JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 134
- comment 0 komentar

Ilustrasi Source : Istimewa
Ketegangan geopolitik yang sudah berlangsung lama antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya menciptakan gejolak di Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan dampak yang jauh lebih luas terhadap perekonomian global, khususnya kawasan Asia Pasifik. Persaingan antara kedua negara ini bukan sekadar persoalan diplomasi atau pertikaian politik semata, melainkan merupakan perjuangan terbuka untuk menguasai jalur-jalur energi vital dunia, mengendalikan perdagangan mata uang, serta mempertahankan hegemoni dalam arsitektur ekonomi global. Kawasan Asia Pasifik, yang dikenal sebagai kawasan dengan ekonomi terbesar dan paling berkembang pesat, pada akhirnya harus menanggung beban langsung dari pergulatan kekuatan besar ini. Kondisi tersebut semakin rumit karena kawasan ini masih sangat bergantung pada pasokan energi yang berasal dari wilayah yang kerap dilanda kehangatan dan ketegangan.
Geopolitik Iran dan AS dalam Kerangka Ekonomi Global, Iran sering dianggap sebagai pemasok energi yang sangat penting bagi perdagangan minyak global. Negeri ini tercatat memiliki sekitar 15 persen cadangan minyak dunia dan menguasai hampir 20 persen pasokan energi di seluruh Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak internasional. Kendati peran Iran cukup krusial dalam rantai pasok energi global, pendekatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang keras terhadap Iran melalui penerapan sanksi ekonomi dan upaya menutup akses pasar energi Iran justru memperparah ketegangan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Di sisi lain, Amerika Serikat memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sistem keuangan dunia, sebagian besar berkat posisi dominan dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan energi.
Sanksi ekonomi yang diturunkan Washington kepada Teheran memiliki dua misi sekaligus. Misi pertama adalah mengisolasi ekonomi Iran dan menghalangi ekspor minyaknya ke berbagai negara. Misi kedua adalah menjaga hegemoni dolar AS dalam perdagangan internasional. Melalui kekuatan finansial ini, Amerika Serikat tidak hanya berusaha mengendalikan dinamika pasar energi, tetapi juga memberikan tekanan kepada negara-negara besar yang selama ini bergantung pada pasokan energi Iran agar mengikuti kebijakan Washington, meskipun langkah-langkah tersebut berpotensi mengganggu perekonomian mereka sendiri.
- Penulis: Fahri Sibua Magister Akuntansi
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar