ini terlihat juga pada negara-negara berkembang yang penduduknya di dominasi oleh orang-orang miskin. Mereka juga menjadi pemasok penghasilan bagi kaum profesional, seperti dokter, polisi, guru yang sudah tua, atau kurang mampu, atau pensiunan yang tidak dapat lagi menarik orang berduit.

Fungsi ketiga, bahwa kemiskinan justru digunakan oleh kebijakan negara untuk mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang justru sangat menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena mereka dibayar dengan upah yang sangat murah, dapat mengurangi biaya produksi, dan akibatnya melipatgandakan keuntungan bagi pemilik modal (kaum kapitalis). Petani tidak boleh menaikkan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota. Pernah dilaporkan bahwa tunggakan Pemda X di negara Antah Berantah kepada Bank Dunia sudah sangat bertumpuk. Seorang pakar ekonomi menyarankan agar Pemda mengeluarkan peraturan baru semacam Perda untuk memungut retribusi dari pasar dan sektor informal. Kedua-duanya didominasi oleh orang-orang miskin. Birokrat-birokrat kecil yang gajinya kurang menutupi kekurangannya dengan memeras orang-orang miskin. Pernah dilaporkan bahwa sumbangan sektor informal untuk perekonomian Indonesia sangat menentukan. Sektor ini telah menyelamatkan pemerintah Indonesia dari ledakan pengangguran, karena jasa orang-orang miskin.

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN FUAD & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Malut

    Gurita ‘Bohir’ di Urat Nadi Demokrasi: Investasi Politik atau Perampokan APBN?

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN FUAD & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Malut
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Hal ini sangat memungkinkan agar siapa saja pasangan calon yang menang dalam proses pemilihan itu, maka ‘Bohir’ itu pasti aman juga. Tapi, pertanyaannya, apakah para ‘Bohir’ itu memiliki kekuatan untuk mengendalikan kekuatan partai politik? Maka dapat dipahami bahwa tidak ada satu pun makhluk ‘Bohir’ itu yang bodoh untuk menanamkan investasi politiknya hanya ke satu partai […]

  • Tumpukan sampah rumah tangga di Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate, yang sudah berhari-hari belum diangkut petugas DLH.

    Tumpukan Sampah di Makassar Timur Tak Kunjung Diangkut, Warga Geram

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Agung R. Selang,S.Kom
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Ternate, 3 November 2025 — Warga Kelurahan Makassar Timur dibuat geram akibat tumpukan sampah yang sudah berhari-hari tidak diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate. Kondisi ini menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga. “Ini sudah lewat dari tiga hari, sampah tidak diangkut. Kalau hujan, airnya bercampur dengan bau sampah, bikin mual!” ujar salah […]

  • Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sumber foto : Istimewa

  • Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

    Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Jafar Noh | Pengamat Informasi.
    • visibility 1.982
    • 0Komentar

    Antara Euforia dan Hiperealitas Kita hidup di era yang digambarkan oleh filsuf Prancis Jean Baudrillard sebagai zaman “hiperealitas” — ketika batas antara realitas dan representasinya menjadi kabur. Dalam konteks ini, kadang suara publik terdengar lebih nyaring dari pada substansi. Ketika Ibu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan aspirasi terkait DOB Sofifi di hadapan Presiden Prabowo […]

  • Tampil di Pelantikan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate IKPMKT DIY, Puisi Mahasiswa Halmahera Timur Getarkan Hati: Dari Sultan Khairun hingga Maba Sangaji

    Tampil di Pelantikan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate IKPMKT DIY, Puisi Mahasiswa Halmahera Timur Getarkan Hati: Dari Sultan Khairun hingga Maba Sangaji

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.435
    • 0Komentar

    balengkospace.com Yogyakarta, 16 Juni 2025 – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate (IKPMKT) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025–2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Kantor Kalurahan Balecatur, Sleman, pada Minggu (15/6). Acara ini dihadiri puluhan mahasiswa asal Maluku Utara yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta. Sejumlah organisasi […]

  • LBH Ansor Ternate Harap Netralitas ASN Dijaga dalam Polemik DOB Sofifi, Ingatkan Peran Kepala Daerah dalam Demokrasi Sehat

    LBH Ansor Ternate Harap Netralitas ASN Dijaga dalam Polemik DOB Sofifi, Ingatkan Peran Kepala Daerah dalam Demokrasi Sehat

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 966
    • 0Komentar

    “Kepala daerah tentu memiliki hak menyampaikan pandangan politiknya. Namun, kami mengingatkan agar semua elemen birokrasi tetap dijaga independensinya dan tidak diarahkan secara sepihak dalam menyikapi isu yang masih dalam tahap wacana dan kajian,” tambahnya. Lebih lanjut, LBH Ansor menilai bahwa wacana DOB Sofifi merupakan bagian dari dinamika ketatanegaraan yang sah secara konstitusional, dan karenanya perlu […]

expand_less