Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

  • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
  • visibility 2.205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Antara Euforia dan Hiperealitas

Kita hidup di era yang digambarkan oleh filsuf Prancis Jean Baudrillard sebagai zaman “hiperealitas” — ketika batas antara realitas dan representasinya menjadi kabur. Dalam konteks ini, kadang suara publik terdengar lebih nyaring dari pada substansi. Ketika Ibu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan aspirasi terkait DOB Sofifi di hadapan Presiden Prabowo Subianto, wacana langsung bergulir kencang, seolah keputusan sudah final dan tak perlu ditinjau ulang.

Namun sebagai kaum intelektual, sudah seharusnya kita bertanya: apakah pernyataan tersebut bersifat administratif, informatif, atau justru politis? Kita tidak bisa menelan mentah-mentah setiap narasi tanpa membedah data dan mengkaji konsekuensinya secara mendalam.

Aksi massa yang terjadi beberapa waktu lalu di depan kantor DPRD dan Kantor Gubernur Maluku Utara perlu kita refleksikan. Apakah benar semangat pergerakan itu lahir dari kajian dan kesadaran kolektif, atau hanya sekadar mengikuti arus demi konten media sosial?

Masa Aksi atau Masa Simulasi?

Kehadiran dua kelompok aksi — Presidium Rakyat Tidore dan Majelis Rakyat Sofifi (MARKAS) — seakan mempertontonkan dua wajah berbeda dari satu tubuh yang sama. Pemerintah bersuara lewat rakyat, rakyat bertindak layaknya pemerintah. Yang muncul bukanlah pertarungan antara rakyat dan penguasa, melainkan sesama anak daerah yang saling bertolak belakang.

Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 menjamin hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat. Namun dalam praktiknya, penyampaian aspirasi seharusnya tetap berbasis data, bukan sekadar orasi emosional yang mengulang sejarah tanpa menawarkan solusi konkret.

Sejarah memang penting, tetapi masa depan jauh lebih mendesak untuk ditata. Aksi tanpa arah dan tanpa visi tidak akan menciptakan perubahan, hanya akan meninggalkan keramaian yang cepat dilupakan.

Dari Story ke History

Gerakan perubahan seharusnya tidak berhenti di layar gawai. Intelektual muda bukan hanya pembuat status yang viral, tetapi penyusun strategi perubahan. Perjalanan kaum muda dari masa ke masa, mulai dari 1966 hingga Reformasi 1998, dibangun di atas kesadaran, pengorbanan, dan pemahaman mendalam akan isu yang diperjuangkan.

Semangat itu hari ini seolah meredup. Kita lebih sibuk membangun story ketimbang menciptakan history. Kita lebih ingin dikenang sebagai viral, ketimbang dikenang sebagai visioner.

  • Penulis: Jafar Noh | Pengamat Informasi.
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Pengembangan Karier oleh CDC Universitas Alma Ata Yogyakarta: Persiapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

    Sosialisasi Pengembangan Karier oleh CDC Universitas Alma Ata Yogyakarta: Persiapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 22 April 2025 – Career Development Center (CDC) Universitas Alma Ata Yogyakarta menggelar sosialisasi pengembangan karier yang dirancang untuk membekali mahasiswa dan alumni dengan informasi serta layanan penting guna menghadapi dunia kerja secara profesional, sosialisasi ini dilaksanakan pada Senin, 21 April 2025 yang berlokasi di Auditorium KH. Hasyim Asy’ari/ MAM lt. 9 Universitas Alma […]

  • Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Ternate mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rida di Kota Tangerang

    LBH Ansor Ternate Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Kader Banser di Tangerang

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Ternate mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rida di Kota Tangerang. Insiden ini dinilai sebagai bentuk kekerasan yang tidak hanya melukai korban, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat. Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran Bailussy, menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus segera […]

  • Himpunan Mahasiswa Islam Yogyakarta menuntut keadilan bagi aktivis Madarudin Lapandewa korban kekerasan"

    Kekerasan Madarudin Lapandewa: HMI Yogyakarta Desak Pihak berwajib Tindak Tegas Pelaku di Desa Ilath

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.661
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (22/8/25) Kekerasan terhadap Madarudin Lapandewa di Desa Ilath, Pulau Buru, Maluku, memicu respon keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Pada 17 Agustus lalu, sekelompok orang memukul Madarudin hingga ia mengalami luka serius. korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut. Formatur Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, mengecam […]

  • Ketua Fatayat NU Tidore Astuti Ardenan memberikan pernyataan pers kasus kekerasan seksual Oba Utara.

    Fatayat NU Tidore: Kasus Remaja Oba Utara hingga Musisi Lokal Bukti Kekerasan Seksual Kian Mengkhawatirkan

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.556
    • 0Komentar

    Komitmen Fatayat NU Astuti menegaskan, Fatayat NU Kota Tidore Kepulauan siap memerangi semua bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sikap ini sejalan dengan agenda nasional Pengurus Pusat Fatayat NU yang fokus pada dua isu besar: pemberdayaan perempuan dan perlindungan perempuan-anak. Ia menambahkan, polisi sudah menangani kasus tersebut. Korban juga mendapat pendampingan dari Dinas P2KBP3A. “Kami […]

  • Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 557
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat melaut di wilayah perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Kamis (18/6/2026). Korban diketahui bernama Sofyan Awat (54). Saat kejadian, korban sedang melakukan aktivitas memancing bersama sejumlah rekannya menggunakan perahu […]

  • Seleksi Administrasi Calon Rektor UNUTARA Maluku Utara 2026

    Tiga Nama Lulus Seleksi Administrasi Calon Rektor UNUTARA

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 405
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Panitia Seleksi (Pansel) Calon Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) secara resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi berkas para pendaftar bakal calon Rektor UNUTARA untuk masa bakti periode 2026–2031. Ketua Pansel Calon Rektor UNUTARA, Saleh Alhaddad, S.Pd., M.H., menyampaikan bahwa pengumuman ini merupakan bagian dari tahapan awal pemilihan kepemimpinan tertinggi perguruan tinggi […]

expand_less