Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • visibility 763
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Membaca Degradasi Gerakan Mahasiswa Dalam alam pikiran kritis

Menganalisis degradasi gerakan mahasiswa salah satu premis utama jika memakai kacamata teori kritis adalah kritik terhadap “rasionalitas instrumental” cara berpikir yang hanya berorientasi pada efisiensi dan hasil praktis tanpa mempertimbangkan dimensi etis dan emansipatoris. Dalam karangka ini pendidikan dan mahasiswa rasionalitasnya menggeser universitas dari ruang kritik menjadi institusi yang menyuplai kebutuhan sistem kapitalisme.

Harbet marcuse  menyatakan bahwa masyarakat modern telah kehilangan kapasitas kritisnya karena semua bentuk oposisi telah dikooptasi oleh sistem. Jika melihat cara pandang gerakan mahasiswa hari ini berarti bahwa perlawanan tidak lagi muncul dari kesadaran emansipatoris, tetapi dari reaksi sesaat terhadap isu populer. Aksi menjadi sekadar ritual simbolik yang kehilangan daya dorong radikalnya, ini juga diperparah oleh budaya konsumerisme dan distraksi digital yang membuat mahasiswa semakin terputus dari realitas struktural yang menindas.

Melalui kacamata teori kritis atau istilah yang saya pakai adalah alam pikiran kritis, kita dapat melihat bahwa degradasi gerakan mahasiswa bukan hanya soal moral atau pilihan individu, tetapi merupakan hasil dari dominasi struktural sistem kapitalis dan negara birokratis yang menumpulkan nalar kritis. Maka pentingnya strategi untuk merebut kembali watak emansipatoris gerakan mahasiswa bukan hanya dengan menambah aksi atau slogan, tetapi dengan membangun kesadaran kritis yang mendalam dan kolektif yang berakar pada pembacaan terhadap struktur dominasi.

Formulasi Gerakan Alternatif Emansipasi, Interseksi, dan Ekologi Politik

Sebagai jawaban atas degradasi yang kita alami dalam dunia gerakan akhir-akhir ini, perlu dikembangkan semacam formulasi gerakan alternatif yang tidak hanya reaktif, tetapi juga konseptual dan praksis. Yang paling pertama gerakan mahasiswa harus kembali pada misi emansipatorisnya membebaskan manusia dari penindasan struktural. ini bisa kita dicapai dengan menghidupkan kembali tradisi intelektual radikal di kalangan mahasiswa melalui diskusi kritis, pendidikan populer, dan produksi wacana tanding terhadap hegemoni dominan.

Kedua gerakan mahasiswa harus mengadopsi pendekatan interseksional dan lintas sector isu-isu seperti krisis iklim, ketimpangan gender, rasisme struktural, politik hukum, serta kekerasan negara tidak bisa dilihat secara terpisah. Gerakan mahasiswa hari ini harus mampu membangun aliansi dengan gerakan buruh, petani, masyarakat adat, dan kelompok marjinal lainnya untuk memperluas basis sosial dan memperkuat daya tekan politik, tanpa mengandung perpecahan yang merugikan aliansi dan misi keadilan bersama terhadap perjuangan hak rakyat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    Bela 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji, LBH Ansor Susun Nota Keberatan dan Siap Ajukan Amicus Curiae

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 455
    • 0Komentar

    LBH Ansor menilai bahwa penegakan hukum dalam kasus ini sarat dengan kepentingan korporasi. Penggunaan pasal-pasal dalam UU Darurat terkait senjata tajam serta pasal-pasal dalam UU Minerba terhadap masyarakat sipil dinilai sebagai praktik “pasal karet” yang mencederai semangat keadilan sosial. “Kami berdiri bersama rakyat yang mempertahankan tanah leluhur mereka dan mendukung sahabat-sahabat aktivis lingkungan yang konsisten […]

  • SEKOLAH TANPA BEBAN, BELAJAR DENGAN TENANG

    SEKOLAH TANPA BEBAN, BELAJAR DENGAN TENANG

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Apalagi kata-kata bijak “Sekolah tanpa Beban, Belajar dengan Tenang” didalamnya sarat dengan pesan psikologi, utamanya pada aspek psikologi Pendidikan agama yang berfungsi memberikan landasan dan arahan bagi seorang guru dalam melakukan interaksi dan komunikasi antara guru dan murid di Sekolah, sehingga timbul saling rasa menghormati, saling mempercayai, saling mencintai, saling memberikan simpati dan empati, saling […]

  • Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Zidni Ilman Warnangan
    • visibility 930
    • 0Komentar

    Krisis ekologis Indonesia hari-hari ini tidak dapat dipahami sebagai persoalan teknis dalam tata kelola lingkungan.

  • Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 722
    • 0Komentar

    LBH Ansor menilai, tindakan tersebut dapat berdampak pada objektivitas dan keadilan dalam proses penegakan hukum. Oleh karena itu, pihaknya meminta Kejari Sanana untuk memastikan bahwa setiap proses hukum ke depan berjalan sesuai prinsip due process of law dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia. “LBH Ansor akan terus mengawal proses ini dan siap memberikan pendampingan apabila […]

  • Gubernur Maluku Utara Sampaikan Bela Sungkawa atas Wafatnya KH. Abdul Ghani Kasuba

    Gubernur Maluku Utara Sampaikan Bela Sungkawa atas Wafatnya KH. Abdul Ghani Kasuba

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, (15/3/25), Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya KH. Abdul Ghani Kasuba, Lc, mantan Gubernur Maluku Utara periode 2014–2019 dan 2019–2024. Beliau wafat pada 14 Maret 2025, dan kepergiannya meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Maluku Utara. Dalam upacara persemayaman, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan […]

  • Sarbin Sehe Tiba di Ternate Setelah Pelantikan Sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara

    Sarbin Sehe Tiba di Ternate Setelah Pelantikan Sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Sumber Foto: Gen Z Malut Ternate, (23/2/25) – Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota seluruh Indonesia masa jabatan 2025-2030 secara serentak di Istana Kepresidenan Jakarta, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, tiba di Ternate pada pukul 08.00 WIT. Setibanya di Ternate, Sarbin Sehe […]

expand_less