Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 767
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pemahaman Kesetaraan Gender sangat sederhana walaupun seringkali disamakan dengan pengertian jenis kelamin. Seharusnya pada langkah pertama ini yang perlu dipertegaskan mengenai persoalan gender tidak dapat dipisahkan dengan jenis kelamin. Sebab keduanya memiliki perbedaan, gender merupakan pembagian antara tugas laki-laki dan perempuan, sedangkan jenis kelamin merupakan konsep biologis yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Melihat pada konteks kepemimpinan perempuan di ranah politik, salah satu contoh di Maluku Utara adalah Serly Tjoanda merupakan Gubernur pertama perempuan di Maluku Utara, yang mencetak sejarah bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin di sebuah daerah. Sebagaimana yang kita ketahui secara bersama bahwa Serly Tjoanda merupakan Gubernur Maluku Utara yang melatarbelakangi minoritas, berbeda halnya dengan Gubernur sebelumnya di Maluku Utara.

Setiap manusia berhak menjadi pemimpin tanpa membedakan jenis kelamin, Agama, Suku, dan Ras. Tapi, makna dari itu bukan hanya sekadar menjadi pemimpin dalam pemerintahan, justru harus juga menjadi pemimpin dalam pendidikan, pemimpin disebuah lembaga atau organisasi, pemimpin keluarga, bahkan pemimpin untuk dirinya sendiri. Maka bukan menjadi standar dalam memilih pemimpin dengan melihat gender nya saja, tetapi lebih dalam melihat karakteristik pemimpin itu sendiri.

Kebanyakan saat ini masyarakat memandang dalam diri perempuan sangat emosional, lemah, dan labil. Sementara di sisi lain Laki-laki menyadari bahwa mereka sangat kuat, logis, perkasa, dan juga tidak mudah menangis. Dalam memilih pemimpin tidak harus memandang jenis kelamin karena sifat dan karakteristik perempuan dapat berubah dari waktu ke waktu, mungkin terjadi dalam kelas sosial yang berbeda. Sejarah ini memberikan gambaran kepada kita bahwa kepemimpinan seorang perempuan belum tentu memberikan dampak yang negatif kepada masyarakat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat NU Cabang Tidore Gelar Pemilihan Ketua Baru pada 3 Agustus 2025

    Fatayat NU Cabang Tidore Gelar Pemilihan Ketua Baru pada 3 Agustus 2025

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    “Saya berharap, keberadaan Fatayat dapat menjadi penguat kesadaran bersama akan pentingnya perhatian terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan perempuan,” ujar Istiqomah. Diketahui, hingga saat ini terdapat enam kandidat yang telah mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Pemilihan akan digelar di Sabua Sahabat, kawasan Pantai Tugulufa, Tidore. Fatayat NU merupakan salah satu badan otonom di bawah Nahdlatul […]

  • Sahabuddin Lumbessy Ketua PC IKA PMII Sula

    PC IKA PMII Kepulauan Sula Beri Masukan untuk Sukseskan MUSWIL IKA PMII ke-IV

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Sanana (BALENGKO) – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kepulauan Sula masa khidmat 2025–2030 memberikan masukan terhadap pelaksanaan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) IKA PMII ke-IV. Masukan tersebut disampaikan guna mewujudkan tujuan utama kegiatan, sebagaimana tema besar MUSWIL kali ini: “Rekonsiliasi dan Konsolidasi IKA PMII untuk Maluku Utara Bangkit.” PC IKA PMII Kepulauan […]

  • Suasana penyuluhan bahaya narkoba di Balai Desa Karangmanggis bersama mahasiswa KKN dan BNN Kendal

    Mahasiswa KKN Universitas Alma Ata dan BNN Kendal Edukasi Generasi Muda di Desa Karangmanggis

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Ketua Tim KKN-T, Muhammad Bahaudin Elba, mengajak seluruh pihak bekerja sama mencegah narkoba. Menurutnya, pengaruh lingkungan, media sosial, dan minimnya pengetahuan menjadi pemicu penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan aktif dari keluarga. “Orang tua harus mengawasi anak-anak secara aktif. Seluruh elemen masyarakat wajib bersinergi agar upaya pencegahan berjalan efektif,” tegas […]

  • Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama (Unutara) di SMAN 6 Tidore

    Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama (Unutara) di SMAN 6 Tidore

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Tidore, Rabu (19/2/25) – Universitas Nahdlatul Ulama (Unutara) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara dengan menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di SMAN 6 Tidore Kepulauan, yang terletak di Kelurahan Rum. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program studi unggulan dan memberikan informasi langsung kepada calon mahasiswa mengenai […]

  • Siswa SD mengikuti lokakarya Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole di Ternate

    Gandeng Siswa SD, BPK Malut Gelar Lokakarya Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole Berbasis Etnosains

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 125
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara menggelar lokakarya edukatif bertajuk Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Kota Ternate, Rabu (05/08/2026). Mengangkat tema “Pengetahuan Lokal dan Etnosains untuk Siswa Sekolah Dasar”, agenda ini diikuti oleh puluhan siswa gabungan dari SD N 3, SD N 4, SD N […]

  • Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

    Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Rabbiul Nguna Nguna
    • visibility 895
    • 0Komentar

    Pendidikan sering kali dilekatkan pada perilaku baik dan terpuji. Karena itu, ketika seseorang memasuki dunia pendidikan formal baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) ia kerap dicap sebagai pribadi baik. Terlebih lagi apabila seorang anak melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, ia hampir pasti dianggap sebagai sosok paling bermoral dan berakhlak terpuji.

expand_less