Forum BEM DIY Serukan Maklumat Pemuda Jogja: Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat
- calendar_month Rab, 29 Okt 2025
- visibility 142
- comment 0 komentar

Koordinator Umum Forum BEM DIY, Faturahman A. Djaguna, bersama perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta usai membacakan Maklumat Pemuda Jogja pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (29/10/2025) Sumber | foto : Istimewa
Yogyakarta (BALENGKO) — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM DIY) menyampaikan maklumat bertajuk “Maklumat Pemuda Jogja: Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat.” Seruan tersebut menegaskan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa dalam menjaga semangat persatuan serta menegakkan kedaulatan rakyat di tengah kondisi politik dan sosial yang dinilai kian menjauh dari nilai-nilai demokrasi.
Maklumat ini menyoroti kondisi pemerintahan saat ini yang dianggap sarat kepentingan oligarki dan pragmatisme kekuasaan. Forum BEM DIY menilai bahwa idealisme bangsa telah dikaburkan oleh politik transaksional, kooptasi militer dalam ruang sipil, serta kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.
“Demokrasi yang dulu diperjuangkan dengan darah kini diganti dengan politik pencitraan. Rakyat dibiarkan lapar, pendidikan dijadikan barang dagangan, dan hukum menjadi alat kekuasaan,” demikian bunyi pernyataan dalam maklumat tersebut.
Forum BEM DIY menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa Jogja tidak akan diam menghadapi situasi tersebut. Mereka menyerukan gerakan kolektif untuk membangun kembali kesadaran, keberanian, dan intelektualitas dalam memperjuangkan keadilan sosial. Jogja disebut sebagai rahim pergerakan intelektual yang sejak lama menjadi barometer gerakan nasional, tempat lahirnya semangat revolusi dan reformasi.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah, tetapi harus menulis ulang arah bangsa dengan tinta perlawanan. Kedaulatan rakyat hanya bisa ditegakkan ketika mahasiswa dan pemuda kembali menjadi subjek sejarah,” tulis Forum BEM DIY dalam maklumatnya.
Dalam pernyataan tersebut, Forum BEM DIY juga menyampaikan beberapa tuntutan konkret kepada pemerintah, antara lain:
- Reorientasi kebijakan pendidikan dan kesehatan agar berpihak pada rakyat.
- Menghentikan politisasi TNI dan mengembalikan fungsi militer sesuai amanat reformasi.
- Reformasi total terhadap Polri untuk memastikan profesionalisme dan penghormatan HAM.
- Reformasi partai politik agar mengembalikan kedaulatan rakyat.
- Membuka ruang partisipasi publik dalam proses legislasi.
- Evaluasi total atau penghentian program Makan Bergizi Gratis.
- Pengesahan UU Perampasan Aset dan UU Hukum Adat.
- Penghentian proyek-proyek eksploitatif seperti Food Estate, Danantara, dan PSN.
- Pembebasan aktivis Jogja dan seluruh tahanan politik di Indonesia.
- Penegakan prinsip supremasi sipil dan negara hukum.
- Mendesak DPRD dan Pemda DIY segera mengesahkan Perda Pendidikan Gratis.
- Penuntasan persoalan sampah di DIY dengan pendekatan yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.
Forum BEM DIY menutup maklumatnya dengan penegasan bahwa diamnya intelektual adalah tanda matinya nurani bangsa. Mereka berkomitmen menjaga api perjuangan Sumpah Pemuda agar tetap menyala di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan.
“Dari Jogja, sejarah selalu dimulai. Dari tangan pemuda, masa depan selalu dilahirkan,” ujar Koordinator Umum Forum BEM DIY, Faturahman A. Djaguna.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar