Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 840
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pemahaman Kesetaraan Gender sangat sederhana walaupun seringkali disamakan dengan pengertian jenis kelamin. Seharusnya pada langkah pertama ini yang perlu dipertegaskan mengenai persoalan gender tidak dapat dipisahkan dengan jenis kelamin. Sebab keduanya memiliki perbedaan, gender merupakan pembagian antara tugas laki-laki dan perempuan, sedangkan jenis kelamin merupakan konsep biologis yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Melihat pada konteks kepemimpinan perempuan di ranah politik, salah satu contoh di Maluku Utara adalah Serly Tjoanda merupakan Gubernur pertama perempuan di Maluku Utara, yang mencetak sejarah bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin di sebuah daerah. Sebagaimana yang kita ketahui secara bersama bahwa Serly Tjoanda merupakan Gubernur Maluku Utara yang melatarbelakangi minoritas, berbeda halnya dengan Gubernur sebelumnya di Maluku Utara.

Setiap manusia berhak menjadi pemimpin tanpa membedakan jenis kelamin, Agama, Suku, dan Ras. Tapi, makna dari itu bukan hanya sekadar menjadi pemimpin dalam pemerintahan, justru harus juga menjadi pemimpin dalam pendidikan, pemimpin disebuah lembaga atau organisasi, pemimpin keluarga, bahkan pemimpin untuk dirinya sendiri. Maka bukan menjadi standar dalam memilih pemimpin dengan melihat gender nya saja, tetapi lebih dalam melihat karakteristik pemimpin itu sendiri.

Kebanyakan saat ini masyarakat memandang dalam diri perempuan sangat emosional, lemah, dan labil. Sementara di sisi lain Laki-laki menyadari bahwa mereka sangat kuat, logis, perkasa, dan juga tidak mudah menangis. Dalam memilih pemimpin tidak harus memandang jenis kelamin karena sifat dan karakteristik perempuan dapat berubah dari waktu ke waktu, mungkin terjadi dalam kelas sosial yang berbeda. Sejarah ini memberikan gambaran kepada kita bahwa kepemimpinan seorang perempuan belum tentu memberikan dampak yang negatif kepada masyarakat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan illegal logging CV Anugerah Empat Mandiri di hutan Sula

    Dugaan Illegal Logging di Sula, LBH PB PMII Desak Pencabutan Izin CV AEM

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 2 April 2026 – Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (LBH PB PMII) mengecam dugaan praktik illegal logging oleh CV Anugerah Empat Mandiri (AEM) di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Perusahaan tersebut diduga melakukan penebangan kayu di luar area izin, berdasarkan hasil investigasi PC PMII Kepulauan Sula dan laporan masyarakat. […]

  • Forum BEM DIY Tolak Pabrik Semen Wonogiri dalam aksi solidaritas Pracimantoro

    Forum BEM DIY Gelar Aksi Solidaritas: Tolak Pabrik Semen dan Perusakan Karst Pracimantoro Wonogiri

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Muzsta
    • visibility 194
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, 11 AGUSTUS 2026 — Forum BEM DIY (FBD) menggelar aksi perlawanan kolektif sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Aksi yang digelar di pertigaan gejayan ini merupakan respons atas ancaman kehancuran ekologis dan perampasan ruang hidup akibat rencana pembangunan pabrik semen PT Anugerah Andalan Asia (AAA) dan pertambangan batu gamping PT Sewu […]

  • sumber foto : Istimewa

    PKPM NUKU Yogyakarta Siap Gelar Kongres XXII dan Simposium Kepemimpinan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 314
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO) — Perkumpulan Keluarga dan Mahasiswa Nuku (PKPM NUKU) Yogyakarta akan menggelar Kongres ke-XXII yang dirangkaikan dengan Simposium Kepemimpinan pada 16–18 Januari di Asrama PKPM NUKU Yogyakarta. Kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan mengevaluasi kinerja kepengurusan, merumuskan arah kebijakan, serta menetapkan kepemimpinan dan program kerja periode selanjutnya. Kegiatan ini diharapkan berlangsung demokratis, tertib, […]

  • Mengenal Lebih Dekat Ongker, Rapper dari Indonesia Timur yang Membawa Identitas Maluku dalam Setiap Liriknya

    Mengenal Lebih Dekat Ongker, Rapper dari Indonesia Timur yang Membawa Identitas Maluku dalam Setiap Liriknya

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram Ongker Ongker, seorang rapper berbakat asal Indonesia Timur, baru-baru ini berbagi cerita tentang perjalanan musiknya dalam sebuah wawancara eksklusif. Dari awal mula ketertarikannya pada musik hip-hop hingga tantangan yang dihadapi sebagai musisi dari daerah, Ongker membuka pintu bagi kita untuk memahami lebih dalam tentang dirinya dan karya-karyanya. Awal Mula Tertarik pada […]

  • Ilham Gogasa, lulusan magister IPB University asal Pulau Morotai, meneliti tingkat kerentanan nelayan tuna skala kecil di kampung halamannya sebagai upaya memperkuat keberlanjutan sektor perikanan pesisir.

    Lulusan Magister IPB University, Pemuda Morotai Teliti Kerentanan Nelayan Tuna di Pesisir Pasifik

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Meneliti Kerentanan Nelayan Tuna Skala Kecil Saat menempuh studi magister, Ilham menulis tesis berjudul “Kajian Tingkat Kerentanan Usaha Perikanan Handline Tuna Skala Kecil di Kabupaten Pulau Morotai.” Penelitian ini berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan kecil yang bergantung pada perikanan tuna — salah satu komoditas unggulan daerah. Pulau Morotai dikenal sebagai wilayah penghasil tuna sirip […]

  • Penulis : Mohammad Rifqi. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Pembangkangan Konstitusi: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Penulis : Mohammad Rifqi. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • visibility 237
    • 0Komentar

    “Pemilihan pejabat oleh DPRD bukan langkah maju. Bukan pendewasaan demokrasi. Bukan solusi konflik. Ini Adalah pembangkangan terhadap konstitusi,” Mohammad Rifqi. Konstitusi membuka dengan kalimat agung “Kedaulatan berada di tangan rakyat.” Namun dalam praktik politik mutakhir, kalimat itu tampaknya perlu direvisi menjadi “Kedaulatan berada ditangan rakyat selagi tidak merepotkan elite.” Wacana pemilihan pejabat publik oleh DPRD […]

expand_less