Dampak Gempa Mbay Nagekeo M 7,7: BPBD NTT Catat 7.968 Rumah Warga Mengalami Kerusakan
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bangunan warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan pascadiguncang gempa bumi magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Dok. Antara)
BALENGKOSPACE.COM, KUPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan hingga Senin (17/8/2026) kemarin sebanyak 7.968 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Kenaikan angka kerusakan ini terbilang cukup signifikan dibandingkan laporan situasi pada 15 Agustus 2026 yang baru mencatat 1.639 rumah rusak. Dalam dua hari, jumlah kerusakan membengkak lebih dari empat kali lipat.
Dilansir dari Antara, Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani memberikan rincian data terbaru tersebut dalam laporan resminya di Kupang.
“Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah,” kata Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani dalam laporannya yang diterima di Kupang, Selasa (18/8/2026).
744 Fasilitas Umum dan Infrastruktur Ikut Terdampak Gempa
Selain pemukiman warga, gempa tektonik tersebut juga meluluhlantakkan sektor infrastruktur publik. Jumlah fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur yang mengalami kerusakan melonjak tajam dari 163 unit pada laporan sebelumnya menjadi 744 unit.
Dikutip dari Antara, Mahadin Sibarani menegaskan bahwa seluruh rincian angka yang terkumpul saat ini masih bersifat pendataan sementara dan berpotensi terus berkembang sesuai fakta lapangan.
“Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan,” ujarnya.
Perluasan Wilayah Pendataan BPBD NTT di Kabupaten Terdampak
Tingginya lonjakan data kerusakan dalam rentang waktu singkat ini dipicu oleh jangkauan pendataan tim lapangan yang semakin meluas hingga ke pelosok daerah bencana, meliputi Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.
Seperti dikutip dari Antara, Mahadin menjelaskan bahwa tim reaksi cepat terus menyisir area terdampak untuk memastikan validitas data teknis bangunan.
“Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” ujarnya.
(BS/Red)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Bedaksi Balengko Space
- Sumber: ANTARA

Saat ini belum ada komentar