Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Dinilai Melecehkan Warisan Luhur, Barisan Pemuda Adat Nusantara Kecam Konten Video Influencer

Dinilai Melecehkan Warisan Luhur, Barisan Pemuda Adat Nusantara Kecam Konten Video Influencer

  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 436
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, TERNATE – Beredarnya sebuah unggahan video di berbagai platform media sosial yang menampilkan aksi sejumlah influencer asal Maluku Utara memicu polemik luas. Pasalnya, gaya koreografi yang dipertontonkan dalam video tersebut dinilai melenceng dan tidak menghormati pakem asli tarian tradisional setempat. Langkah ini langsung memantik reaksi keras dari Barisan Pemuda Adat Nusantara serta para pegiat budaya regional.

Pihak aliansi menilai, pembuatan konten video tersebut secara gamblang telah merendahkan nilai-nilai filosofis, sakralitas, serta aspek historis yang melekat erat pada warisan leluhur masyarakat adat Maluku Utara.

Anggota Barisan Pemuda Adat Nusantara sekaligus Akademisi dari Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Mujais Apling, menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena digital yang dinilai mengabaikan etika kebudayaan ini. Ia mengimbau agar para figur publik di media sosial dapat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengemas unsur kebudayaan daerah.

“Budaya daerah bukanlah bahan hiburan semata, apalagi hanya untuk mengejar popularitas. Tarian tradisional memiliki sejarah dan filosofi yang diwariskan leluhur. Ketika ditampilkan tanpa pemahaman konteks, itu sama dengan melukai rasa hormat masyarakat terhadap warisan budaya,” tegas Mujais Apling dalam keterangan resminya, Selasa (23/06/2026).

Etika Digital dan Kehormatan Budaya

Barisan Pemuda Adat Nusantara menggarisbawahi bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital sejatinya tetap harus dibatasi oleh kesadaran moral dan kode etik setempat. Di era digital yang berkembang pesat saat ini, konten-konten media sosial memegang peraruh masif dalam membentuk pola pikir generasi muda terhadap identitas kedaerahannya.

Oleh karena itu, ruang siber diharapkan mampu menjadi jembatan edukasi dan pelestarian yang positif, alih-alih menjadi panggung penyeragaman tren yang mengorbankan muruah adat.

“Kami menghormati kreativitas, tetapi jangan sampai alasan tren justru mengorbankan kehormatan budaya. Setiap simbol budaya yang dibawa ke ruang publik adalah amanat yang harus dijaga. Jangan tukarkan nilai budaya dengan popularitas sesaat. Budaya adalah identitas; ketika direndahkan, yang tersentuh bukan hanya seni, tetapi juga jati diri dan sejarah masyarakat,” tambah Mujais.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan ataupun klarifikasi resmi yang dirilis oleh para influencer terkait yang terlibat dalam video tersebut. Kendati demikian, gelombang protes ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama bagi para kreator konten agar ke depan dapat mengangkat khazanah kebudayaan daerah dengan pendekatan riset yang matang dan penuh rasa hormat.

(BS/Red)

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Redaksi Balengko Space

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakta Mengejutkan di Balik Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

    Fakta Mengejutkan di Balik Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Ilustrasi : pexels Kesehatan mental adalah elemen penting dalam menjalani kehidupan yang seimbang dan bermakna. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera yang memungkinkan seseorang untuk mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya (WHO, 2004). Namun, data menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental terus meningkat di […]

  • Foto: PBSI dan HIMABIN Universitas Khairun melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). Sumber foto: Istimewa

    PBSI dan HIMABIN Unkhair Lepas 70 Mahasiswa Ikuti PPM di Desa Akesai

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Ternate, 10 Januari 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) Universitas Khairun secara resmi melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) yang akan bertugas di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). PPM merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi berbasis pengabdian kepada masyarakat […]

  • Pernyataan sikap tertulis Forum BEM DIY terkait isu nasional

    Suarakan Delapan Tuntutan Rakyat, Forum BEM DIY Tegaskan Perlawanan Terhadap Kebijakan Otoriter

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM DIY) dan beberapa aliansi mahasiswa merilis pernyataan sikap bersama terkait arah kebijakan nasional yang dinilai kian menjauh dari prinsip keadilan sosial. Mengusung jargon gerakan “Bangun Persatuan Rakyat, Rebut Daulat Rakyat Dan Lawan Republik Otoriter”, aliansi mahasiswa ini menyoroti jajaran regulasi dan program […]

  • Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang masuk dalam wilayah rencana proyek geothermal WKP Telaga Ranu. (Dok. Ardian)

    SEMAINDO Tolak Proyek Geothermal Telaga Rano, Desak Pemerintah Cabut Penetapan WKP

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 23 Januari 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menyatakan penolakan keras terhadap proyek geothermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. SEMAINDO menilai penetapan proyek oleh Kementerian ESDM RI berpotensi mengancam sekitar 16.650 hektare kawasan hutan, daerah tangkapan air, serta ruang hidup masyarakat […]

  • Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Secara fundamental ajaran Islam sejak dari Nabi Adam hinggah Nabi Muhammad SAW dapat kita pahami sebagai sebuah paradigma”Kiri” yang berorientasi kepada keadilan social. Konteks “Kiri” yaag di maksudkan tentu merujuk kepada prinsip teologi yang kritis terhadap sturuktus social diskriminatif dan berkomitmen untuk membongkar sistim penindasan sebagai problem structural dan personal. Teologi  Islam melalui perspektif ini […]

  • LBH Ansor Ternate menyerahkan laporan ke Dewan Pers terkait pemberitaan sepihak

    LBH Ansor Ternate Laporkan Dugaan Pemberitaan Sepihak ke Dewan Pers

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO SPACE) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate melaporkan dugaan pemberitaan sepihak ke Dewan Pers Republik Indonesia. Laporan ini diajukan karena sejumlah pemberitaan media online JendelaNewsTV.com dinilai tidak berimbang dan mencederai kehormatan Yusri N. Samsudin, ASN Kementerian Agama Maluku Utara. Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran Bailussy, SH, menjelaskan bahwa pihaknya menempuh jalur […]

expand_less