Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 1.515
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Aku menemukan Tuhan bukan di mimbar yang gaduh, melainkan di simpul tajam antara iman, ilmu, dan amal. Di situlah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam menyalakan makna tauhid sebagai pusat gravitasi, kemanusiaan sebagai medan kerja, dan keadilan sosial sebagai faktor gerakan. Jika di baca dengan amat teliti NDP memiliki tiga poin penting yang perlu dipahami, yaitu monoteisme, individu, sosial-kemanusiaan, dari tiga hal inilah NDP sebagai mesin peradaban yang mendorong kedewasaan beragama dan keterbukaan lintas iman. Hal serupa yang di uraikan oleh Wahyuni dalam penelitinnya. Di titik inilah NDP menjadi strategi dan kerangka nilai yang membebaskan kader HMI dari mentalitas inferior menuju gerakan pembebasan.

Filsafat Islam menyediakan pisau bedah bagi pembaca NDP. Jika di baca dengan kerangka filsafat Islam, tauhid sebagai prinsip paling dasar dalam Islam, tidak hanya ungkapan teologi semata, justru lebih dari itu. Maka tauhid bila dibaca secara serius  selalu mengandung dimensi pembebasan yang paling radikal. Anda bisa memungkinkan untuk memahami bahwa pernyataan “Tiada Tuhan Selain Allah” bukan hanya kalimat ikatan dengan Islam, tetapi juga deklarasi menolak atas segala bentuk penindasan, dan tidak ada otoritas yang berhak menundukan manusia secara mutlak selain Tuhan.

Maka tauhid bukan proposisi beku melainkan etika radikal yang meruntuhkan segala “berhala” kekuasaan, identitas, dan kepentingan yang menuntut kepatuhan di luar Yang Esa. Olehnya itu, “radikal” di sini bukan tindakan fanstisme agama, tetapi kembali ke akar keesaan yang menolak kultus golongan.

Saya melihat Nurcholish Madjid melalui NDP menerjemahkan ini ke praksis kader, untuk menghubungkan antara iman yang berpikir, ilmu yang beramal, dan amal yang membebaskan. Pada saat yang sama NDP bukan dogma baru, melainkan hermeneutika imajinatif yang bergerak atas Al-Qur’an dan Sunnah dalam horizon keIndonesiaan.

Secara historis kelahiran HMI pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta, menandai bahwa tauhid tidak saja dimaknai sebagai identitas hamba dengan Tuhan yang diikat dalam etika agama, tetapi menurut saya Lafran Pane sadar betul bahwa tauhid harus keluar dipertaruhkan sebagai tenaga kemerdekaan dalam kerangka perjuangan yang diaktualisasikan lewat pemuda Islam (HMI), bukan sekadar identitas seremonial.

Untuk itu NDP bukan hanya menjadi kurikulum wajib perkaderan, tetapi melalui NDP menuntun kader membaca Indonesia, juga melihat posisi umat Islam dan HMI di tengah pergulatan konflik global yang tidak menentu saat ini. Pada satu bagian penting dalam isi NDP tentang konsep “Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) dan Keharusan Universal (Takdir)” dari bagian inilah terlihat jelas bahwa kebebasan manusia bukan dorongan nafsu untuk bertindak, melainkan kesanggupan moral dalam ikhtiar menuju dihadapan ketetapan Tuhan.

Meskipun NDP pernah diubah dan diperdebatkan dalam percakapan besar kader HMI, hal ini menunjukkan NDP hidup, dan ketika Kongres XXVII PB HMI di Depok (2010) mengembalikan NDP ke versi Cak Nur, itu bukan nostalgia, melainkan kritik epistemik terhadap formalisme yang mematikan daya kritis iman. Pada aspek praksis, riset Heryati & Rusdiana, 2018, menunjukkan NDP bekerja sebagai etos gerakan moral yang menolak ketidakadilan, menjaga damai, dan mengawal reformasi dan juga sebuah jihād al-nafs kolektif melawan korupsi dan kemunafikan struktural.

Di sini saya menemukan Tuhan bukan “di luar” sejarah, melainkan di dalam nalar yang bertauhid. NDP memaksa akal menyeberang dari sekadar benar-doktrinal ke benar-politik yakni adil. NDP menolak dua ekstrim radikal-religiositas yang memutihkan tirani dan aktivisme yang memerah tanpa pusat etik. Dengan memadukan ontologi tauhid dan antropologi khalifah, NDP menempatkan manusia sebagai subjek berpengetahuan yang memilih dan bertanggung jawab atas ilmu sebagai aql, amal sebagai adl. Ini sebabnya, NDP bukan “ilmu kaderisasi”, tetapi ilmu membongkar berhala, berhala fanatisme dalam beragama, fanatisme mazhab yang tidak menerimah pendapat orang lain, berhala angka indeks pembangunan yang tak menyentuh kebutuhan publik, berhala politik identitas yang menukar tauhid menjadi slogan, dan berhala menjual HMI kepada kekuasaan atas kepentingan perut dan mengabaikan tujuan Islam (komitmen keIslaman dan komitmen keIndonesiaan).

