Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 750
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 Fungsi keempat, bahwa kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja. Bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja? Karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit (barang atau uang), perjudian (yang dapat diorganisasikan secara resmi dan menghasilkan miliyaran rupiah), aktivitas LSM (yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor), dan tentu saja ada berbagai kegiatan negara yang dikelola oleh Kementerian Sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan sosial bersyarat yang ditujukan untuk orang-orang miskin yang inti program ini adalah lagi-lagi untuk mengurus dan menguras orang-orang miskin di Indonesia yang jumlahnya berjuta-juta banyaknya kawan! Belakangan kita tahu bahwa tidak ada komoditas yang paling laku dijual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain dengan menjual orang-orang miskin.

 Fungsi kelima, bahwa kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya. Perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya dengan selalu berkata “siap bos”. Nyonya dapat menunjukkan kekuasaannya dengan memerintah pembantunya agar mengurus semua urusan rumah-tangganya. Ia sendiri sekarang mempunyai waktu untuk menghadiri kegiatan sebagai wanita modern dengan ikut acara arisan ibu-ibu orang kaya baru, ikut kursus kecantikan atau kegiatan-kegiatan “sosial” lainnya.

Terakhir, fungsi keenam, bahwa orang-orang miskin juga bermanfaat untuk dijadikan tumbal dalam proses pembangunan negara. Untuk mempertahankan martabat bangsa di hadapan bangsa-bangsa asing, pekerjaan yang tidak manusiawi harus di-deletkan. Untuk itu ribuan sopir angkot dan para ojek pangkalan terpaksa menjadi tumbal oleh kebijakan negara yang bersekongkol dengan mereka pemilik modal besar dalam mengembangkan bisnisnya. Bila anda mempunyai rumah di pusat kota, lalu pemerintah ingin menggunakan tanah anda untuk pembangunan pabrik, maka anda akan memperoleh penggantian yang layak saja alias pasti akan dibayar murah. Tetapi ribuan angkot, becak dan ojek pangkalan justru direbut dari pemiliknya, bahkan dilemparkan ke laut, dan sama sekali tidak ada ganti rugi dari negara. Supaya tidak mengganggu keindahan dan ketertiban kota, pedagang kaki-lima atau yang disebut dengan pedagang asongan dan/atau ibu-ibu yang berdagang di pasar bila jualannya mengganggu lalu-lintas maka perlu mereka harus ditertibkan dengan sangat tidak manusiawi. Bahkan mereka juga harus ditangkap, dagangannya akan ditendang-tendang bahkan diambil paksa oleh petugas pemerintah-katakanlah Satpol Pamong Praja, dan lebih-lebih kerugian yang dideritanya sama sekali tidak akan diganti, sungguh kejam perlakukan mereka dengan orang-orang miskin kawan!

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentor Hiasi Aksi Hari Buruh 1 Mei 2025 di Yogyakarta, Suarakan Tuntutan Pekerja

    Bentor Hiasi Aksi Hari Buruh 1 Mei 2025 di Yogyakarta, Suarakan Tuntutan Pekerja

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 2 Mei 2025 – Ribuan buruh dan elemen masyarakat turun ke jalan di Yogyakarta pada Kamis, 1 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional. Mereka memusatkan aksi di kawasan Titik Nol Kilometer sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan atas hak-hak pekerja. Massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Parkiran Abubakar Ali. Sekitar pukul […]

  • Source : Istimewa

    Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Menolak Kesepakatan Sepihak Koalisi juga mengklarifikasi terkait pertemuan di Kantor Camat Weda Utara pada 11 Februari 2026. Meskipun sempat beredar kabar adanya kesepakatan antara perusahaan dan pemerintah setempat, Koalisi Save Sagea menyatakan secara tegas keluar dari ruangan (walk out) dan menolak menandatangani dokumen tersebut. “Salah satu poin kesepakatan mengeklaim masyarakat mendukung tambang dan menjamin tidak […]

  • Ketika Teknologi Memisahkan, Kepedulian Sosial menyatukan: Kisah Inspiratif Seorang Volunteer

    Ketika Teknologi Memisahkan, Kepedulian Sosial menyatukan: Kisah Inspiratif Seorang Volunteer

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi dan globalisasi telah mengubah cara pandang dan interaksi manusia. Jika pada era 90-an surat kabar dan komunikasi tatap muka menjadi andalan, kini batasan-batasan komunikasi seolah lenyap dengan hadirnya gadget dan media sosial. Namun, di balik kemudahan itu, muncul efek negatif yang mengubah pola hubungan sosial. Banyak orang menjadi sibuk dengan dunia virtual hingga […]

  • Diskusi publik GP Ansor Tidore bahas APBD 2026 untuk kesejahteraan petani Kota Tidore

    GP Ansor Tidore Gelar Diskusi Publik Bahas APBD 2026 dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 992
    • 0Komentar

    Akademisi Dorong Kolaborasi Riset Dr. Nur Azizah mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dalam merancang digitalisasi pertanian. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Menurutnya, akademisi dapat menyumbangkan data penelitian mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah pertanian di lapangan. Ia juga mendorong generasi muda agar berani menjadi petani. “Tanah Tidore sangat subur. Jika petani menanam dengan dukungan […]

  • Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Sebagai penutup, Pimpinan Komisariat IMM Achmad Yani meluncurkan inisiatif nyata berupa keranjang sampah botol plastik yang berfungsi sebagai tempat daur ulang dan media kerajinan. Peluncuran dilakukan langsung oleh Ketua Umum IMM Komisariat Achmad Yani, Immawan Muhammad Farid Supele, didampingi oleh pembina IMM, Dr. Muhammad Zaki Mubarak, S.H., M.H. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Rakyat diundang untuk memilih, tetapi jarang diajak merumuskan. Demokrasi berdiri, tetapi menopang dirinya pada tiang bambu yang mudah patah oleh kepentingan jangka pendek. Fenomena ini terasa lebih telanjang di daerah, termasuk di Maluku Utara. Provinsi yang kaya sumber daya alam ini seolah menjadi panggung kecil dari problem besar negara. Atas nama pembangunan, investasi, dan hilirisasi, […]

expand_less