Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » MTsN 1 Pulau Morotai Sukses Gelar Expo Seni Kelulusan dan Wisuda Tahfiz Angkatan II.

MTsN 1 Pulau Morotai Sukses Gelar Expo Seni Kelulusan dan Wisuda Tahfiz Angkatan II.

  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 240
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pulau Morotai sukses menyelenggarakan Expo Seni Kelulusan (Expo Art and Graduation) yang dirangkaikan dengan Wisuda Tahfiz Angkatan II Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut dihadiri oleh dewan guru, orang tua siswa, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai.

Ketua Panitia, Mukmin Hamsar, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja madrasah untuk menumbuhkan kreativitas siswa, mempererat silaturahmi, sekaligus wujud syukur atas selesainya proses pendidikan siswa kelas IX.

“Terima kasih kepada Kepala Madrasah, dewan guru, seluruh panitia, dan terutama para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh. Sebanyak 158 siswa yang terdiri atas 78 laki-laki dan 80 perempuan telah mengikuti seluruh rangkaian ujian. Kami berharap seluruh peserta dapat lulus dengan hasil terbaik,” ujar Mukmin

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pulau Morotai, Nursina Fete, mengapresiasi berbagai capaian yang berhasil diraih madrasah, baik di bidang akademik, seni, literasi, hingga kepramukaan.

“Alhamdulillah, MTsN 1 Pulau Morotai terus menunjukkan prestasi yang membanggakan. Di bidang kepramukaan, kita mampu mempertahankan juara pertama tingkat kabupaten. Sementara karya-karya yang dipamerkan hari ini merupakan hasil kreativitas murni siswa,” ungkap Nursina.

Pada kesempatan itu, Nursina juga mengklarifikasi mengapa jumlah peserta Wisuda Tahfiz tahun ini hanya berjumlah lima orang. Hal tersebut, tegasnya, bukan karena minimnya siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an, melainkan karena madrasah menerapkan standar kelulusan yang sangat ketat melalui proses tahsin dan evaluasi berjenjang.

“Kami berkomitmen bahwa yang diwisuda adalah mereka yang benar-benar memenuhi standar. Semua peserta harus melalui ujian tahsin dan penilaian ketat oleh ustaz-ustazah. Jika hafalan belum tuntas, meskipun hanya kurang satu atau dua surat, maka belum dapat mengikuti wisuda tahfiz,” tegas Nursina.

Langkah ini diambil demi menjaga kualitas lulusan sesuai arahan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara. “Yang paling penting bukan sekadar hafal, tetapi bagaimana bacaan Al-Qur’annya benar, karena itu menjadi dasar dalam beribadah, khususnya salat,” tambahnya.

Di hadapan orang tua murid, Nursina juga memohon maaf atas ketidaknyamanan aktivitas belajar selama lima bulan terakhir akibat proyek rehabilitasi total gedung madrasah. Namun, ia optimistis ke depan fasilitas MTsN 1 Pulau Morotai akan semakin prima, termasuk adanya rencana pemasangan AC di setiap ruang kelas.

Apresiasi tinggi juga datang dari Mukmin Ali, perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Pulau Morotai yang membidangi Pendidikan Islam (Pendis). Ia membawa kabar baik bahwa pemerintah berencana membangun gedung laboratorium dua lantai pada tahun depan untuk mendukung digitalisasi pendidikan di MTsN 1 Pulau Morotai.

Mukmin juga memaparkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi baca-tulis jenjang MI dan MTs di Pulau Morotai, meski kemampuan numerasi masih menjadi PR bersama.

Hebatnya lagi, MTsN 1 Pulau Morotai bersama MIN 2 Morotai disebut sebagai madrasah yang mendominasi perolehan medali emas di tingkat kabupaten dan siap melaju ke tingkat provinsi. Kedua madrasah ini juga terlibat dalam pemecahan Rekor MURI lewat aksi penulisan anafora yang melibatkan lebih dari 3.800 peserta madrasah se-Maluku Utara.

Menutup arahannya, Mukmin mengingatkan pentingnya membangun sinergi antara tiga unsur utama pendidikan: orang tua, guru, dan siswa. Keberhasilan pendidikan tidak bisa ditumpukan kepada sekolah semata.