Sederhana saja saya katakan, jika Tuhan tidak lagi kita temukan dalam keberpihakan pada yang rintihan migran yang diusir, pekerja yang dieksploitasi, hak warga negara tidak diberikan, perampasan ruang hidup oleh negara-oligarki kepada rakyat kecil, dan bumi yang rusak atas kerakusan kekuasaan, mereka yang lapar di persimpangan jalan. Pada saat yang sama Islam menuntut kita untuk berpihak kepada mereka.

Maka secara tegas, kita tak sedang bertauhid, hanya sedang bersekutu dengan berhala-berhala baru. Dengan demikian, NDP menantang kita untuk membaca kembali agama dengan kekuatan logika, filsafat dan argumentasi yang rasional, untuk merumuskan ijtihad sosial. Karena itu NDP harus diajarkan bukan sebagai “kitab suci organisasi”, tetapi sebagai disiplin berpikir yang selalu siap diuji oleh realitas dan dikoreksi oleh nas-nas yang lebih terang.

Menemukan Tuhan lewat NDP karena ada ikatan yang transenden pada yang imanen-iman yang memerintah nalar, nalar yang menuntun amal, dan amal yang menguji iman. Di titik temu itulah teologi menjadi etika publik, dan etika publik kembali menjadi doa dan perlawanan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Maluku Utara Dukung Penuh Pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi

    GP Ansor Maluku Utara Dukung Penuh Pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 921
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Ternate, (21/7/25) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif Abdullah, sebagai respons atas munculnya sejumlah penolakan terhadap status Sofifi sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB). Menurut Syarif, Sofifi memiliki […]

  • Wagub Malut & Menkes Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama RSUD Sanana

    Wagub Malut & Menkes Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama RSUD Sanana

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 736
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Sanana, Kamis, 17 Juli 2025 Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan peningkatan kualitas RSUD Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Kamis (17/7/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, beserta jajaran, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ketua dan Anggota DPRD, Forkopimda, serta tenaga medis […]

  • Oleh: Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut

    ANALISIS KRITIS—DISKURSIF IAIN TERNATE

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Dewasa ini muncul sikap jadaliyyin—kontroversial terhadap amaaman—posisi dan wujuudun—keberadaan Institut Agama Islam Negeri Ternate sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan negeri ilmiah. Padahal masyarakat Maluku Utara memiliki ekspektasi—harapan yang tidak main-main bagi kehadiran IAIN Ternate, karena institusi ini dianggap memiliki kelompok akademis—religius ilmiah yang berperan sebagai ‘jagoan’ keagamaan ditengah masyarakat Maluku Utara yang berbasis pada empat […]

  • Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Muhamad Yudis Kamah
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Di tengah geliat pembangunan yang digadang-gadang membawa kesejahteraan, kampung sering kali dipandang sebagai wilayah tertinggal, identik dengan kekumuhan, konflik, dan ketertinggalan. Namun di balik stigma itu, kampung justru menjadi garda terdepan dalam mempertahankan ruang hidup dari berbagai bentuk ketidakadilan: penggusuran, bentrokan lahan, hingga perampasan wilayah adat. Ironisnya, ketika warga kampung mempertahankan haknya, respons yang muncul […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memberikan arahan saat melepas kontingen tinju Maluku Utara yang akan bertanding pada Kejuaraan Nasional di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (19/10/2025).

    Pelepasan Kontingen Tinju Maluku Utara Menuju Kejurnas 2025

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 19 Oktober 2025 — Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, secara resmi melepas kontingen tinju Maluku Utara yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional Tinju di Palu, Sulawesi Tengah. Acara pelepasan digelar secara sederhana namun khidmat, dihadiri oleh pengurus Pertina Maluku Utara serta para atlet dan pelatih. Dalam arahannya, KH. Sarbin Sehe menekankan […]

  • Source : Istimewa

    LBH Ansor Maluku Utara Desak Polda Hentikan Kriminalisasi 14 Warga Sagea–Kiya

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 298
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara secara resmi menyatakan sikap solidaritas terhadap LBH Marimoi dalam mengawal pendampingan hukum bagi 14 warga Desa Sagea dan Kiya, Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah. Warga tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan di kepolisian atas tuduhan merintangi aktivitas pertambangan. Ketua LBH Ansor Maluku Utara menegaskan bahwa pemanggilan […]

expand_less