Hadir di Jogja Fashion Week 2026, Ketua Dekranasda Malut Rusni Sarbin Bidik Potensi UMKM Daerah
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 55
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Utara Ny. Rusni Sarbin saat menghadiri pembukaan Jogja Fashion Week 2026 di Gedung JEC Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). (Foto: Dok. Balengko Space)
BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Ajang perhelatan mode bergengsi tahunan, Jogja Fashion Week (JFW) 2026 bertajuk “Roots to Resonance”, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Kamis (13/08/2026).
Acara tidak hanya dihadiri oleh pejabat dan pelaku industri mode dari Pulau Jawa, tetapi juga menyedot perhatian jajaran pemangku kebijakan luar daerah. Salah satu tamu penting yang hadir langsung dalam pembukaan tersebut adalah Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku Utara sekaligus Istri Wakil Gubernur Maluku Utara, Ny. Rusni Sarbin.
Kehadiran Ny. Rusni Sarbin di Yogyakarta bertujuan untuk melihat secara dekat gelaran akbar industri kreatif tersebut sekaligus menyerap inspirasi dari pengembangan karya berbasis tradisi, rancangan busana lokal, hingga inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipamerkan. Menurutnya, pameran produk UMKM di JFW 2026 sangat kreatif, inovatif, serta memiliki nilai jual tinggi yang layak diadopsi untuk pengembangan UMKM di Maluku Utara.

Ruang Perjumpaan Tradisi dan Jejaring Global
Rangkaian pembukaan diawali dengan pagelaran fashion show yang memukau, dilanjutkan dengan peninjauan arena pameran oleh KGPAA Paku Alam X bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY dan tamu kehormatan.
Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X menegaskan bahwa Jogja Fashion Week merupakan perwujudan konkret dari perkembangan kreativitas dan industri fashion yang bergerak dinamis.
“Yogyakarta tumbuh dari kebudayaan yang terus bergerak. Tradisi di sini tidak disimpan sebagai peninggalan yang beku, tetapi diwariskan melalui laku, pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk mencipta. Dalam dunia fashion, warisan itu memperoleh bentuk baru melalui motif, serat, warna, rancangan, dan cerita yang membawa jejak identitas Yogyakarta,” ujar KGPAA Paku Alam X.
Ia menambahkan, tema Roots to Resonance mengandung pesan kuat bahwa kekuatan daerah terletak pada kemampuan mengolah akar budaya menjadi karya yang autentik, adaptif terhadap teknologi, dan relevan dengan selera pasar global.
“Dari Yogyakarta, mari kita buktikan karya yang tertanam kuat justru mampu menggema semakin jauh,” tandasnya.
Inspirasi Pengembangan Industri Kreatif Maluku Utara

Kehadiran jajaran Dekranasda Maluku Utara dalam ajang kelas nasional seperti JFW 2026 menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal di bumi Moloku Kie Raha. Berbagai produk mode berbahan Wastra Nusantara serta produk kriya UMKM yang dipamerkan menjadi tolok ukur bernilai tinggi untuk mendorong perajin lokal Maluku Utara agar semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
(BS/Red)
- Penulis: Mustakim
- Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar