BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY, BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI
- calendar_month Rab, 22 Okt 2025
- visibility 819
- comment 0 komentar

Pertemuan hangat antara Ketua Umum HIPPMAMORO Yogyakarta sekaligus Koordinator Umum Forum BEM DIY dengan Dr. Firman Jaya Daeli, mantan anggota DPR RI/MPR RI, menjadi ruang dialog seputar kepemimpinan dan peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa. Sumber foto : Istimewa
Pertemuan antara Dr. Firman Jaya Daeli, S.H., M.H., seorang tokoh nasional yang dikenal dengan pandangan kenegarawanan dan pengalaman panjang sebagai mantan anggota DPR RI dan MPR RI, bersama Faturahman Djaguna, Koordinator Umum Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga putra daerah Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi ruang diskusi strategis yang sarat makna tentang arah pembangunan dan dinamika politik daerah. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, keduanya membedah realitas Morotai dalam tiga bingkai besar, geopolitik, geostrategis, dan geoekonomi, serta melahirkan kritik tajam terhadap arah kepemimpinan daerah yang dinilai kehilangan arah dan kepekaan terhadap persoalan rakyat.
Secara geopolitik Pulau Morotai memiliki posisi yang amat penting di garis depan wilayah kedaulatan Indonesia. Pulau ini menjadi gerbang timur Indonesia di Samudra Pasifik dan berbatasan langsung dengan Filipina, menjadikannya titik strategis dalam menjaga pertahanan nasional sekaligus hubungan antarnegara di kawasan Pasifik Barat. Dr. Firman Jaya Daeli menekankan bahwa Morotai tidak boleh hanya dipandang sebagai daerah administratif di Maluku Utara, tetapi sebagai wilayah penyangga pertahanan dan diplomasi negara. Morotai semestinya menjadi pusat aktivitas strategis nasional dalam bidang maritim, perikanan, dan pertahanan laut. Namun dalam praktiknya, potensi geopolitik tersebut masih diabaikan, baik oleh pemerintah pusat maupun oleh pemerintah daerah sendiri. Visi pembangunan yang seharusnya berbasis geopolitik belum pernah terwujud secara sistematis dalam kebijakan publik daerah.
Dari aspek geostrategis Morotai menyimpan warisan historis sebagai pangkalan militer Sekutu pada masa Perang Dunia II simbol bahwa sejak dahulu, wilayah ini memegang peran vital dalam percaturan global. Namun pasca kemerdekaan, Morotai seperti kehilangan narasi strategisnya. Menurut Faturahman Djaguna, pemerintah daerah belum mampu membaca posisi dan peluang strategis ini. Pembangunan yang dijalankan masih bersifat jangka pendek, tanpa peta jalan jangka panjang yang menempatkan Morotai sebagai simpul strategis di kawasan timur Indonesia. Ia menegaskan, “Pemimpin daerah hanya mengelola wilayah, bukan memimpin masa depan. Padahal, Morotai punya sejarah dan letak yang tidak semua daerah miliki.”
- Penulis: Faturahman Djaguna
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Faturahman Djaguna

Saat ini belum ada komentar