Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » ARGUMEN TITIK TEMU AGAMA-AGAMA

ARGUMEN TITIK TEMU AGAMA-AGAMA

  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 566
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Semua agama Samawi-Islam, Kristen, dan Yahudi mengkalim dirinya paling dekat dengan kepercayaan-millah Ibrahim. Jika kitab injil memberikan predikat righteous-orang yang berbudi, Al-Qur’an menyebutnya sebagai yang hanif, yang tulus, dan cenderung pada kebenaran-rujuk pada QS. Alu ‘Imran [3]: 67-68, “Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik. “Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya, dan Nabi ini-Muhammad, dan orang yang beriman, Allah adalah pelindung orang-orang beriman”. Klaim kepemilikan Ibrahim sebagai patriarch-Bapak monoteisme oleh agama Kristen dan Yahudi tidaklah kuat argumennya, karena Al-Qur’an hanyalah menawarkan solusi pertikaian klaim tersebut secara simpatik-yaitu pencarian “titik temu”-‘kalimatun sawa’ diantara mereka pada satu rumusan; “agama Ibrahim yang meng-Esakan Tuhan”-rujuklah pada QS. Alu ‘Imran [3]: 64. Mengutip kembali pendapatnya Said Aqil, pada hakikatnya semua agama memiliki kesempurnaan, karena ia menyimpan serta membawa visi dan misi ilahiah yang berkenaan dengan capain-capaian kesempurnaa manusia, baik individu maupun sosial. Menurutnya, puncak setiap agama di tengah situasi masyarakat memang mebutuhkan pencerahan sehingga mampu membentuk ideal individu dan masyarakat par excellence. Oleh karena itu, dalam konteks ini saja sebenarnya dapat disimpulkan tentang tidak adanya perbedaan yang distingtif antar agama. Semua agama sama-sama berkehendak secara mulia untuk membawa manusia pada tingkat kualitas yang lebih tinggi dan membebaskan manusia dari keterperosokan akibat kesalahan dalam menentukan langkahnya. Jadi, semua agama mempunyai kekuatan transformatif sebagai bentuk pengejawantahan dari misi profetis yang memang tersimpan lekat dalam eksistensi agama.

 Menurut Fadhullah kata “Islam” dalam QS. Alu ‘Imran [3]:85, “dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi”, disini bukanlah arti agama Islam secara isthilahi, bukan pula pengertian Islam sebagai agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Menurutnya, makna frasa “Islam” yang dimaksud disini adalah pengertian Islam secara “umum” yang meliputi semua risalah langit-agama Samawi, karena semua agama-Nasrani, Majusi, Shaabi’in, dan Yahudi dalam Al-Qur’an adalah mengandung substansi Islam. Maka, agama Nasrani adalah Islam dan agama Yahudi adalah Islam dalam konteks sosiologis. Dengan demikian, QS. Alu ‘Imran [3]:85 sama sekali tidak menganulir ayat-ayat pluralisme sebagaimana anggapan sebagian mufassir. Lebih lanjut, Fadhullah mengemukakan beberapa ayat-ayat Al-Qur’an yang memperkuat argumennya, di antaranya QS. al-Baqarah [2]: 131-132, “ingatlah ketika Tuhan berfirman kepadanya-Ibrahim, berserah dirilah, Ibrahim menjawab, Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam”. Dan Ibrahim mewasiatkan-ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub, wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”. Dalam ayat tersebut Tuhan memerintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’kub untuk ber-Islam. Kedua Nabi tersebut bahkan berwasiat kepada anak-anak keturunannya agar menjadi orang-orang Islam. Di sini kata “Islam” sudah disebutkan jauh sebelum lahirnya Nabi Muhammad Saw. Dengan sendirinya argumen tentang ‘abrogasi’ ayat perihal pluralisme terbantahkan.

Ketika Islam Ahlussunnah wal jama’ah masuk di Indonesia, maka Aswaja ini mengambil ‘posisioning’ ditengah-tengah-tawassuth-Islam moderat. Aswaja menempati dirinya persis ditengah pada dua arus besar gerakan Islam, yakni arus gerakan puritanisme Islam-permurnian ajaran Islam dan gerakan tajdid Islam-pembahruan Islam di Indonesia. Maka yang dimaksud dengan jalan tengah yang dipilih oleh Aswaja adalah ‘al-muhafadzah ‘ala al-qadimish shalih wa al-‘akhzdu bil al-jadid al-shaalih’-memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil kebiasaan-budaya baru yang lebih baik. Gerakan puritanisme Islam adalah personifikasi dari gerakan wahabisme Islam di Indonesia yang getol dan ngotot habis-habisan untuk memurnikan ajaran Islam dari perilaku khurafat dan tahayyul-kepercayaan pada hal mistis dan mitos. Sedangkan gerakan tajdid al-Islam-pembaharuan dalam Islam yang hanya berteriak kencang sampai suaranya habis agar kembali pada ajaran Islam murni berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan demikian, ketika saya, anda dan kita membaca-iqra’ bismi rabbika terhadap objek apa saja di bumi tanpa bacaan kita itu dirangkaikan dengan menyebutkan nama Tuhan-Allah Swt, maka kita akan menjadi orang yang sekuler-sosialis-komunis. Begitu pula ketika kita membaca-iqra’ bismi rabbika pada objek bacaan apa saja di bumi yang hanya menyebutkan nama Tuhan saja dalam bacaan kita tanpa menyebutkan nama Allah Swt maka bacaan orang itu akan menjadi bacaannya ISIS, teroris, radikalis, dan pastinya bacaan HAMAS. Dengan demikian, bahwa memaknai ‘kalimatun sawa’ di Indonesia itulah yang disebut dengan lima dasar-‘al-mabaadiu al-khamsatu’ yakni PANCASILA sebagai titik perjumpaan bagi enam agama resmi yang hidup sangat akrab sebagai citizen di Indonesia.

Oleh karena itu, bahwa dalam ajaran agama-agama itu di Indonesia sejatinya merupakan kumpulan dari tata nilai ilahiah yang luhur dan agung. Tata nilai-value sistem yang diturunkan oleh Tuhan Pencipta Alam semesta kepada makhluk-Nya untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Penerapan tata nilai luhur dari ajaran agama-agama tersebut, memberikan peran yang sangat besar dalam pembangunan akhlak mulia dan pearadaban umat manusia yang agung. Maka menjadi kewajiban saya, anda dan kita semua sebagai warga negara-citizen, untuk terus memberikan pencerahan, pendekatan, dan pendidikan bagi semua warga bangsa terhadap pemahaman yang paling hakiki dari ajaran agama-agamanya. Sebab, tidak ada satu pun agama di Indonesia yang mengajarkan perihal kekerasan apalagi terorisme bagi para penganutnya. Tidak ada satu pun agama yang membolehkan radikalisasi pemahaman agama-agama di Indonesia. Dengan demikian, bahwa tindakan kekerasan dapat muncul di kalangan semua agama-agama. Apakah dalam agama Islam, Kristen, Yahudi, atau kelompok bangsa dan ras mana saja di dunia seringkali dengan mengatasnamakan ajaran agamanya untuk kepentingan politik, justru itu merupakan perbuatan yang merusak ajaran agamanya. Demikian tulisan ini semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Oleh: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi nyata HMP Pascasarjana UGM Tanam Mangrove sebanyak 1.000 bibit di Jangkaran, Kulon Progo demi menekan laju abrasi dan krisis iklim global.

    HMP Pascasarjana UGM Tanam Mangrove di Pesisir Kulon Progo

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 266
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, KULON PROGO – Di tengah meningkatnya ancaman abrasi pantai dan hantaman krisis iklim di pesisir selatan Yogyakarta, aksi nyata restorasi lingkungan dideklarasikan oleh elemen akademisi. Ratusan mahasiswa, pelajar, penggerak komunitas, dan warga lokal turun langsung mengawal agenda HMP Pascasarjana UGM Tanam Mangrove sebanyak 1.000 bibit di kawasan pesisir Jangkaran, Kulon Progo, Sabtu (24/05/2026). […]

  • Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun atas instruksi Presiden Prabowo.

    Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas Jadi Rp268 Triliun

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 252
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah mengejutkan terkait pendanaan program prioritas nasional. Kebijakan fiskal terbaru menetapkan Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Dipangkas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pagu program andalan tersebut diciutkan dari rencana semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Keputusan krusial ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, […]

  • Dugaan illegal logging CV Anugerah Empat Mandiri di hutan Sula

    Dugaan Illegal Logging di Sula, LBH PB PMII Desak Pencabutan Izin CV AEM

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 2 April 2026 – Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (LBH PB PMII) mengecam dugaan praktik illegal logging oleh CV Anugerah Empat Mandiri (AEM) di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Perusahaan tersebut diduga melakukan penebangan kayu di luar area izin, berdasarkan hasil investigasi PC PMII Kepulauan Sula dan laporan masyarakat. […]

  • REKONSILIASI DAN KONSOLIDASI IKA PMII  UNTUK MALUKU UTARA BANGKIT, INDONESIA MAJU

    REKONSILIASI DAN KONSOLIDASI IKA PMII UNTUK MALUKU UTARA BANGKIT, INDONESIA MAJU

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 1.701
    • 0Komentar

    Saatnya membangun komitmen rekonsiliasi dan konsolidasi jam’iyyah yang kuat untuk bergerak bersama IKA PMII untuk berkolaborasi dengan pemerintahan Provinsi Maluku Utara dalam membangun Maluku Utara bangkit. Maka sekarang dan selanjutnya IKA PMII Maluku Utara tidak mengenal lelah dalam berkiprah memberikan yang terbaik untuk Maluku Utara bangkit. Karena IKA PMII Maluku Utara merupakan ikatan alumni kuat, […]

  • Dokumentasi Panen Jagung SMKN 4 Tidore oleh Wakil Gubernur Maluku Utara di Tayawe. Play Button

    Sinergi Vokasi: Wagub Sarbin Sehe dan Kadikbud Malut Panen 2 Ton Jagung di SMKN 4 Tikep

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 370
    • 0Komentar

    TIDORE, BALENGKO SPACE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengintegrasikan sektor pendidikan vokasi. Langkah ini selaras dengan visi kemandirian bangsa yang diperkuat melalui tiga regulasi terbaru Presiden Prabowo Subianto, yakni Perpres Nomor 14 Tahun 2026, Inpres Nomor 2 Tahun 2026, serta Inpres Nomor 3 Tahun 2026. Sebagai aksi nyata di […]

  • DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Aktivitas pembukaan lahan seluas 2 hektare di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, menuai sorotan. Meski alat berat sudah beroperasi untuk penggalian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai mengaku belum turun ke lapangan maupun memeriksa dokumen lingkungan kegiatan tersebut. Kepala DLH Pulau Morotai, Djasmin Taher, menyebut pihaknya baru menerima informasi bahwa lahan itu akan dipakai […]

expand_less