Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 453
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Republik ini didirikan di atas darah, air mata, dan janji emansipasi yang radikal. Namun, di antara deretan bapak bangsa, ada satu narasi yang kerap dipinggirkan dalam kurikulum pendidikan formal kita yaitu gagasan Tan Malaka. Sebagai arsitek Republik yang bergerak di bawah tanah, Tan Malaka menolak kompromi. Ia mendambakan “Merdeka 100 Persen”, sebuah kemerdekaan yang tidak lahir dari meja perundingan dengan imperialis, melainkan dari perebutan kedaulatan politik dan ekonomi secara total oleh rakyat. Jika proklamator seperti Soekarno dan Mohammad Hatta memilih jalan diplomasi yang taktis, Tan Malaka bersikeras bahwa selama sumber daya alam dan struktur kekuasaan masih didikte oleh kekuatan asing atau segelintir elite, kemerdekaan hanyalah ilusi administratif. Melompat jauh dari sejarah tersebut, hari ini Indonesia telah berusia lebih dari delapan dekade. Sudah delapan nakhoda berganti memimpin kapal besar ini. Namun, jika kita meminjam kacamata Tan Malaka, apakah kemerdekaan 100 persen itu sudah tercapai?

Kenyataannya, kita masih terjebak dalam pola kolonialisme gaya baru. Pemerintah demi pemerintah terus berunding dan menyerahkan konsesi sumber daya alam kepada korporasi raksasa dan modal asing dengan dalih pembangunan dan investasi. Gunung bergulung dikeruk, hutan dibabat, namun rakyat di sekitarnya tetap hidup dalam garis kemiskinan. Rakyat di negara yang kaya raya ini paradoksalnya tetap miskin secara struktural. Kita harus berani melakukan analisis yang tidak sekadar menggaruk permukaan. Persoalan Indonesia hari ini bukan semata-mata soal siapa yang duduk di Istana Negara, melainkan bagaimana sistem politik, hukum, dan ekonomi pasca reformasi memungkinkan reproduksi kekuasaan oligarki yang terus menghambat terwujudnya kemerdekaan sosial, ekonomi, dan politik bagi rakyat.

Matinya Reformasi: Dari Otoritarianisme Menuju Oligarki Demokratis

Tahun 1998 sering kali diromantisasi sebagai titik kemenangan rakyat. Reformasi yang didorong oleh mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil adalah akumulasi kemuakan terhadap rezim otoriter Orde Baru yang korup dan represif. Namun, lebih dari dua dekade berlalu, kita harus jujur mengakui bahwa Reformasi telah dibajak. Demokrasi yang kita nikmati hari ini hanyalah demokrasi prosedural, bukan demokrasi substantif. Kita sibuk menyelenggarakan pemilu, namun gagal mendistribusikan keadilan. Mengapa hal ini terjadi? Richard Robison dan Vedi R. Hadiz dalam analisis ekonomi politiknya secara tajam menjelaskan bahwa jatuhnya Soeharto pada 1998 tidak menghancurkan struktur oligarki. Sebaliknya, oligarki Orde Baru yang kapitalistik ini dengan sangat cerdik mereorganisasi diri mereka. Mereka beradaptasi dengan sistem demokrasi elektoral, membajak partai partai politik, dan menyusup ke dalam parlemen serta institusi negara.

  • Penulis: Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani transmigran mengolah lahan pertanian di kawasan permukiman baru program transmigrasi.

    Pemecahan Urusan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Solusi atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Imran Tahir
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Dahulu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi—hingga ke tingkat pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi—dibentuk dengan tujuan menyinergikan kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan serta transmigrasi. Harapannya, kebijakan tersebut mampu menciptakan keterkaitan yang erat antara penyediaan lapangan kerja dan penempatan tenaga kerja, termasuk bagi transmigran, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia, pembangunan, […]

  • Kadis Lingkungan Hidup Ternate Sambut Inisiatif Containder untuk Atasi Masalah Sampah di Kota Ternate

    Kadis Lingkungan Hidup Ternate Sambut Inisiatif Containder untuk Atasi Masalah Sampah di Kota Ternate

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 787
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Ternate, (1/2/25) – Setelah pertemuan yang produktif dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda, perwakilan dari Containder langsung menuju Kota Ternate. Mereka melakukan identifikasi mendalam mengenai permasalahan sampah yang ada. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari langkah yang sebelumnya dilakukan oleh Chiko Molle, yang beberapa minggu lalu meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota […]

  • MTsN 1 Pulau Morotai Sukses Gelar Expo Seni Kelulusan dan Wisuda Tahfiz Angkatan II.

    MTsN 1 Pulau Morotai Sukses Gelar Expo Seni Kelulusan dan Wisuda Tahfiz Angkatan II.

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pulau Morotai sukses menyelenggarakan Expo Seni Kelulusan (Expo Art and Graduation) yang dirangkaikan dengan Wisuda Tahfiz Angkatan II Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut dihadiri oleh dewan guru, orang tua siswa, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai. Ketua Panitia, Mukmin […]

  • PENGUKUHAN PENGURUS: Sekretaris Daerah Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali (tengah), berfoto bersama jajaran pengurus DPC Organda Kabupaten Pulau Morotai masa bakti 2024-2029 usai prosesi pelantikan di Aula Daloha Resort, Sabtu (14/2/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Organda dan Pemerintah Daerah dalam memajukan sektor transportasi darat di Morotai.

    Nakhoda Baru Transportasi Morotai: DPC Organda 2024-2029 Resmi Dilantik

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 292
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Maluku Utara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Pulau Morotai masa bakti 2024-2029 pada Sabtu (14/2/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Aula Daloha Resort ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, yang mewakili Bupati. Turut […]

  • JEJAK AMORFATI DI PULAU GAPI

    JEJAK AMORFATI DI PULAU GAPI

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Ada perjalanan yang ditempuh dengan kaki, tetapi ada pula perjalanan yang hanya bisa dilalui oleh hati. Dan perjalanan itu bermula di Pulau Gapi. Di sana, laut tidak sekadar membentang sebagai batas antara pulau dan cakrawala. Laut menjadi saksi atas banyak hal yang tidak pernah sempat diucapkan. Tentang perpisahan yang datang tanpa aba-aba, tentang harapan yang […]

  • Album Ketiga, Gym dan Lari Bareng HipHop Run It : Transformasi Dewasa Penikmat Soto

    Album Ketiga, Gym dan Lari Bareng HipHop Run It : Transformasi Dewasa Penikmat Soto

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram @penikmatsoto Dunia musik rap Indonesia selalu penuh dengan kejutan, dan salah satu nama yang sedang menjadi sorotan adalah Penikmat Soto, rapper asal Jakarta yang kini tengah sibuk mengerjakan album ketiganya. Dalam wawancara santai, ia berbagi cerita tentang perjalanan musik, kecintaannya pada kebugaran, hingga asal-usul nama panggungnya yang unik. Album Ketiga: Lebih […]

expand_less