Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Lapang Warisan Hidupkan Permainan Tradisional

Lapang Warisan Hidupkan Permainan Tradisional

  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 1.119
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

Kegiatan dan Lokasi

Kegiatan Lapang Warisan pertama kali dimulai pada 14 Juni 2025 dan kini telah berjalan hampir dua bulan. Dengan sekitar 50 orang volunteer, komunitas ini telah menggelar kegiatan di tiga lokasi berbeda: Pantai Kastela, Ngade, dan Pekarangan Benteng Orange. Mereka memang berniat untuk berpindah-pindah lokasi agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Baik anak-anak maupun orang dewasa menjadi sasaran kegiatan ini, tergantung jenis permainan atau aktivitas yang digelar. Kegiatan mereka tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif—mengajarkan nilai empati, kerja sama, serta kesadaran budaya lokal.

Tantangan dan Harapan

Meski mendapat respons positif, komunitas ini tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah soal perizinan lokasi yang berubah-ubah, serta keterbatasan perlengkapan permainan. Namun demikian, semangat para relawan tetap tinggi.

Kami ingin kegiatan ini menjadi alarm bagi masyarakat, bahwa akhir pekan bukan hanya soal bermain gadget atau scroll media sosial. Healing tidak harus mahal. Kita bisa kembali ke akar: bermain bersama, tertawa bersama, dan belajar dari permainan masa kecil yang penuh nilai sosial,” ungkap Ain.

Ke depan, komunitas ini berharap dapat terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak wilayah di Ternate, bahkan di luar Maluku Utara. Mereka ingin Lapangan Warisan menjadi ruang yang mampu menghidupkan kembali semangat kolektivitas dan kecintaan terhadap budaya lokal.(red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (1)

  • Saiful Jufri (Ipul)

    Terima kasih atas respon positifnya,, kami akan selalu semangat untuk menggelarkan kegiatan ini hingga dikenal lebih luas oleh masyarakat lokal maupun nasional. Tujuan kami tidak sampai disini saja akan berlanjut pergenerasi untuk memberikan edukasi serta semangat positif bagi anak-anak maupun orang dewasa, kami berharap ini bisa di jangkau luas oleh pihak pemerintah setempat maupun pusat.

    Balas5 Agustus 2025 4:06 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Pulau Morotai Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan Negeri

    Polres Pulau Morotai Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan Negeri

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 263
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Morotai resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Morotai. Pelimpahan tahap II ini menandai berakhirnya proses penyidikan dan dimulainya tahap penuntutan oleh pihak kejaksaan. Proses serah terima dilaksanakan pada Senin (29/6/2026) pukul […]

  • Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

    Menimbang Ulang Wacana Otonomi Daerah Baru: Antara Harapan, Realita, dan Tanggung Jawab Intelektual Muda

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Jafar Noh | Pengamat Informasi.
    • visibility 2.069
    • 0Komentar

    Antara Euforia dan Hiperealitas Kita hidup di era yang digambarkan oleh filsuf Prancis Jean Baudrillard sebagai zaman “hiperealitas” — ketika batas antara realitas dan representasinya menjadi kabur. Dalam konteks ini, kadang suara publik terdengar lebih nyaring dari pada substansi. Ketika Ibu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan aspirasi terkait DOB Sofifi di hadapan Presiden Prabowo […]

  • FEDERALISME FISKAL MALUT: Menyelamatkan Malut dari Kubangan Kemiskinan.

    FEDERALISME FISKAL MALUT: Menyelamatkan Malut dari Kubangan Kemiskinan.

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Hasrul Hi Kahar Mahasiswa Sosiologi Yogyakarta
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Paradoks yang Paradoksal Maluku Utara hari ini merupakan studi kasus paling telanjang tentang bagaimanapertumbuhan ekonomi bisa berjalan sepenuhnya lepas dari kesejahteraan rakyat. Provinsi inimencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Indonesia sebesar 34% sepanjang tahun 2025 dansempat menyentuh 39,10% pada kuartal III tahun 2025 yang nyaris seluruhnya ditopanghilirisasi nikel di dua kawasan, yakni, Halmahera Tengah dan Timur. Pada […]

  • Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Zidni Ilman Warnangan
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    Krisis ekologis Indonesia hari-hari ini tidak dapat dipahami sebagai persoalan teknis dalam tata kelola lingkungan.

  • Mahasiswa KKN Universitas Trilogi Kelompok 21 berfoto bersama warga dan panitia saat pembukaan perayaan HUT RI ke-80 di RW 09 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jumat (8/8/2025)

    Mahasiswa KKN Trilogi Meriahkan Pembukaan HUT RI ke-80 di RW 09 Srengseng Sawah

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Ketua Kelompok KKN, Sahrir Jamsin, menyampaikan rasa bahagianya dapat ikut ambil bagian dalam momen bersejarah ini. “Bagi kami, ini bukan cuma perayaan kemerdekaan, tapi juga momen untuk berkumpul, mengenal lebih dekat dengan warga, dan membangun suasana guyub di RW 09,” ujarnya. Selain seremoni pembukaan, malam itu juga dimeriahkan pertandingan pembuka turnamen bulu tangkis yang menjadi […]

  • LBH Ansor Ternate Harap Netralitas ASN Dijaga dalam Polemik DOB Sofifi, Ingatkan Peran Kepala Daerah dalam Demokrasi Sehat

    LBH Ansor Ternate Harap Netralitas ASN Dijaga dalam Polemik DOB Sofifi, Ingatkan Peran Kepala Daerah dalam Demokrasi Sehat

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 994
    • 0Komentar

    “Kepala daerah tentu memiliki hak menyampaikan pandangan politiknya. Namun, kami mengingatkan agar semua elemen birokrasi tetap dijaga independensinya dan tidak diarahkan secara sepihak dalam menyikapi isu yang masih dalam tahap wacana dan kajian,” tambahnya. Lebih lanjut, LBH Ansor menilai bahwa wacana DOB Sofifi merupakan bagian dari dinamika ketatanegaraan yang sah secara konstitusional, dan karenanya perlu […]

expand_less