Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 262
  • comment 0 komentar


Sistem kaderisasi PMII terlalu menekankan transfer nilai-nilai organisasi dan kesetiaan tanpa memberikan kesempatan bagi kader untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi untuk masalah sosial. Ini dapat menyebabkan kemandegan intelektual di kalangan kader. Oleh karena itu, kurikulum kaderisasi yang lebih luas harus memasukkan pemikiran yang lebih kritis dan kreatif, sehingga kader dapat menghadapi tantangan zaman dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif.

Malas Membaca Buku: Intelektual dan Kualitas Akademis Kader PMII
Salah satu masalah yang sering dibahas adalah bahwa anggota PMII tidak memiliki budaya membaca buku. Meningkatkan pengetahuan akademis dan kualitas pemikiran sangat penting untuk meningkatkan kualitas pemikiran dan kemampuan menganalisis. Namun, fenomena yang dikenal sebagai “kecenderungan malas membaca” yang dialami beberapa anggota dari Tingkat Rayon hingga Komisariat dapat berdampak negatif pada perkembangan intelektual mereka. Tanpa literasi yang memadai, anggota akan kesulitan mengikuti perkembangan dinamika sosial-politik dan menghasilkan solusi yang dilandasi oleh pemikiran yang komprehensif.


Pergerakan PMII secara keseluruhan mungkin lebih buruk jika tidak ada budaya membaca buku ini. Ketika anggota tidak memahami sepenuhnya berbagai masalah sosial yang ada, advokasi yang dibuat cenderung tidak akan memiliki efek yang signifikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Selain itu, ketidakmampuan anggota untuk berpikir kritis dan membuat solusi yang lebih akurat dapat disebabkan oleh kurangnya literasi.

Antara Menggugat dan Romantisme: Apakah PMII Siap untuk Perubahan atau Terjebak dalam Masa Lalu?
Terdapat ketegangan antara upaya PMII untuk menentang paradigma lama dan keinginan untuk mempertahankan gambaran sejarah gerakan di balik dinamika ini. PMII berusaha mempertahankan relevansinya terhadap masalah sosial-politik yang berkembang, tetapi mereka juga merasa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan prinsip perjuangan yang telah diwariskan. Pertanyaan penting muncul sebagai akibat dari ketegangan ini: apakah PMII benar-benar siap untuk mengalami transformasi total atau malah terperangkap dalam mempertahankan identitas masa lalunya, yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan zaman modern?


Meskipun ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi tantangan saat ini, perubahan yang terjadi dalam PMII belum mencerminkan transformasi yang benar-benar mendasar dan radikal. Pergerakan PMII tampaknya lebih berkonsentrasi pada menjaga warisan yang ada daripada melakukan inovasi baru yang membawa perubahan besar. Akibatnya, sangat penting bagi PMII untuk melakukan introspeksi mendalam mengenai masa depan organisasinya untuk menghindari terjebak dalam romantisme sejarah yang tidak lagi relevan dengan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangkapan layar video warga Maba Sangaji saat menyampaikan aspirasi terkait kasus hukum Maba Sangaji.

    LBH Ansor Ternate Soroti Dakwaan JPU terhadap Warga Maba Sangaji

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    “Perjuangan masyarakat adat Maba Sangaji bukan soal materi, tetapi tentang mempertahankan ruang hidup, nilai budaya, dan kedaulatan atas wilayah adat mereka,” imbuh Zulfikran. LBH Ansor juga menyayangkan jalannya persidangan yang dilakukan secara virtual dan dipusatkan di Rutan Soasio tanpa kehadiran publik. Kondisi ini dinilai membatasi ruang kontrol masyarakat terhadap proses hukum yang sedang berlangsung. Sebagai […]

  • Wagub Maluku Utara tinjau jembatan ambruk di Payahe–Dehepodo, Dusun Yef, Kota Tidore Kepulauan

    Wagub Maluku Utara Tinjau Jembatan Ambruk Desa Sigela

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 383
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MALUT — Minggu siang, 10 Agustus 2025, pukul 13.43 WIT, Wagub Maluku Utara KH. Sarbin Sehe tinjau jembatan ambruk di ruas jalan Payahe, tepatnya di Dusun Yef, Desa Sigela, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Jembatan tersebut ambruk diduga akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan […]

  • Suasana Desa Busua, Kayoa Barat, saat masyarakat menanti kejelasan hasil audit khusus dana desa.

    Warga Busua Menanti Jawaban: Di Mana Hasil Audit Dana Desa?

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Desa Busua, Kayoa Barat (BALENGKO) —Tim Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan telah melakukan audit khusus terkait dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Busua pada 27 September 2025. Langkah ini mendapat perhatian serius dari masyarakat yang sejak lama mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran desa. Salah satu perwakilan masyarakat Busua, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menegaskan bahwa hasil audit […]

  • DOB Kabupaten Kepulauan Obi: Masyarakat Joronga Desak Integrasi Demi Pembangunan

    DOB Kabupaten Kepulauan Obi: Masyarakat Joronga Desak Integrasi Demi Pembangunan

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Ternate, 27 April 2025 – Fahrul Abd Muid (Direktur Bajo Institut Maluku Utara) dan Rahim Yasim (Mantan Staf Khusus Bupati Halmahera Selatan) mendesak pemerintah memasukkan Kecamatan Kepulauan Joronga ke dalam Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kepulauan Obi. Mereka menilai, integrasi ini akan mempercepat pembangunan dan mempermudah pelayanan publik bagi warga Joronga. Fahrul menegaskan, jarak geografis Joronga lebih dekat ke Obi daripada ke pusat […]

  • Foto para pimpinan dan kader Fatayat NU Kepulauan Sula berpose bersama pada pembukaan Konfercab III di Sanana, 23 November 2025.

    Konferensi Cabang Ke-III Fatayat NU Kepulauan Sula Resmi Digelar

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sanana (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-III di Sanana pada Ahad (23/11). Kegiatan ini mengusung tema: “Menguat Bersama, Maju Bersama untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia.” Ketua PC Fatayat NU Kepulauan Sula, Faujia Buamona, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui kaderisasi yang berjenjang dan […]

  • Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, generasi muda kini lebih mudah memiliki akses atas apa yang mereka inginkan. Meskipun banyak yang hidup dengan keterbatasan ekonomi, hal tersebut tak selalu menghentikan mereka untuk memenuhi keinginan pribadi, terutama keinginan akan pengakuan dan pujian dari lingkungan sosial mereka. Untuk itu, banyak yang akhirnya memilih […]

expand_less