Tiga Kampus Besar di Maluku Utara Gelar Sparing Debat Hukum, Bahas 21 Isu Strategis Nasional
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 120
- comment 0 komentar

Sumber foto : Istimewa
TERNATE (BALENGKO) – Tiga lembaga debat hukum dari universitas terkemuka di Provinsi Maluku Utara sukses menggelar kolaborasi akbar bertajuk “Sparing Debat Hukum 2026”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 15–19 Januari 2026 ini, bertujuan untuk mencetak generasi muda yang kritis dan peka terhadap dinamika ketatanegaraan nasional.
Kolaborasi ini melibatkan tiga organisasi kemahasiswaan, yakni Centre for Constitution and Debate Studies (CFDS) Universitas Khairun, Law Debate and Research Studies (LDRS) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), dan Constitutional Insight Academy (CIA) IAIN Ternate.
Rangkaian Kegiatan dan Lokasi
Rangkaian agenda dimulai pada Kamis (15/1) dengan sesi brainstorming teknis debat. Implementasi debat dilakukan secara bergilir di tiga kampus berbeda untuk mempererat kerja sama antarlembaga:
- Sabtu, 17 Januari: Pembukaan dan debat perdana di Gedung Rektorat UMMU.
- Minggu, 18 Januari: Debat lanjutan di Laboratorium Praktikum Peradilan IAIN Ternate.
- Senin, 19 Januari: Penutupan kegiatan di Ruang Video Conference Fakultas Hukum Universitas Khairun.
Fokus pada Isu Krusial
Sepanjang kegiatan, para peserta saling adu argumentasi terkait 21 mosi strategis. Isu yang diangkat mencakup persoalan hukum pidana, tata negara, hingga kebijakan publik yang sedang hangat di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah pembaruan sistem seleksi Hakim Konstitusi, wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD, penghapusan hukuman mati, hingga keberlakuan putusan Mahkamah Konstitusi dalam periode pemilu.
Ketua Panitia Pelaksana, Asrandi Ahmad, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah penting untuk menguji kapasitas intelektual mahasiswa hukum di Maluku Utara.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu mendorong lahirnya generasi muda yang responsif, progresif, dan berintegritas dalam merespons dinamika hukum nasional ke depan,” ujar Asrandi dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/1).
Apresiasi Kolaborasi
Asrandi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan UKM CFDS, LDRS, dan CIA atas komitmen mereka dalam menyatukan visi tiga kampus besar tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh lembaga menjadi kunci suksesnya kegiatan yang menitikberatkan pada solusi atas persoalan domestik ini.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin guna memperkuat posisi mahasiswa Maluku Utara dalam diskursus hukum di tingkat nasional.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Panitia penyelenggara

Saat ini belum ada komentar