Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 746
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 Fungsi keempat, bahwa kemiskinan adalah menyediakan lapangan kerja. Bagaimana mungkin orang miskin memberikan lapangan kerja? Karena ada orang miskin lahirlah pekerjaan tukang kredit (barang atau uang), perjudian (yang dapat diorganisasikan secara resmi dan menghasilkan miliyaran rupiah), aktivitas LSM (yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional lewat para aktivis yang belum mendapatkan pekerjaan kantor), dan tentu saja ada berbagai kegiatan negara yang dikelola oleh Kementerian Sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan sosial bersyarat yang ditujukan untuk orang-orang miskin yang inti program ini adalah lagi-lagi untuk mengurus dan menguras orang-orang miskin di Indonesia yang jumlahnya berjuta-juta banyaknya kawan! Belakangan kita tahu bahwa tidak ada komoditas yang paling laku dijual oleh negara ketiga di pasaran internasional selain dengan menjual orang-orang miskin.

 Fungsi kelima, bahwa kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya. Perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya dengan selalu berkata “siap bos”. Nyonya dapat menunjukkan kekuasaannya dengan memerintah pembantunya agar mengurus semua urusan rumah-tangganya. Ia sendiri sekarang mempunyai waktu untuk menghadiri kegiatan sebagai wanita modern dengan ikut acara arisan ibu-ibu orang kaya baru, ikut kursus kecantikan atau kegiatan-kegiatan “sosial” lainnya.

Terakhir, fungsi keenam, bahwa orang-orang miskin juga bermanfaat untuk dijadikan tumbal dalam proses pembangunan negara. Untuk mempertahankan martabat bangsa di hadapan bangsa-bangsa asing, pekerjaan yang tidak manusiawi harus di-deletkan. Untuk itu ribuan sopir angkot dan para ojek pangkalan terpaksa menjadi tumbal oleh kebijakan negara yang bersekongkol dengan mereka pemilik modal besar dalam mengembangkan bisnisnya. Bila anda mempunyai rumah di pusat kota, lalu pemerintah ingin menggunakan tanah anda untuk pembangunan pabrik, maka anda akan memperoleh penggantian yang layak saja alias pasti akan dibayar murah. Tetapi ribuan angkot, becak dan ojek pangkalan justru direbut dari pemiliknya, bahkan dilemparkan ke laut, dan sama sekali tidak ada ganti rugi dari negara. Supaya tidak mengganggu keindahan dan ketertiban kota, pedagang kaki-lima atau yang disebut dengan pedagang asongan dan/atau ibu-ibu yang berdagang di pasar bila jualannya mengganggu lalu-lintas maka perlu mereka harus ditertibkan dengan sangat tidak manusiawi. Bahkan mereka juga harus ditangkap, dagangannya akan ditendang-tendang bahkan diambil paksa oleh petugas pemerintah-katakanlah Satpol Pamong Praja, dan lebih-lebih kerugian yang dideritanya sama sekali tidak akan diganti, sungguh kejam perlakukan mereka dengan orang-orang miskin kawan!

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 560
    • 0Komentar

    LBH Ansor menilai bahwa penegakan hukum dalam kasus ini sarat dengan kepentingan korporasi. Penggunaan pasal-pasal dalam UU Darurat terkait senjata tajam serta pasal-pasal dalam UU Minerba terhadap masyarakat sipil dinilai sebagai praktik “pasal karet” yang mencederai semangat keadilan sosial. “Kami berdiri bersama rakyat yang mempertahankan tanah leluhur mereka dan mendukung sahabat-sahabat aktivis lingkungan yang konsisten […]

  • Source : Istimewa

    SMIT Akan Laporkan Anggota DPR Shanty Alda ke MKD Terkait Dugaan Konflik Kepentingan Tambang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Dugaan Konflik Kepentingan di Komisi XII Persoalan ketiga berkaitan dengan PT Arumba Jaya Perkasa di Halmahera Timur yang saat ini mendapat penolakan keras dari warga desa setempat. Perusahaan tersebut dituding melakukan perampasan lahan perkebunan milik masyarakat. Wempy menegaskan bahwa posisi Shanty Alda yang duduk di Komisi XII DPR RI—yang membidangi Energi, Sumber Daya Mineral, Lingkungan […]

  • LUMPUL TOTAL: Massa aksi dari Desa Gita Raja melakukan pemblokiran jalan lintas utama di Tidore Kepulauan, Kamis (12/2/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes keras warga yang menuntut pencopotan Kepala Desa Ade M. Rasid atas dugaan tindakan amoral dan desakan agar Walikota mencopot Kadis PMD yang dinilai melakukan pembohongan publik terkait janji pemecatan Kades. (Source : Agung Selang/Jurnalis Balengko)

    Janji Pecat Kades Tak Ditepati, Warga Gita Raja Tuntut Pencopotan Kadis PMD Tidore dan Boikot Akses Jalan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Tuntutan Transparansi Audit Dana Desa Selain isu moral, massa aksi juga menuntut transparansi dari Inspektorat Kota Tidore Kepulauan terkait hasil audit sejumlah proyek desa, termasuk pembangunan jalan tani dan lapangan sepak bola. “Kami mendengar kabar sudah ada temuan dari Inspektorat, tapi hasilnya ditutup-tupi. Kami mendesak Kejaksaan Negeri Tidore untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh anggaran […]

  • Diskusi publik GP Ansor Tidore bahas APBD 2026 untuk kesejahteraan petani Kota Tidore

    GP Ansor Tidore Gelar Diskusi Publik Bahas APBD 2026 dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Akademisi Dorong Kolaborasi Riset Dr. Nur Azizah mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dalam merancang digitalisasi pertanian. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Menurutnya, akademisi dapat menyumbangkan data penelitian mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah pertanian di lapangan. Ia juga mendorong generasi muda agar berani menjadi petani. “Tanah Tidore sangat subur. Jika petani menanam dengan dukungan […]

  • Ketua Panitia Konfercab NU ke II Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus (tengah), bersama Ketua Wilayah NU Kiai Amar Manaf (kanan) saat pembukaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (NU) ke II di Aula SMK Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (20/12/2025).

    Konfercab NU Ke II Tidore Kepulauan Resmi Digelar, Teguhkan Peran NU Bangun Peradaban Dunia

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Sementara itu, Ketua Wilayah Nahdlatul Ulama, Kiai Amar Manaf, dalam arahannya menekankan pentingnya NU untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai keagamaan. “NU sejak awal telah meletakkan dasar dalam membangun sebuah peradaban. Peradaban yang kita inginkan adalah peradaban yang tetap menjaga tradisi, nilai agama, dan kearifan lokal,” ungkapnya. Ia menegaskan […]

  • Gambar buah pinang segar yang umum dikunyah di wilayah Indonesia Timur sebagai bagian tradisi dan kesehatan.

    Manfaat dan Bahaya Buah Pinang bagi Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 895
    • 0Komentar

    3. Membantu Mengatasi Anemia Zat besi yang terkandung dalam buah pinang dibutuhkan tubuh untuk produksi hemoglobin. Menurut Griffin (2021) dalam WebMD, asupan zat besi dari makanan penting untuk mencegah dan mengatasi anemia, terutama pada wanita usia subur. Beberapa sumber seperti Organic Facts juga mencatat bahwa pinang dapat membantu memperbaiki kadar energi dan mengurangi gejala lemas […]

expand_less