ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 53
- comment 0 komentar

Source : Getty Image
Yahudi itu siapa? Ternyata Yahudi itu adalah anak-anak dari Nabi Ya’qub As. Karena Nabi Ya’qub memiliki 12-dua belas anak yaitu: Ruben, Levi, Yusuf, Yahuda, Simon, Benyamin, Dina, Naftali, Gad, Asyer, Ishakar, dan Zebolun. Lalu Samiri ini membuat bentuk sesembahan mereka dari bahan material untuk dijadikan patung Sapi. Samiri berinovasi untuk mamatrealiasasikan bentuk spritualitas mereka dengan cara mentajassumkan atau dengan melakukan pembendaan sesembahan itu sedemikian rupa, menjadi benda berbentuk patung sapi sebagai Tuhan yang patut untuk mereka sembah.
Kemudian, Nabi Musa As sekembalinya dari bukit Thursina-tempat Nabi Musa menerima wahyu kepada kaumnya dan menyaksikan keadaan mereka sudah berubah 180-seratus delapan puluh derajat akibat berhasilnya Samiri menghasut kaumnya untuk merubah Minset mereka agar tidak lagi menyembah kepada Allah Swt-Tuhan-Nya Nabi Musa As. Akhirnya Nabi Musa menjadi marah besar lalu memukul Samiri dengan satu kali pukulan yang menyebabkan Samiri jatuh pinsang selama 7-tujuh hari tak sadarkan diri-ente rasakan itu. Pada saat yang sama Nabi Musa juga begitu marah kepada saudaranya Nabi Harun As karena dianggap gagal menjaga iman kaumnya dengan cara menarik jenggot Harun sehingga mengalami kesakitan yang serius sambil Musa berkata kepada Harun, kenapa engkau membiarkan mereka berpaling keluar dari ajaran Tauhid-kalimat Laa Ilaha Illallahi. Harun pun berkata kepada saudaranya Musa, bahwa mereka sudah aku peringatkan untuk tetap istiqamah-konsisten menyembah Allah Swt, tapi mereka dasarnya memang bandel-kaflal-kapal angin dan memiliki watak yang sangat keras karena berhasil dihasut oleh Samiri itu sendiri.
Jumlah mereka sekitar 12-dua belas ribu orang yang ikut murtad dengan hasutan dari Samiri untuk menyembah patung sapi. Patung sapi yang mereka sembah itu memang memiliki nuansa mistik, seperti bisa bersuara dengan menyebutkan nama orang-dapat berbicara dengan orang lain dan seterusnya karena disetting oleh kecerdasan Samiri. Akhirnya, Nabi Musa As mencoba mengajak mereka agar kembali bertaubat kepada Allah Swt-menyembah kepada Allah Swt-Tuhan Yang Maha Tunggal-Esa. Tapi, mereka pun tidak mau lagi-hati mereka sudah menjadi keras, sehingga Nabi Musa As memutuskan untuk mengeksekusi-membunuh mereka karena sudah murtad akibat pengkhianatannya kepada ajaran Nabi Musa As.
Nabi Musa As sangat memiliki kekuatan yang luar biasa-kekuatan mukjizatnya. Semua orang ketika itu sangat takut berbantah-bantahan dengannya. Nabi Musa As kalau membentak orang saja, maka orang itu pasti pinsang apalagi memukulnya pasti mati orang itu. Dalam Al-Qur’an ditemukan terminologi “qawiyyun amin” artinya orang yang kuat lagi berintegritas, maksudnya orang yang kuat itu adalah Nabi Musa As-lihat QS. Al-Qashash:26. Aneh tapi nyata kawan, ketika Musa kecil pernah dirawat oleh Ramses bin Meneftan yang bergelar Fir’aun di Mesir pada Istananya sebagai anak angkatnya.
Istrinya Ramses bernama Asiyyah binti Mazahim yang berperan aktif mengasuh dan mendidik Nabi Musa As dalam lingkungan Istana yang penuh dengan perilaku kemusyrikan dan maksiat kepada Allah Swt. Tapi, Nabi Musa As tetap saja dipelihara keimanannya kepada Allah Swt, sehingga Nabi Musa As sama sekali tidak terpengaruh dengan perilaku Ramses-Fir’aun dan rakyatnya yang takut dengan kelakuan Fir’aun yang mengakui dirinya sebagai Tuhan yang bisa mematikan orang dengan menyiksanya dan bisa menghidupkan orang dengan tidak menyiksanya.
- Penulis: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar