Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • visibility 1.022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Membaca Degradasi Gerakan Mahasiswa Dalam alam pikiran kritis

Menganalisis degradasi gerakan mahasiswa salah satu premis utama jika memakai kacamata teori kritis adalah kritik terhadap “rasionalitas instrumental” cara berpikir yang hanya berorientasi pada efisiensi dan hasil praktis tanpa mempertimbangkan dimensi etis dan emansipatoris. Dalam karangka ini pendidikan dan mahasiswa rasionalitasnya menggeser universitas dari ruang kritik menjadi institusi yang menyuplai kebutuhan sistem kapitalisme.

Harbet marcuseĀ  menyatakan bahwa masyarakat modern telah kehilangan kapasitas kritisnya karena semua bentuk oposisi telah dikooptasi oleh sistem. Jika melihat cara pandang gerakan mahasiswa hari ini berarti bahwa perlawanan tidak lagi muncul dari kesadaran emansipatoris, tetapi dari reaksi sesaat terhadap isu populer. Aksi menjadi sekadar ritual simbolik yang kehilangan daya dorong radikalnya, ini juga diperparah oleh budaya konsumerisme dan distraksi digital yang membuat mahasiswa semakin terputus dari realitas struktural yang menindas.

Melalui kacamata teori kritis atau istilah yang saya pakai adalah alam pikiran kritis, kita dapat melihat bahwa degradasi gerakan mahasiswa bukan hanya soal moral atau pilihan individu, tetapi merupakan hasil dari dominasi struktural sistem kapitalis dan negara birokratis yang menumpulkan nalar kritis. Maka pentingnya strategi untuk merebut kembali watak emansipatoris gerakan mahasiswa bukan hanya dengan menambah aksi atau slogan, tetapi dengan membangun kesadaran kritis yang mendalam dan kolektif yang berakar pada pembacaan terhadap struktur dominasi.

Formulasi Gerakan Alternatif Emansipasi, Interseksi, dan Ekologi Politik

Sebagai jawaban atas degradasi yang kita alami dalam dunia gerakan akhir-akhir ini, perlu dikembangkan semacam formulasi gerakan alternatif yang tidak hanya reaktif, tetapi juga konseptual dan praksis. Yang paling pertama gerakan mahasiswa harus kembali pada misi emansipatorisnya membebaskan manusia dari penindasan struktural. ini bisa kita dicapai dengan menghidupkan kembali tradisi intelektual radikal di kalangan mahasiswa melalui diskusi kritis, pendidikan populer, dan produksi wacana tanding terhadap hegemoni dominan.

Kedua gerakan mahasiswa harus mengadopsi pendekatan interseksional dan lintas sector isu-isu seperti krisis iklim, ketimpangan gender, rasisme struktural, politik hukum, serta kekerasan negara tidak bisa dilihat secara terpisah. Gerakan mahasiswa hari ini harus mampu membangun aliansi dengan gerakan buruh, petani, masyarakat adat, dan kelompok marjinal lainnya untuk memperluas basis sosial dan memperkuat daya tekan politik, tanpa mengandung perpecahan yang merugikan aliansi dan misi keadilan bersama terhadap perjuangan hak rakyat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Sula, (16/3/25) – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula bersama Komunitas Anak Falabisahaya (KAF) telah resmi membuka kegiatan Kontes Literasi Ramadhan dengan tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Keislaman di Bulan Suci Ramadhan”. Acara yang dilaksanakan di Desa Falabisahaya ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam selama bulan Ramadhan. Kontes Literasi Ramadhan ini akan […]

  • KONSTRUKSI SEKOLAH RAKYAT

    KONSTRUKSI SEKOLAH RAKYAT

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Bahwa sesuai dengan amanah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hendak mendirikan lembaga pendidikan wabilkhusus bagi anak-anak Indonesia yang kurang mampu (fuqara wal masakin) secara ekonomi (al-iqtishadiyyah) yang kemudian dinamakan dengan Sekolah Rakyat. Sekolah ini harus dimulai tahiyyat awalnya pada tahun 2025 dan target pendiriannya berjumlah 100 (seratus) Sekolah Rakyat diseluruh Indonesia selama lima tahun. […]

  • Source : Istimewa

    SMIT Geruduk Mabes Polri, Laporkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 233
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur (SMIT) mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Jumat (13/2/2026). Massa menuntut penindakan tegas terhadap sindikat rokok ilegal yang dinilai telah merugikan negara dalam skala masif di wilayah Maluku Utara. Koordinator Lapangan SMIT, Valdo JR, mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi di lapangan, Pelabuhan Tobelo diduga kuat menjadi […]

  • Penulis : Fahmil Usman Source : Istimewa

    Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Fahmil Usman
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki […]

  • Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

    Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Rosita Tuhuteru
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Pemahaman Kesetaraan Gender sangat sederhana walaupun seringkali disamakan dengan pengertian jenis kelamin. Seharusnya pada langkah pertama ini yang perlu dipertegaskan mengenai persoalan gender tidak dapat dipisahkan dengan jenis kelamin. Sebab keduanya memiliki perbedaan, gender merupakan pembagian antara tugas laki-laki dan perempuan, sedangkan jenis kelamin merupakan konsep biologis yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Melihat pada […]

  • KETUA FATAYAT NU CABANG TIDORE

    Astuti Ardenan Terpilih Jadi Ketua Fatayat NU Tidore, Fokus Isu Perempuan dan Anak

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.537
    • 0Komentar

    Dalam kepemimpinannya ke depan, Astuti menyampaikan bahwa Fatayat NU Cabang Tidore akan lebih aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan lainnya untuk memperkuat advokasi isu-isu strategis yang menjadi konsen utama Pengurus Besar Fatayat NU. ā€œFatayat NU Tidore harus berani tampil dan bersuara untuk merespons isu-isu besar seperti pemberdayaan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan kekerasan terhadap anak,ā€ […]

expand_less