Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 1.428
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Aku menemukan Tuhan bukan di mimbar yang gaduh, melainkan di simpul tajam antara iman, ilmu, dan amal. Di situlah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam menyalakan makna tauhid sebagai pusat gravitasi, kemanusiaan sebagai medan kerja, dan keadilan sosial sebagai faktor gerakan. Jika di baca dengan amat teliti NDP memiliki tiga poin penting yang perlu dipahami, yaitu monoteisme, individu, sosial-kemanusiaan, dari tiga hal inilah NDP sebagai mesin peradaban yang mendorong kedewasaan beragama dan keterbukaan lintas iman. Hal serupa yang di uraikan oleh Wahyuni dalam penelitinnya. Di titik inilah NDP menjadi strategi dan kerangka nilai yang membebaskan kader HMI dari mentalitas inferior menuju gerakan pembebasan.

Filsafat Islam menyediakan pisau bedah bagi pembaca NDP. Jika di baca dengan kerangka filsafat Islam, tauhid sebagai prinsip paling dasar dalam Islam, tidak hanya ungkapan teologi semata, justru lebih dari itu. Maka tauhid bila dibaca secara serius  selalu mengandung dimensi pembebasan yang paling radikal. Anda bisa memungkinkan untuk memahami bahwa pernyataan “Tiada Tuhan Selain Allah” bukan hanya kalimat ikatan dengan Islam, tetapi juga deklarasi menolak atas segala bentuk penindasan, dan tidak ada otoritas yang berhak menundukan manusia secara mutlak selain Tuhan.

Maka tauhid bukan proposisi beku melainkan etika radikal yang meruntuhkan segala “berhala” kekuasaan, identitas, dan kepentingan yang menuntut kepatuhan di luar Yang Esa. Olehnya itu, “radikal” di sini bukan tindakan fanstisme agama, tetapi kembali ke akar keesaan yang menolak kultus golongan.

Saya melihat Nurcholish Madjid melalui NDP menerjemahkan ini ke praksis kader, untuk menghubungkan antara iman yang berpikir, ilmu yang beramal, dan amal yang membebaskan. Pada saat yang sama NDP bukan dogma baru, melainkan hermeneutika imajinatif yang bergerak atas Al-Qur’an dan Sunnah dalam horizon keIndonesiaan.

Secara historis kelahiran HMI pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta, menandai bahwa tauhid tidak saja dimaknai sebagai identitas hamba dengan Tuhan yang diikat dalam etika agama, tetapi menurut saya Lafran Pane sadar betul bahwa tauhid harus keluar dipertaruhkan sebagai tenaga kemerdekaan dalam kerangka perjuangan yang diaktualisasikan lewat pemuda Islam (HMI), bukan sekadar identitas seremonial.

Untuk itu NDP bukan hanya menjadi kurikulum wajib perkaderan, tetapi melalui NDP menuntun kader membaca Indonesia, juga melihat posisi umat Islam dan HMI di tengah pergulatan konflik global yang tidak menentu saat ini. Pada satu bagian penting dalam isi NDP tentang konsep “Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) dan Keharusan Universal (Takdir)” dari bagian inilah terlihat jelas bahwa kebebasan manusia bukan dorongan nafsu untuk bertindak, melainkan kesanggupan moral dalam ikhtiar menuju dihadapan ketetapan Tuhan.

Meskipun NDP pernah diubah dan diperdebatkan dalam percakapan besar kader HMI, hal ini menunjukkan NDP hidup, dan ketika Kongres XXVII PB HMI di Depok (2010) mengembalikan NDP ke versi Cak Nur, itu bukan nostalgia, melainkan kritik epistemik terhadap formalisme yang mematikan daya kritis iman. Pada aspek praksis, riset Heryati & Rusdiana, 2018, menunjukkan NDP bekerja sebagai etos gerakan moral yang menolak ketidakadilan, menjaga damai, dan mengawal reformasi dan juga sebuah jihād al-nafs kolektif melawan korupsi dan kemunafikan struktural.

Di sini saya menemukan Tuhan bukan “di luar” sejarah, melainkan di dalam nalar yang bertauhid. NDP memaksa akal menyeberang dari sekadar benar-doktrinal ke benar-politik yakni adil. NDP menolak dua ekstrim radikal-religiositas yang memutihkan tirani dan aktivisme yang memerah tanpa pusat etik. Dengan memadukan ontologi tauhid dan antropologi khalifah, NDP menempatkan manusia sebagai subjek berpengetahuan yang memilih dan bertanggung jawab atas ilmu sebagai aql, amal sebagai adl. Ini sebabnya, NDP bukan “ilmu kaderisasi”, tetapi ilmu membongkar berhala, berhala fanatisme dalam beragama, fanatisme mazhab yang tidak menerimah pendapat orang lain, berhala angka indeks pembangunan yang tak menyentuh kebutuhan publik, berhala politik identitas yang menukar tauhid menjadi slogan, dan berhala menjual HMI kepada kekuasaan atas kepentingan perut dan mengabaikan tujuan Islam (komitmen keIslaman dan komitmen keIndonesiaan).

Sederhana saja saya katakan, jika Tuhan tidak lagi kita temukan dalam keberpihakan pada yang rintihan migran yang diusir, pekerja yang dieksploitasi, hak warga negara tidak diberikan, perampasan ruang hidup oleh negara-oligarki kepada rakyat kecil, dan bumi yang rusak atas kerakusan kekuasaan, mereka yang lapar di persimpangan jalan. Pada saat yang sama Islam menuntut kita untuk berpihak kepada mereka.

Maka secara tegas, kita tak sedang bertauhid, hanya sedang bersekutu dengan berhala-berhala baru. Dengan demikian, NDP menantang kita untuk membaca kembali agama dengan kekuatan logika, filsafat dan argumentasi yang rasional, untuk merumuskan ijtihad sosial. Karena itu NDP harus diajarkan bukan sebagai “kitab suci organisasi”, tetapi sebagai disiplin berpikir yang selalu siap diuji oleh realitas dan dikoreksi oleh nas-nas yang lebih terang.

Menemukan Tuhan lewat NDP karena ada ikatan yang transenden pada yang imanen-iman yang memerintah nalar, nalar yang menuntun amal, dan amal yang menguji iman. Di titik temu itulah teologi menjadi etika publik, dan etika publik kembali menjadi doa dan perlawanan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Harlah ke Tindakan Nyata: Ansor Tidore Gandeng Polisi Kawal Moderasi Beragama

    Dari Harlah ke Tindakan Nyata: Ansor Tidore Gandeng Polisi Kawal Moderasi Beragama

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Tidore, 24 April 2025 – Memperingati Harlah ke-91 GP Ansor, PC GP Ansor Tidore Kepulauan bersilaturahmi ke Polresta Tidore pada Kamis (24/4/2025) pukul 08.30 WIT. Kunjungan ini memperkuat sinergi antara pemuda Ansor dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan nilai kebangsaan. Rombongan dipimpin Kasatkorcab Banser Mustajam Harun. Plt. Wakapolresta Kompol Muhammad Jufri Dukomalamo, S.H., menerima mereka bersama […]

  • BEM UNIPAS Morotai Desak Polres Usut Dugaan Pelanggaran Lingkungan PT Intimkara

    BEM UNIPAS Morotai Desak Polres Usut Dugaan Pelanggaran Lingkungan PT Intimkara

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai secara resmi mendesak Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai untuk segera mengambil tindakan hukum terkait dugaan pelanggaran tata ruang dan lingkungan oleh PT Intimkara. Desakan ini muncul menyusul adanya pengakuan dari pihak perusahaan serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai bahwa aktivitas pembukaan […]

  • Source : Istimewa

    Hari Pers Nasional 2026: LBH Ansor Malut Soroti Tekanan Kekuasaan terhadap Jurnalis

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 232
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menegaskan bahwa pers harus tetap menjadi alat koreksi sosial dan penjaga kebenaran di tengah tekanan kekuasaan yang kian kompleks, Senin (9/2/2026). Momentum Hari Pers Nasional ini dinilai sebagai titik refleksi penting bagi demokrasi, khususnya dalam mengawal isu konflik agraria, lingkungan, dan korupsi di Maluku Utara. […]

  • Bonbu: Nikmati Keunikan Makanan Korea yang Modern di BSD

    Bonbu: Nikmati Keunikan Makanan Korea yang Modern di BSD

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram bonbu.id Berada di Ruko Tabespot G6/2, BSD, Bonbu adalah surga bagi para pencinta kuliner Korea. Dengan menyajikan makanan khas Korea yang dimodifikasi secara modern, Bonbu menggabungkan kelezatan tradisional dengan selera lokal. Tidak hanya menawarkan cita rasa yang autentik, Bonbu juga menghadirkan pengalaman kuliner yang berfokus pada kenyamanan, atau dikenal dengan istilah […]

  • Foto: Tangkapan layar video rekaman warga di Kelurahan Fitu, Ternate Selatan, 6 Januari 2026

    Hujan Deras Genangi Ruas Jalan di Ternate Selatan, Arus Lalu Lintas Terganggu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Ternate, Maluku Utara, pada Selasa (6/1/2026) sejak pukul 16.00 WIT hingga petang menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Ternate Selatan, khususnya di Kelurahan Fitu, tergenang banjir. Genangan air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa sempat menghambat arus lalu lintas. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

expand_less