“Pendidikan pertama dan utama itu ada di rumah. Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Guru bertugas mengajar di sekolah, dan siswa harus memiliki kesungguhan belajar. Ketika ketiga unsur ini berjalan bersama, keberhasilan pendidikan akan lebih mudah tercapai,” pesan Mukmin.

Ia juga meminta para siswa untuk selalu menghormati dan menjaga rida orang tua sebagai bekal utama masa depan.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para wisudawan tahfiz, penampilan seni dari siswa, serta sesi foto bersama yang penuh haru dan kebanggaan.

  • Penulis: Mujizad Mandea
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kekerasan Daycare Jogja

    Kasus Kekerasan Daycare Jogja: Praktisi Hukum Desak Polisi Gerak Cepat Lindungi Hak Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 141
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Mencuatnya dugaan Kasus Kekerasan Daycare Jogja yang melibatkan lebih dari satu korban memantik kekhawatiran publik. Praktisi hukum mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tidak setengah hati dalam mengusut tuntas perkara yang mencederai hak-hak anak tersebut. Ketua Bidang Hukum dan HAM PB PII sekaligus Advokat GRS Law Office, Gusti Rian […]

  • Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) saat menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/1/2026), mendesak tindak lanjut temuan BPK terkait anggaran Pemilu KPU Maluku Utara. (Sumber foto: Tangkapan layar video aksi)

    SEMAINDO Desak KPK Tindaklanjuti Temuan BPK soal Anggaran Pemilu KPU Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (5/1). Mereka mendesak KPK menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengelolaan anggaran Pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara. Aksi tersebut merujuk pada Laporan […]

  • KH. Sarbin Sehe, Wakil Gubernur Maluku Utara, dalam seminar Road to Go Public di Ternate 2025

    Tambang Bukan Segalanya: Aktivis PMII Yogyakarta Menanggapi Pemikiran Visioner Wagub Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Muzsta Oscar
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Baru-baru ini publik diramaikan dengan kabar yang cukup mencengangkan: pertumbuhan ekonomi Maluku Utara berhasil melesat hingga 32,09% (yoy) pada kuartal II 2025, menurut catatan Databoks yang bersumber dari Badan Pusat Statisik (BPS). Angka ini menempatkan Maluku Utara sebagai salah satu daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, di balik euforia tersebut, ada satu […]

  • Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Bayangkan sebuah kota yang setiap senjanya dipenuhi gema adzan, tetapi di saat yang sama langitnya diterangi bukan oleh cahaya magrib, melainkan kilatan ledakan. Analogi ini bukan sekadar retorika puitis, melainkan realitas yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. 

  • MAKLUMAT PERGERAKAN: Perwakilan Sahabat Peduli Marwah PMII, Abdul Haris Nepe (tengah), saat membacakan Maklumat Pergerakan di depan awak media di Jakarta, Senin (16/2/2026). Dalam maklumatnya, ia mengecam keras aksi vandalisme terhadap Sekretariat PB PMII dan mendesak pengurus pusat segera melakukan evaluasi total dalam waktu 3x24 jam demi menjaga marwah organisasi. Source : Istimewa

    Gugat Perusakan Sekretariat PB PMII, Abdul Haris Nepe Bacakan Maklumat “Selamatkan Marwah Organisasi”

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 747
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 16 Februari 2026 – Gelombang kekecewaan melanda kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di seluruh tanah air menyusul insiden perusakan Sekretariat Pengurus Besar (PB) PMII di Jakarta. Merespons situasi tersebut, Abdul Haris Nepe, mewakili Sahabat Peduli Marwah PMII, secara resmi membacakan “Maklumat Pergerakan” sebagai bentuk protes keras atas penghinaan terhadap simbol kedaulatan organisasi. […]

  • SEMAINDO desak dokumen hibah Gelora Kie Raha

    Polemik Gelora Kie Raha Memanas: SEMAINDO Desak Ungkap Dokumen Sah!

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 827
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Jakarta, 19 Agustus 2025 – Polemik kepemilikan Stadion Gelora Kie Raha (GKR) antara Pemkot Ternate dan Pemda Halmahera Barat kian memanas. Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halbar DKI Jakarta mendesak penyelesaian segera melalui jalur hukum. Ketua SEMAINDO Halbar DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, menilai perdebatan publik soal GKR sudah berlebihan. Ia menegaskan masalah ini […]

expand_less