Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mahasiswa dan Krisis Kepedulian Sampah: Lingkungan Kampus Masih Penuh Dengan Sampah

Mahasiswa dan Krisis Kepedulian Sampah: Lingkungan Kampus Masih Penuh Dengan Sampah

  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 494
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Lingkungan yang alami, aman dan nyaman selalu menjadi keinginan bagi setiap manusia, terutama dilingkungan kampus supaya Mahasiswa/i dalam melaksanakan berbagai aktivitas pembelajaran terutama dalam menghadapi isu lingkungan yang semakin hari berdampak. Mahasiswa merupakan Agen Perubahan serta generasi penerus bangsa, selalu dituntut untuk mampu membawa perubahan dimanapun berada, termasuk dilingkungan kampus itu sendiri.

Eksistensi kesadaran Mahasiswa sebagai masyarakat intlektual memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pelestari lingkungan Perguruan Tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat yang bersih, rapi serta peduli terhadap lingkungan sekitar seperti membuang sampah pada tempatnya. Namun kenyataannya masih sering dijumpa sebaliknya, sampah berserakan di berbagai sudut kampus, mulai dari halaman, sampai ke ruang kelas.

Mahasiswa dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan, meskipun tempat sampah telah disediakan di area kampus, sikap acuh tak acuh yang sering kali dilakukan Mahasiswa menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih belum sepenuhnya tertanam dalam pola pikir Mahasiswa. Selain itu, kurangnya sosialisasi serta edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar oleh pihak perguruan tinggi juga menjadi salah satu faktor penting terhadap rendahnya kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa seharusnya dapat mempengaruhi lingkungan, bukan dipengaruhi oleh lingkungan. Sehingga Mahasiswa harus berperan aktif dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang alami, aman serta nyaman untuk berbagai aktivitas akademis.

Persoalan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa justru Mahasiswa sebagai kaum intelektual masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan kampus?. Krisis kepedulian lingkungan inilah yang menjadi tantangan serius yang perlu segera diatasi oleh Perguruan Tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran Mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ketidakpedulian yang dilakukan oleh Mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kampus dapat memperlambat keefektivitasan dalam pembelajaran serta membuat lingkungan belajar menjadi tidak nyaman. Begitu pula sebaliknya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan mampu memberikan berbagai manfaat, antara lain proses belajar akan menjadi lebih efektif serta suasana belajar akan terasa lebih nyaman. Hal ini dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan merupakan aspek penting yang akan mempengaruhi kelancaran serta keberhasilan dalam aktivitas belajar dilingkungan Perguruan Tinggi. Untuk itu diperlukan perhatian khusus serta upaya mencari solusi efektif guna meningkatkan kesadaran Mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus, yang mungkin bersumber dari berbagai faktor, seperti pengaruh lingkungan pertemanan atau bahkan kurangnya rasa bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mengatasi krisis kepedulian terhadap lingkungan di kalangan Mahasiswa, diperlukan adanya pendekatan secara langsung oleh pihak Perguruan Tinggi serta berkelanjutan. Pertama, Perguruan Tinggi harus lebih aktif dalam mengadakan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya menjaga lingkungan. Seminar, workshop, serta kampanye lingkungan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran Mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan. Kedua, kampus perlu menyediakan fasilitas yang dapat mendukung perilaku ramah lingkungan, seperti tempat sampah terpilah, stasiun isi ulang air minum, serta sistem daur ulang yang efektif. Dengan adanya fasilitas yang memadai, Mahasiswa akan lebih mudah menerapkan kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun disisi lain Mahasiswa sendiri harus mengambil inisiatif untuk berubah, kesadaran untuk menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, serta berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, Mahasiswa dapat menjadi Agen Perubahan dalam menciptakan kampus yang bersih dan hijau.

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi foto : Ai

    Pisau Bermata Dua Media Sosial: Antara Promosi dan Ancaman “Viral” bagi UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Andika Putra Pratama Mahasiswa S1 Manajemen
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Media sosial kini bertransformasi menjadi panggung utama bagi pelaku usaha kecil. Dari warung makan sederhana hingga bisnis rumahan, platform digital menawarkan solusi promosi yang murah dengan jangkauan tanpa batas. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko besar yang sering kali diabaikan: risiko menjadi viral karena kesalahan. Di era yang serba cepat ini, satu kekhilafan kecil […]

  • Mahasiswa BEM Universitas Pasifik Unipas Morotai melakukan aksi penanaman mangrove di pesisir Pulau Dodola.

    Jaga Ekosistem Pesisir Pasifik, BEM Unipas Tanam Mangrove di Pulau Dodola

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 286
    • 0Komentar

    MOROTAI, BALENGKO SPACE – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pasifik (BEM Unipas) Morotai menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Pada Minggu (29/04/2026), gabungan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Unipas melaksanakan gerakan penanaman mangrove di pesisir pantai Pulau Dodola, Kabupaten Pulau Morotai. Aksi lingkungan ini melibatkan kolaborasi lintas fakultas, mulai dari BEM FKIP, BEM Teknik, BEM […]

  • Source : Istimewa

    SMIT Geruduk Mabes Polri, Laporkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 223
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur (SMIT) mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Jumat (13/2/2026). Massa menuntut penindakan tegas terhadap sindikat rokok ilegal yang dinilai telah merugikan negara dalam skala masif di wilayah Maluku Utara. Koordinator Lapangan SMIT, Valdo JR, mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi di lapangan, Pelabuhan Tobelo diduga kuat menjadi […]

  • Foto: PBSI dan HIMABIN Universitas Khairun melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). Sumber foto: Istimewa

    PBSI dan HIMABIN Unkhair Lepas 70 Mahasiswa Ikuti PPM di Desa Akesai

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Ternate, 10 Januari 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) Universitas Khairun secara resmi melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) yang akan bertugas di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). PPM merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi berbasis pengabdian kepada masyarakat […]

  • Kondisi mesin pompa air yang mengalami kerusakan di Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. (Sumber foto: Istimewa)

    Sebulan Mesin Pompa Rusak, Warga Desa Muhajirin Morotai Hidup dalam Kecemasan Akan Genangan Air

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) — Warga Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menyampaikan harapan agar kerusakan mesin pompa air di wilayah mereka dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mesin tersebut diketahui telah tidak berfungsi selama kurang lebih satu bulan terakhir dan dikhawatirkan dapat memicu genangan air, terutama saat curah hujan meningkat. Seorang warga berinisial […]

  • PKB Pulau Taliabu Apresiasi Terpilihnya Muhajrin Bailusy sebagai Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Sosok Visioner dan Perekat Alumni

    PKB Pulau Taliabu Apresiasi Terpilihnya Muhajrin Bailusy sebagai Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Sosok Visioner dan Perekat Alumni

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Pulau Taliabu (BALENGKO), — Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pulau Taliabu menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ketua DPC PKB Kota Ternate, Sahabat Muhajrin Bailusy, yang secara resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara periode 2025–2030. Ucapan ini disampaikan langsung […]

expand_less