Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 1.220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Fatur juga menyoroti persoalan konflik nelayan yang hingga kini tidak pernah benar-benar diselesaikan oleh pemerintah daerah. Konflik tersebut muncul akibat tumpang tindih wilayah tangkap, lemahnya pengawasan terhadap kapal-kapal besar dari luar daerah yang masuk ke perairan Morotai, serta ketidakadilan dalam distribusi hasil tangkapan. Nelayan lokal sering menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak. Banyak dari mereka kehilangan sumber penghidupan karena praktik penangkapan ikan ilegal oleh kapal besar yang dilindungi oknum aparat atau pemilik modal. Menurut Fatur, persoalan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi soal keadilan sosial. “Ketika nelayan lokal terusir dari lautnya sendiri, itu bukan hanya pelanggaran terhadap hak ekonomi, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan rakyat pesisir,” tegasnya. Ia menilai, pemerintah daerah dan DPRD seolah memilih diam dan nyaman di balik kepentingan politik, alih-alih hadir sebagai penjamin keadilan sosial bagi masyarakat pesisir.

Dalam bingkai geoekonomi, Morotai memiliki potensi sumber daya alam luar biasa sektor perikanan, pariwisata bahari, dan potensi pertambangan bawah laut. Namun, sebagaimana dikritisi oleh Dr. Firman Jaya Daeli, potensi besar tersebut belum pernah dikelola dengan visi ekonomi nasional yang berbasis keadilan dan keberlanjutan. Perekonomian Morotai masih bergantung pada proyek-proyek jangka pendek yang tidak memiliki efek berganda bagi masyarakat. Kebijakan fiskal daerah sering tersandera oleh kepentingan politik lokal, sementara rakyat tetap hidup dalam kemiskinan struktural. Dr. Firman mengingatkan bahwa geoekonomi tidak boleh dikelola dengan logika kekuasaan, tetapi dengan prinsip pemerataan dan kemandirian. Pemerintah daerah seharusnya menjadikan potensi ekonomi maritim dan perikanan sebagai kekuatan utama untuk membangun kesejahteraan rakyat, bukan hanya sebagai alat politik sesaat.

  • Penulis: Faturahman Djaguna
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Faturahman Djaguna

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf saat bertemu dengan kader IPNU se-Indonesia di Jakarta (30/1). (Source : Istimewa)

    Gus Yahya ke Kader IPNU: Langkah Besar NU di Abad Kedua adalah Untuk Masa Depan Kalian

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 215
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa transformasi besar yang dilakukan NU di abad kedua merupakan investasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri. Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pertemuan silaturahmi bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Indonesia di Jakarta, […]

  • Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, generasi muda kini lebih mudah memiliki akses atas apa yang mereka inginkan. Meskipun banyak yang hidup dengan keterbatasan ekonomi, hal tersebut tak selalu menghentikan mereka untuk memenuhi keinginan pribadi, terutama keinginan akan pengakuan dan pujian dari lingkungan sosial mereka. Untuk itu, banyak yang akhirnya memilih […]

  • Sejumlah mahasiswa membentangkan poster saat berlangsungnya Kongres HPMS di Asrama Haji, Ternate, Minggu (11/1/2026). Sumber foto: Istimewa.

    Aksi Tolak 10 IUP Pulau Mangoli Diwarnai Dugaan Kekerasan di Kongres HPMS Ternate

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 12 Januari 2026 — Aksi penyampaian aspirasi penolakan 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) bijih besi di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula, dilaporkan berujung pada dugaan kekerasan dalam Kongres Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) di Asrama Haji, Ternate Selatan, Minggu malam (11/1/2026). Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Sula membentangkan poster penolakan sesaat setelah […]

  • LBH GP Ansor Maluku Utara Lapor Polda terkait penghinaan.

    Terancam UU ITE: LBH GP Ansor Lapor Polda Malut Usai Akun Facebook Hina Ansor Malut

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 745
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara mengambil langkah tegas dengan menempuh jalur hukum terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial. Laporan resmi tersebut dilayangkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara. Persoalan ini bermula dari komentar negatif pada unggahan berita di grup Facebook […]

  • Mengulas polemik pelarangan film Pesta Babi di Indonesia dari sudut pandang hak informasi konstitusional serta kaitannya dengan kajian fikih teologis.

    Polemik Larangan Film “Pesta Babi”: Menakar Hak Informasi dan Hikmah Teologis di Baliknya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis Dosen FUAD IAIN Ternate & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Maluku Utara
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Pada akhirnya, umat Islam perlu menyadari bahwa esensi pengharaman daging babi bukan semata-mata karena alasan medis—seperti keberadaan cacing pita yang berbahaya bagi kesehatan, melainkan merupakan bentuk ujian ketaatan mutlak (ta’abbudi) seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ini adalah prinsip sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat). Kebebasan Informasi dan “Pahala” Kebahasaan Dalam ruang sosial, kita […]

  • Wagub Malut Sarbin Sehe Tegaskan Komitmen Pendidikan & Kesehatan Gratis dalam Jalan Sehat Hardiknas Guru Tidore

    Wagub Malut Sarbin Sehe Tegaskan Komitmen Pendidikan & Kesehatan Gratis dalam Jalan Sehat Hardiknas Guru Tidore

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Tidore, 28 April 2025 – Ratusan guru se-Pulau Tidore memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan menggelar jalan sehat. Tidak hanya sekadar olahraga, kegiatan ini sekaligus memperkuat kebersamaan dan motivasi para pendidik di wilayah tersebut kegiatan ini berlangsung pada (26/04/2025). Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, secara resmi membuka acara ini. Turut hadir […]

expand_less