Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan
- calendar_month Sab, 4 Okt 2025
- visibility 791
- comment 0 komentar

Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN FUAD & Wakil Ketua GP. Ansor Maluku Utara
Konstribusi nyata atas proses transformasi pada IAIN Ternate harus mampu memberikan ide dan gagasan yang cemerlang atas dasar keinginan untuk menyumbangkan peran yang nyata dan turut membangun produktivitas pemikiran ke-islaman yang “shaalihun li kulli zamaan wa makaan” bagi konstribusi untuk kemajuan daerah ini ke depannya. IAIN Ternate harus mampu “meruntuhkan” syak-keraguan yang selama ini di stigmakan serta dimunculkan terhadap dunia Perguruan Tinggi Islam di Maluku Utara yang diidentikkan dengan kampus IAIN Ternate. Besarnya kapasitas dan fungsi edukatif yang diberikan seiring dengan arus tranformasi yang terjadi menjadikan kampus ini bertransformasi agar memiliki mandat yang lebih luas, karena dibalik kebesaran dan keluasan kapasitas, peran dan fungsi kampus keagamaan ini harus mampu menatap dan “menjejakkan” kiprah dan konstribusinya untuk menunjukkan “nalar kritis” dalam menghadapi modernitas zaman. Kampus IAIN Ternate harus memperluas networking-jaringan ke semua stakeholders-pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Maluku Utara dan secara eksternal harus berkolaborasi secara berani dengan kampus lainnya di negara ASEAN-go international. Kemandirian dalam mengelola ide dan gagasan tentang kualitas Pendidikan Tinggi Islam ini perlu dirumuskan secara bersama-sama atau melakukan kolaborasi internal yang kuat untuk satu ghayah-tujuan yakni tentang masa depan IAIN Ternate yang lebih modern.
Dalam konteks dan frame terhadap planning-perencanaan alih status dari IAIN Ternate menjadi UIN SUBA-Sultan Baabullah Ternate, maka proyeksi-persiapan ke arah itu harus disiapkan secara komprehensif dari sekarang oleh IAIN Ternate untuk bertransformasi lebih cepat dengan mempertimbangkan berbagai ekspektasi untuk meningkatkan beberapa komponen dasar sebagai syarat wajib, yaitu, Pertama, meningkatkan jumlah mahasiswa baru secara siginifikan setiap tahunnya dengan cara bergerak bersama lakukan sosialisasi yang inovatif di tengah masyarakat Islam Kepulauan di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara secara terstruktur, sistematis dan masif. Kedua, memperhatikan dan memastikan nilai akreditasi program studi-program studi yang ada di setiap fakultas harus memiliki nilai yang excellent-unggul, Ketiga, menghidupkan ruh budaya akademik untuk menciptakan lingkaran tasbih akademik di kampus ini dengan cara bergandengan tangan agar mendorong lebih kencang lagi untuk penambahan jumlah Guru Besar-gelar profesor dengan cara mempermudah on process-pada proses pengajuannya oleh para dosen dilingkungan IAIN Ternate dan, Keempat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia-SDM bagi pendidik dan tenaga kependidikan dilingkungan IAIN Ternate. Oleh karena prospek masa depan kampus ini akan berpotensi menjadi model kampus ke-agamaan yang memiliki ciri khas tersendiri sebagai pusat pengembangan masyarakat Islam Kepulauan jika kemudian beralih status menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate. Hal ini akan membawa sejuta manfaat secara kelembagaan dan menarik perhatian yang luar biasa bagi masyarakat Maluku Utara yaitu, pertama, akan terciptanya ruang lingkup civitas akademika yang semakin luas cakupannya, kedua, pembukaan program studi umum niscaya diberlakukan untuk menjawab dunia kerja yang semakin kompetetif, ketiga, persamaan derajat akademik semakin tinggi dengan Perguruan Tinggi Negeri lainnya, keempat, peningkatan kesejahteraan bagi Dosen dan Pegawai dilingkungan UIN Sultan Baabullah Ternate, kelima, membuka peluang pekerjaan dengan bertambahnya pembukaan program studi-program studi agama dan umum dan, keenam, bahwa nantinya kampus UIN Sultan Baabullah Ternate ini dapat dijadikan sebagai lokomotif pencipta sumber daya manusia-SDM yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis pada Iman dan Taqwa Kepada Allah Swt untuk ikut aktif mewarnai masa depan Maluku Utara serta secara nyata untuk menjawab kebutuhan pasar keagamaan-religious market.
- Penulis: Fahrul Abd. Muid
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar