Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » REKONSILIASI DAN KONSOLIDASI IKA PMII UNTUK MALUKU UTARA BANGKIT, INDONESIA MAJU

REKONSILIASI DAN KONSOLIDASI IKA PMII UNTUK MALUKU UTARA BANGKIT, INDONESIA MAJU

  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 904
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Adalah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang mengikat para kadernya untuk tetap berjuang dalam rangka memberikan musa’adah (konstribusi) pemikiran, tenaga dan waktunya untuk terlibat aktif dalam pembangunan Maluku Utara bangkit dan Indonesia maju. Membantu kerja-kerja pemerintah, baik pusat maupun daerah pada konteks kerja-kerja Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, kerja-kerja siyasiyyah (politik) dan berkomitmen yang tinggi dan konsisten pada penguatan hubungan ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai maqashid al-syari’ah yaitu tujuan-tujuan beragama di Indonesia sekaligus ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui lembaga pendidikan Madrasah, Pondok Pesantren dan lembaga Pendidikan perguruan tinggi di Maluku Utara dengan mendidirikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) secara cepat, bahwa IKA PMII Maluku Utara berjihad, berijtihad dan beristinbath sekuat tenaga dan pikirannya untuk merealisasikan kemashlahatan bagi warga negara bangsa tanpa membeda-bedakan antara suku, agama, ras dan golongan dan selalu menghilangkan kemudharatan.

Sedangkan disisi yang lain IKA PMII Maluku Utara juga memperhatikan  nilai-nilai dasar agama Islam yang menggunakan manhajiyyah Ahlussunnah wal jama’ah, seperti al-‘adalah (keadilan), al-musawamah (kesetaraan), dan al-hurriyyah (kemerdekaan) untuk mewujudkan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka IKA PMII Maluku Utara berkeyakinan penuh (haqqul yaqin) bahwa pendekatan maqashid al-syari’ah atau mashlahan dhuriyyah merupakan sesuatu yang penting  demi terwujudnya kemashlahatan warga negara (wathaniyyah) Indonesia. Jika hal tersebut diabaikan maka akan menimbulkan al-mafsadah (kerusakan) bahkan hilangnya tatanan hidup dan kehidupan kebangsaan kita yang tidak mampu merealisasikan kemanfaatan sumber daya alam untuk warga masyarakat yang notabenenya tidak akan lagi berkonstribusi terhadap pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan kekayaan kebudayaan kita.

Maka musa’adah (konstribusi) nyata IKA PMII Maluku Utara dalam pembangunan manusia dan kebudayaan Indonesia adalah niscaya, langkah gerak IKA PMII Maluku Utara agar terus memposisikan organisasi ini ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang plural dan menjadi benteng Islam Nusantara, memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dan dapat diandalkan untuk melakukan perubahan (taghyir) kearah yang lebih mashlahah dan memberikan solusi yang cerdas dalam persoalan-persoalan kebangsaan, ke-Islaman, ke-Indonesiaan, keadilan, kesejehteraan dan kemanusiaan. IKA PMII Maluku Utara wajib berkolaborasi dan memberikan dukungan yang komprehensif kepada realisasi visi-misi dan program-program kerakyatan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara yang nyata-nyata pro rakyat hari ini dan yang akan datang untuk menguatkan visi-misi dan program Presiden Republik Indonesia agar mempercepat tercapainya target pembangunan bangsa Indonesia yang kuat pada sektor swasembada pangan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penulis : Mohammad Rifqi. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Pembangkangan Konstitusi: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Penulis : Mohammad Rifqi. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • visibility 91
    • 0Komentar

    “Pemilihan pejabat oleh DPRD bukan langkah maju. Bukan pendewasaan demokrasi. Bukan solusi konflik. Ini Adalah pembangkangan terhadap konstitusi,” Mohammad Rifqi. Konstitusi membuka dengan kalimat agung “Kedaulatan berada di tangan rakyat.” Namun dalam praktik politik mutakhir, kalimat itu tampaknya perlu direvisi menjadi “Kedaulatan berada ditangan rakyat selagi tidak merepotkan elite.” Wacana pemilihan pejabat publik oleh DPRD […]

  • Kepala MAN 1 Ternate saat menerima penghargaan terbaik atas tata kelola media sosial kategori Madrasah Aliyah Negeri dari Kanwil Kemenag Maluku Utara di Ternate, Rabu (28/1/2026).

    Madrasah Aliyah Negeri 1 Ternate Raih Penghargaan Pengelolaan Medsos Terbaik

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 123
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ternate kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai Pengelola Media Sosial Terbaik kategori Madrasah Negeri se-Maluku Utara. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen institusi dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana informasi dan publikasi pendidikan yang transparan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku […]

  • MAKLUMAT PERGERAKAN: Perwakilan Sahabat Peduli Marwah PMII, Abdul Haris Nepe (tengah), saat membacakan Maklumat Pergerakan di depan awak media di Jakarta, Senin (16/2/2026). Dalam maklumatnya, ia mengecam keras aksi vandalisme terhadap Sekretariat PB PMII dan mendesak pengurus pusat segera melakukan evaluasi total dalam waktu 3x24 jam demi menjaga marwah organisasi. Source : Istimewa

    Gugat Perusakan Sekretariat PB PMII, Abdul Haris Nepe Bacakan Maklumat “Selamatkan Marwah Organisasi”

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 410
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 16 Februari 2026 – Gelombang kekecewaan melanda kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di seluruh tanah air menyusul insiden perusakan Sekretariat Pengurus Besar (PB) PMII di Jakarta. Merespons situasi tersebut, Abdul Haris Nepe, mewakili Sahabat Peduli Marwah PMII, secara resmi membacakan “Maklumat Pergerakan” sebagai bentuk protes keras atas penghinaan terhadap simbol kedaulatan organisasi. […]

  • Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Balengko Space – Belakangan ini, olahraga lari menjadi fenomena yang menyita perhatian. Media sosial diramaikan dengan berbagai flyer event lomba lari yang bertebaran di Instagram, TikTok, hingga grup WhatsApp. Para influencer dan konten kreator turut mempopulerkan aktivitas ini, mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apakah fenomena ini benar-benar […]

  • Kegiatan Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I di depan Lab Pendidikan Geografi Unkhair, anggota membaca dan berdiskusi untuk tingkatkan literasi.

    Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I Tingkatkan Literasi Anggota

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 482
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE– Ternate, (15/8/25), Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I menjadi program literasi rutin untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada 13 Agustus 2025 di depan ruang Lab Pendidikan Geografi, Universitas Khairun. Pengurus menyediakan berbagai buku sosial, novel, dan pendalaman Alkitab. Peserta membaca buku pilihan, lalu mempresentasikan ringkasan bacaan […]

  • Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

    Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Mujais Apling, S.Pd.,M,.Pd (Dekan Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara)
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Memperingati Hari Guru tahun ini, bangsa Indonesia kembali diajak untuk menoleh sejenak pada realitas yang dihadapi para pendidik di seluruh pelosok negeri. Di balik peran mulia mereka dalam mencetak generasi masa depan, terdapat beban dan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa dekade lalu. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga dituntut memahami dinamika sosial, tekanan […]

expand_less