Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK

JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK

  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 582
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jalur Energi dan Hegemoni: Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat strategis, berfungsi sebagai jembatan penghubung antara Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jalur ini menjadi rute utama pengiriman minyak mentah, dengan volume mencapai lebih dari seperlima dari total minyak yang diperdagangkan secara global setiap tahunnya. Negara-negara konsumen utama yang mengandalkan jalur ini meliputi China, Jepang, dan India. Gangguan sedikit saja terhadap kelancaran pelayaran di selat ini akan memicu gejolak besar pada harga energi di seluruh dunia. Memangnya, ancaman keamanan atau ketegangan politik di kawasan tersebut mampu menggerakkan pasar minyak global secara signifikan, yang pada akhirnya memberatkan biaya energi bagi masyarakat Asia Pasifik.

Bagi negara-negara yang mengimpor energi dari kawasan Timur Tengah, situasi ini menempatkan mereka dalam posisi yang cukup rumit. Mereka dituntut untuk mengambil keputusan strategis, antara tetap menyelaraskan kebijakan dengan Amerika Serikat atau mencari sumber energi alternatif dari wilayah lain. Namun, mencari pengganti pasokan energi dari Timur Tengah bukanlah hal yang mudah, mengingat keterbatasan infrastruktur dan ketersediaan sumber energi lain yang memadai. Di sisi lain, Iran terus berupaya mempertahankan pengaruhnya atas jalur pelayaran strategis ini. Meskipun menghadapi berbagai tekanan ekonomi akibat sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Iran tetap bersikeras untuk menjaga kontrol atas selat yang menjadi urat nadi perdagangan energi global tersebut. Upaya mempertahankan posisi ini tidak terlepas dari kepentingan ekonomi maupun geopolitik Iran dalam dinamika pasar energi dunia.

Dolar dan Ketergantungan Ekonomi: Dampak terhadap Asia Pasifik
Keterbatasan yang sering luput dari perhatian dalam wacana ketegangan Iran-AS adalah ketergantungan kawasan Asia Pasifik pada mata uang dolar AS. Dalam perdagangan energi global khususnya transaksi minyak dan gas dolar masih mendominasi sebagai alat pembayaran utama. Kondisi ini menempatkan Amerika Serikat pada posisi strategi yang sangat kuat, karena negara-negara Asia Pasifik mewajibkan ketersediaan cadangan dolar untuk memenuhi kebutuhan impor energi.

Ketergantungan semacam ini menciptakan ketimpangan struktural yang signifikan. Ketika AS menetapkan kebijakan moneter seperti kenaikan suku bunga atau menjatuhkan sanksi kepada negara tertentu, dampak riilnya segera terasa di kawasan Asia Pasifik. Fluktuasi nilai dolar dan likuiditas dapat menggoyahkan stabilitas perekonomian daerah. Sanksi AS terhadap Iran menjadi bukti nyata posisi bagaimana adikuasa dapat memanfaatkan dolar sebagai instrumen politik. Ketika Iran dilindungi dari jaringan keuangan internasional, negara-negara yang melanjutkan hubungan dagang dengan Teheran terancam kehilangan akses ke sistem perbankan global. Situasi ini semakin memperdalam ketergantungan kawasan Asia Pasifik pada kebijakan ekonomi AS, sekaligus memperkuat dominasi Washington dalam dinamika pasar energi global.

  • Penulis: Fahri Sibua Magister Akuntansi
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran A. Bailussy, SH, saat menyampaikan pandangan tentang tambang dan keadilan sosial.

    LBH Ansor Ternate: Pernyataan Wagub Malut Soal Tambang Jadi Alarm Keadilan untuk Rakyat

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 815
    • 0Komentar

    LBH Ansor juga mengutip pandangan KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU, yang menyebut eksploitasi berlebihan terhadap alam sebagai bentuk kedzaliman. Sementara itu, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, menegaskan pembangunan harus berkelanjutan dan tidak boleh melahirkan ketimpangan sosial. Bahkan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jauh sebelumnya mengingatkan bahwa kekayaan alam adalah hak rakyat, bukan […]

  • Arti jahil murakkab

    Sindrom Pahlawan Kesiangan: Ketika Kekuasaan Melahirkan Kebijakan Berbasis Selera

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Oleh: Hamdy M. Zen Dosen PBA IAIN Ternate
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Tahta mu, tidak harus membawa mu ke jurang penghancuran, duhai kau saudara pemimpin ku. Mohon maaf dengan segala hormat, aku mencintai mu, satu yang harus kau tahu, engkau, aku dan kita semua, harus sadar diri, siapa diri kita yang sebenarnya. Kita harus tahu itu. Kalau tidak, maka “jahil” akan tetap menjadi kita, untuk selamanya, Kawan. […]

  • Semarak HUT RI ke-81: MTs Negeri 1 Pulau Morotai Gelar Panggung Ekspresi dan Lomba Tradisional

    Semarak HUT RI ke-81: MTs Negeri 1 Pulau Morotai Gelar Panggung Ekspresi dan Lomba Tradisional

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi BS
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, PULAU MOROTAI – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar serangkaian kegiatan bertajuk “Semarak HUT RI Ke-81”. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan MTs Negeri 1 Pulau Morotai ini berlangsung meriah pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Mengusung tema “Semangat Kemerdekaan, Berkarya dan Berprestasi, […]

  • Tinjau Talud dan Jembatan, Wagub Malut Sambangi  Desa Terdampak Banjir di Kepulauan Sula

    Tinjau Talud dan Jembatan, Wagub Malut Sambangi Desa Terdampak Banjir di Kepulauan Sula

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 846
    • 0Komentar

    Kunjungan pertama dilakukan di Desa Umaloya, lokasi yang mengalami dampak signifikan akibat tingginya curah hujan beberapa waktu lalu. Di lokasi ini, Wagub meninjau langsung pekerjaan pembangunan talud. Kunjungan dilanjutkan ke Desa Pastina, lokasi kedua yang terdampak cukup parah akibat aliran air yang deras merusak struktur talud yang sebelumnya dibangun. Warga setempat berharap perbaikan dapat segera […]

  • Forum BEM DIY membacakan Maklumat Pemuda Jogja di Yogyakarta dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025.

    Forum BEM DIY Serukan Maklumat Pemuda Jogja: Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM DIY) menyampaikan maklumat bertajuk “Maklumat Pemuda Jogja: Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat.” Seruan tersebut menegaskan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa dalam menjaga semangat persatuan serta menegakkan kedaulatan rakyat di tengah kondisi politik dan sosial yang dinilai […]

  • Strategi Konektivitas dan Jebakan Tata Ruang di Maluku Utara

    Strategi Konektivitas dan Jebakan Tata Ruang di Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Abdul Kharis Musa Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Pertumbuhan Tinggi dan Ancaman Enclave Economy. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 34,17 persen pada 2025, didorong kuat oleh industri pengolahan yang tumbuh 62,64 persen dan ekspor barang dan jasa sebesar 40,13 persen. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari ekspansi industri nikel dan hilirisasi di Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Halmahera Timur. Investasi tersebut telah membentuk simpul-simpul pertumbuhan baru melalui kawasan […]

expand_less