Perundingan AS Iran di Swiss Dimulai di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sejumlah kapal belum bisa melalui Selat Hormuz dekat pesisir Iran, pada 18 Juni 2026. Source : Reuters
Perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan resmi dimulai di Swiss pada Minggu (21/06/2026). Pertemuan krusial ini tetap berjalan meskipun militer Iran sempat melontarkan pernyataan sepihak terkait penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas eskalasi serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan.
Pihak militer AS sendiri langsung membantah klaim penutupan jalur maritim strategis tersebut. Washington menyatakan bahwa aktivitas pelayaran dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz terpantau tetap berjalan normal. Di sisi lain, Teheran berargumen tindakan responsif di selat tersebut dipicu oleh serangan mematikan Israel yang dinilai mencederai poin-poin kesepakatan awal antara Iran dan AS untuk mengakhiri perang.
Dilansir dari BBC Indonesian wakil Presiden AS, JD Vance, dilaporkan telah bertolak dari Washington DC sejak Sabtu (20/06/2026) malam menuju Swiss. Sebelum menaiki pesawat, Vance menyatakan optimismenya untuk mencapai progres konkret terkait isu pembatasan nuklir serta pemantapan gencatan senjata di Lebanon.
“Keadaan sebenarnya mulai membaik di sana, dan situasinya sedikit melambat. Ini adalah sesuatu yang harus terus kita kelola untuk memastikan bahwa Israel dan Lebanon sama-sama aman dan terlindungi. Itulah tujuan utama dari ini, yaitu membuat seluruh kawasan aman dan stabil,” ujar JD Vance di hadapan awak media.
Delegasi Iran dan Kehadiran Mediator Ketiga
Delegasi dari pihak Republik Islam Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dilaporkan telah mendarat lebih awal di Swiss. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa posisi Teheran dalam pertemuan ini adalah menuntut AS mematuhi seluruh komitmen yang telah disepakati.
Selain kedua negara yang bertikai, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dikonfirmasi turut menghadiri meja perundingan tersebut. Keterlibatan Pakistan merupakan kelanjutan peran mereka sebagai mediator internasional yang sebelumnya juga sukses menjembatani komunikasi politik antara Washington dan Teheran.
Agenda di Swiss ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan awal yang sebelumnya telah ditandatangani oleh presiden kedua negara. Kesepakatan tersebut mencakup komitmen gencatan senjata segera di Lebanon serta tenggat waktu pelaksanaan perundingan lanjutan selama 60 hari ke depan guna merumuskan perjanjian perdamaian final.
(BS/Red)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: BBC

Saat ini belum ada komentar