ARGUMEN TITIK TEMU AGAMA-AGAMA
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar

[Kajin Tafsir Maudhu’i] Oleh: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara Gambar Ilustrasi : Indonesiana.id
Adalah membahas untuk menemukan dasar argumennya perihal titik temu-nuqthatu al-liqa’ akar konflik antara Israel dan Palestina yang sampai hari ini masih saja terjadi. Kita jadikan upaya maksimal sebagai dasar yang kuat secara teologi agar terciptanya sebuah hubungan perdamaian dan keselamatan yang hakiki antara Israel dan Palestina, karena ini adalah konflik etnik Yahudi dan etnik Arab-bukan konflik agama-agama. Dan lebih luas lagi bahwa apakah eksistensi ketiga agama samawi-Islam, Kristen dan Yahudi di wilayah Palestina-Yerussalem dapat hidup dalam kedamaian-ukhuwwah wathaniyyah-persaudaraan sesama warga bangsa-nation state menuju pada prinsip-prinsip perdamaian di muka bumi. Untuk menemukan titik temu agama-agama tersebut sebagaimana yang akan dijelaskan oleh penulis dalam QS. Alu-‘Imran ayat 64:
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ.
Artinya: “Katakanlah-Nabi Muhammad, “Wahai Ahlulkitab, marilah kita menuju pada satu kalimat-pegangan yang sama antara kami dan kamu, yakni kita tidak menyembah selain Allah-Islam, kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun-Kristen, dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah-Yahudi” Jika mereka berpaling, katakanlah-kepada mereka, “Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.”
Setiap ada ayat dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan ungkapan, ‘Yaa Ahl al-Kitaabi’, dan‘Yaa ayyuhallazdiina aamanuu’ ini adalah ungkapan yang lex specialis-panggilan dengan bahasa mesra-cinta dan penuh kasih sayang dari Tuhan-Allah Swt kepada penganut agama semit; utamanya Islam, Kristen, dan Yahudi-agama Abrahamic sebagai agama monoteistik-penganut satu Tuhan saja. Memahami ayat ini yakni pada frasa kalimat ‘ta’alau’ bermakna sebuah ajakan kepada para pihak, mari kita menuju ke maqam yang lebih ‘tinggi’-menjunjung tinggi-menghromati-mengagungkan kepada ‘kalimatun sawa’’ sehingga dapat dimaknai sebagai titik temu perjumpaan agama Islam, Kristen dan Yahudi pada satu titik perjumpaan yang sangat tinggi derajatnya. Karena secara bahasa yang dimaksud dengan “kalimatun sawa’’ adalah ‘nuhtqun mufhim’ yakni sebagai ungkapan yang saling dipahami-adanya kesepakatan bulat-resolusi-MoU yang saling dimengerti secara terbuka-makna lainnya adalah ‘jirahah’ yaitu pemeliharaan atas nilai-nilai yang sama terhadap ungkapan kesepakatan antara Islam, Kristen, dan Yahudi. Mereka saling mengerti dan diikuti secara bersama-sama atas hak kepemilikan satu visi, misi dan tujuan yang sama sebagai ‘ummatan waahidatan’.
- Penulis: Oleh: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar