Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
  • visibility 587
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ilustrasi : Pexels

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, generasi muda kini lebih mudah memiliki akses atas apa yang mereka inginkan. Meskipun banyak yang hidup dengan keterbatasan ekonomi, hal tersebut tak selalu menghentikan mereka untuk memenuhi keinginan pribadi, terutama keinginan akan pengakuan dan pujian dari lingkungan sosial mereka. Untuk itu, banyak yang akhirnya memilih jalan pintas, termasuk prostitusi, sebagai cara untuk mendapatkan uang dalam memenuhi keinginan mereka.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998), prostitusi diartikan sebagai kesepakatan antara seorang pria dan wanita untuk melakukan hubungan seksual, di mana pihak pria membayar sejumlah uang sebagai kompensasi. Praktik ini umumnya dilakukan di tempat-tempat tertentu seperti lokalisasi atau hotel, sesuai dengan kesepakatan kedua pihak.

Secara etimologis, kata prostitusi berasal dari bahasa Inggris “prostitute” yang berarti pelacuran dan juga dari bahasa Latin “pro-stituere”, yang berarti membiarkan diri berbuat zina atau persundalan. Prostitusi, pada dasarnya, adalah tindakan menjual jasa seksual dengan imbalan tertentu.

Fenomena prostitusi, terutama di kalangan remaja, kini menjadi perhatian global. Di lansir dari UMI Medical Journal, sekitar 2 juta anak di dunia dieksploitasi secara seksual setiap tahunnya. Di Asia, diperkirakan ada antara 250.000 hingga 400.000 pekerja seks komersial (PSK), yang merupakan sekitar 30% dari angka global. Di Indonesia, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (2019) mencatat terdapat 230.000 PSK pada tahun 2019, dengan mayoritas berusia antara 17 hingga 25 tahun, tersebar di 168 lokasi.

Faktor-Faktor yang mendorong seseorang terlibat dalam prostitusi

Berikut ini adalah beberapa Faktor yang mendorong seseorang terlibat dalam prostitusi menurut Koentjoro (2004), antara lain:

  1. Materialisme: Keinginan untuk memiliki kekayaan sering kali membuat seseorang rela menghalalkan segala cara, termasuk terjun ke dunia prostitusi, yang dianggap sebagai cara cepat untuk memenuhi kebutuhan materi.
  2. Modeling: Banyaknya contoh sukses dari PSK yang berhasil mengumpulkan kekayaan membuat mereka menjadi model yang ditiru oleh orang lain. Keberhasilan materi ini memotivasi orang untuk mengikuti jejak mereka.
  3. Dukungan Orangtua: Dalam beberapa kasus, orangtua yang seharusnya menjadi pelindung justru mendukung anak perempuan mereka untuk terjun ke dunia prostitusi, demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga atau keinginan materi. Bahkan, ada yang memaksa anak mereka mengikuti jejak profesi ini.
  4. Lingkungan yang Permisif: Lingkungan sosial yang tidak memberikan kontrol yang cukup terhadap perilaku masyarakat dapat mendorong berkembangnya prostitusi. Jika lingkungan sekitar cenderung permisif terhadap pelacuran, praktik ini akan semakin meluas.
  5. Faktor Ekonomi: Keterbatasan ekonomi, baik karena kemiskinan maupun kebutuhan mendesak lainnya, sering kali menjadi alasan seseorang terjebak dalam prostitusi. Mereka melihatnya sebagai jalan untuk bertahan hidup dan meningkatkan taraf hidup.

Dengan berbagai faktor tersebut, prostitusi bukan hanya masalah individu, melainkan juga masalah sosial yang kompleks. Untuk mengurangi angka prostitusi, dibutuhkan upaya bersama dari masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak terkait dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan memberdayakan para korban untuk keluar dari jeratan ini.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Penulis: Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai.

    GURU ADALAH PELOPOR KEMAJUAN BANGSA

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai
    • visibility 182
    • 0Komentar

    E ksistensi suatu bangsa tidak pernah ditentukan semata-mata oleh kekayaan alam yang melimpah atau kekuatan militer yang hegemonik. Jauh di lubuk eksistensinya, keberlanjutan dan kejayaan sebuah negara bangsa (nation-state) sangat bergantung pada kualitas manusia yang mendiaminya. Dalam konteks ini, pendidikan tampil sebagai konduktor utama yang mengarahkan simfoni kemajuan tersebut. Dan di garda terdepan dari seluruh […]

  • Mahasiswa KKSD UMMU Kelompok 5 Desa Woda resmi memulai masa pengabdian masyarakat. Rencana program kerja disepakati lewat rapat koordinasi bersama pemdes.

    KKSD UMMU Kelompok 5 Desa Woda Siap Jalankan Pengabdian

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 323
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TIDORE – Komitmen pengabdian dan pengejawantahan catur dharma perguruan tinggi mulai digulirkan oleh rumpun mahasiswa Muhammadiyah di daratan Oba. Mahasiswa Kuliah Kerja Sosial dan Dakwah (KKSD UMMU Kelompok 5 Desa Woda) secara resmi memulai rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Woda, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Selasa (19/05/2026). Langkah awal pengabdian ini ditandai […]

  • KETUA FATAYAT NU CABANG TIDORE

    Astuti Ardenan Terpilih Jadi Ketua Fatayat NU Tidore, Fokus Isu Perempuan dan Anak

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.644
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TIDORE – Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Tidore resmi menetapkan Astuti Ardenan sebagai Ketua Umum periode 2025–2030. Pemilihan berlangsung pada Minggu (3/8/2025) di Kedai Sahabat, kawasan Pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepulauan. Astuti terpilih setelah mengantongi rekomendasi dari tujuh ranting Fatayat NU yang tersebar di delapan kecamatan di wilayah Tidore Kepulauan. Satu ranting lainnya […]

  • Foto: PBSI dan HIMABIN Universitas Khairun melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). Sumber foto: Istimewa

    PBSI dan HIMABIN Unkhair Lepas 70 Mahasiswa Ikuti PPM di Desa Akesai

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 918
    • 0Komentar

    Ternate, 10 Januari 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) Universitas Khairun secara resmi melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) yang akan bertugas di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). PPM merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi berbasis pengabdian kepada masyarakat […]

  • Source : Istimewa

    Sering Padam, DPRD Desak PLN Evaluasi Layanan dan Ingatkan Hak Ganti Rugi Konsumen

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 394
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO SPACE) – Kualitas pelayanan PT PLN (Persero) kembali menjadi sorotan tajam. Ketua Fraksi KNN DPRD, Moh. Akbar Mangoda, angkat bicara mengenai banyaknya keluhan masyarakat terkait gangguan pasokan listrik yang terus berulang. Menurutnya, listrik kini bukan lagi sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi secara maksimal. Akbar menegaskan bahwa persoalan pemadaman listrik […]

  • Tim PMR MAN Insan Cendekia Halbar menerima penghargaan Juara 1 Gebyar PMR & KSR se-Maluku Utara.

    Kerja Keras Berbuah Manis, PMR MAN IC Halbar Tampil sebagai Juara 1 Terbaik

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Halmahera Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim Palang Merah Remaja (PMR) mereka meraih Juara 1 Terbaik dalam ajang Gebyar PMR & KSR se-Provinsi Maluku Utara yang berlangsung pada 18–21 September 2025. Perlombaan ini digelar oleh PMI Provinsi Maluku Utara untuk memperingati HUT PMI ke-80. Sebanyak […]

expand_less