ARGUMEN TITIK TEMU AGAMA-AGAMA
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- visibility 257
- comment 0 komentar
- print Cetak

[Kajin Tafsir Maudhu’i] Oleh: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara Gambar Ilustrasi : Indonesiana.id
Pada QS. Alu-‘Imran [3] ayat 64 memiliki sabab al-nuzul-background yang telah melatar belakangi diturunkan ayat tersebut kepada Nabi Muhamma Saw. Maka paling tidak ada dua kasus tertentu, pertama ayat ini turun menceritakan kasuistik orang-orang Nasrani Najran-Kristen yang berasal dari Yaman terkait dengan sikap mereka kepada Nabi Muhammad Saw dan, kedua, ayat ini turun sehubungan dengan orang-orang Yahudi yang bermukim di Madinah yang hidup se-zaman dengan Nabi Muhammad Saw-mereka sangat banyak jumlahnya-kualitasnya. Kemudian orang-orang Yahudi ini yang berperang dengan umat Islam pada peperangan Khaibar yang dipimpin oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sehingga khalifah Ali pun dijuluki dengan gelar ‘faatihul khaibar’-sang penakluk perang Khaibar.
Memahami ungkapan kita tidak menyembah Tuhan selain Allah berarti ini adalah model sesembahan agama Islam. Ada yang percaya bahwa Yesus adalah anaknya Allah berarti ini merupakan kepercayaan yang dianut agama Kristen. Ada yang mengatakan bahwa ‘Uzair itu anaknya Allah berarti ini adalah model kepercayaan yang dianut oleh agama Yahudi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa agama Islam, Nasrani, dan Yahudi adalah sama-sama agama yang bertemu pada kalimatun sawa’ yakni ‘laa ilaaha illallah’-tiada tuhan kecuali Tuhan. Namun, terdapat perbedaan dan persamaan pada fungsinya dalam agama-agama itu, Islam adalah agama dakwah-mengajak untuk menyembah kepada Tuhan-Allah Swt. Kristen adalah agama misionarisme-paham untuk disebarkan sebagai ajaran agama Kristen. Antara agama Islam dengan Kristen substansinya sama sebagai agama misionaris. Sedangkan Yahudi adalah agama ekslusif bukan agama dakwah-misionarisme-agamanya tidak disebar-luaskan-agama orang dalam Yahudi. Jadi, saya, anda dan kita semua tidak perlu takut dengan agama Yahudi karena kita tidak akan pernah di Yahudikan kawan!
Ada hal yang menarik kita jumpai pada orang-orang Nasrani Najran yang kemudian tertarik untuk masuk Islam di hadapan Nabi Muhammad Saw. Karena Nabi Saw membuka saluran diskusi-dialog-berdialektika kepada mereka secara terbuka-insklusif. Maka ada dua orang Kristen Najran yang berkeinginan untuk masuk Islam. Tapi oleh Nabi Muhammad Saw berkata kepada dua orang itu, agar kembali memikirkan keinginannya-anda jangan tergesa-gesa dulu untuk masuk Islam. Kemudian Nabi Saw berkata begini, “boleh jadi agama Nasrani kalian yang benar dan boleh jadi agama Islam kami yang salah. Dan boleh jadi agama Islam kami yang benar, dan boleh jadi agama Nasrani kalian yang salah”. Ungkapan Nabi Saw ini sangat populer-viral sehingga direportase langsung oleh Al-Qur’an yakni, ‘qul inaa aw iyyaakum la‘alaa hudan aw fii dhalaalin mubiin’-katakanlah wahai Muhammad kepada mereka bahwa mungkin agama kalian yang benar, anda jangan masuk Islam dulu, tapi anda pelajarilah Islam.
- Penulis: Oleh: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar