Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 480
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Republik ini didirikan di atas darah, air mata, dan janji emansipasi yang radikal. Namun, di antara deretan bapak bangsa, ada satu narasi yang kerap dipinggirkan dalam kurikulum pendidikan formal kita yaitu gagasan Tan Malaka. Sebagai arsitek Republik yang bergerak di bawah tanah, Tan Malaka menolak kompromi. Ia mendambakan “Merdeka 100 Persen”, sebuah kemerdekaan yang tidak lahir dari meja perundingan dengan imperialis, melainkan dari perebutan kedaulatan politik dan ekonomi secara total oleh rakyat. Jika proklamator seperti Soekarno dan Mohammad Hatta memilih jalan diplomasi yang taktis, Tan Malaka bersikeras bahwa selama sumber daya alam dan struktur kekuasaan masih didikte oleh kekuatan asing atau segelintir elite, kemerdekaan hanyalah ilusi administratif. Melompat jauh dari sejarah tersebut, hari ini Indonesia telah berusia lebih dari delapan dekade. Sudah delapan nakhoda berganti memimpin kapal besar ini. Namun, jika kita meminjam kacamata Tan Malaka, apakah kemerdekaan 100 persen itu sudah tercapai?

Kenyataannya, kita masih terjebak dalam pola kolonialisme gaya baru. Pemerintah demi pemerintah terus berunding dan menyerahkan konsesi sumber daya alam kepada korporasi raksasa dan modal asing dengan dalih pembangunan dan investasi. Gunung bergulung dikeruk, hutan dibabat, namun rakyat di sekitarnya tetap hidup dalam garis kemiskinan. Rakyat di negara yang kaya raya ini paradoksalnya tetap miskin secara struktural. Kita harus berani melakukan analisis yang tidak sekadar menggaruk permukaan. Persoalan Indonesia hari ini bukan semata-mata soal siapa yang duduk di Istana Negara, melainkan bagaimana sistem politik, hukum, dan ekonomi pasca reformasi memungkinkan reproduksi kekuasaan oligarki yang terus menghambat terwujudnya kemerdekaan sosial, ekonomi, dan politik bagi rakyat.

Matinya Reformasi: Dari Otoritarianisme Menuju Oligarki Demokratis

Tahun 1998 sering kali diromantisasi sebagai titik kemenangan rakyat. Reformasi yang didorong oleh mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil adalah akumulasi kemuakan terhadap rezim otoriter Orde Baru yang korup dan represif. Namun, lebih dari dua dekade berlalu, kita harus jujur mengakui bahwa Reformasi telah dibajak. Demokrasi yang kita nikmati hari ini hanyalah demokrasi prosedural, bukan demokrasi substantif. Kita sibuk menyelenggarakan pemilu, namun gagal mendistribusikan keadilan. Mengapa hal ini terjadi? Richard Robison dan Vedi R. Hadiz dalam analisis ekonomi politiknya secara tajam menjelaskan bahwa jatuhnya Soeharto pada 1998 tidak menghancurkan struktur oligarki. Sebaliknya, oligarki Orde Baru yang kapitalistik ini dengan sangat cerdik mereorganisasi diri mereka. Mereka beradaptasi dengan sistem demokrasi elektoral, membajak partai partai politik, dan menyusup ke dalam parlemen serta institusi negara.

  • Penulis: Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggul Penahan Abrasi

    Diterjang Ombak Besar, Tanggul Penahan Abrasi di Desa Awanggoa Rusak Parah, Rumah Warga Terancam Ambruk

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 284
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, BACAN – Infrastruktur pelindung pesisir di Kabupaten Halmahera Selatan kembali lumpuh akibat anomali cuaca. Tanggul (swering) penahan abrasi yang membentang di sepanjang bibir pantai Desa Awanggoa, Kecamatan Bacan, dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang sangat parah usai diterjang gelombang laut ekstrem pada Senin (06/07/2026) lalu. Hantaman ombak yang berlangsung maraton sejak pukul 04.00 hingga […]

  • Ketua Dekranasda Maluku Utara Ny Rusni Sarbin Hadiri Jogja Fashion Week 2026

    Hadir di Jogja Fashion Week 2026, Ketua Dekranasda Malut Rusni Sarbin Bidik Potensi UMKM Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Mustakim
    • visibility 297
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Ajang perhelatan mode bergengsi tahunan, Jogja Fashion Week (JFW) 2026 bertajuk “Roots to Resonance”, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Kamis (13/08/2026). Acara tidak hanya dihadiri oleh pejabat dan pelaku industri mode dari […]

  • Sunaidin Ode Mulae, Dosen Antropologi Pariwisata Universitas Khairun sekaligus Pengurus KONI Maluku Utara periode 2025–2029, menyampaikan pandangannya tentang peran KONI dalam mendorong sport tourism untuk meningkatkan ekonomi daerah.

    ”KONI” BERDAMPAK MENDORONG PARIWISATA OLAHRAGA (SPORT TOURSM) UNTUK PERGERAKAN EKONOMI MALUKU UTARA

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Sunaidin Ode Mulae Dosen Antropologi Pariwisata Unkhair Pengurus KONI Maluku Utara 2025-2029
    • visibility 658
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada tanggal 8 Oktober 1938 KONI dibentuk dengan nama Ikatan Sport Indonesia (ISI) oleh Sutardjo Kartohadikusumo sebagai ketua ISI melalui musyawarah beberapa organisasi keolahragaan seperti PSSI, Pelti, dan PBKSI (sekarang Perbasi). Pada 15 Oktober 1934 ISI menggelar Pekan Olahraga di Surakarta, sekaligus menjadi hari berdirinya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). ISI dibentuk oleh beberapa […]

  • 9 Siswa MTsN 1 Morotai Lolos Seleksi OMI Bidang Sains 2026, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

    9 Siswa MTsN 1 Morotai Lolos Seleksi OMI Bidang Sains 2026, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 256
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – MTs Negeri 1 Morotai sukses melaksanakan seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tingkat Madrasah Tahun 2026. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak sembilan siswa dinyatakan lolos dan dapat melanjutkan perjalanan pada seleksi tingkat Kabupaten Pulau Morotai yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai. Dalam pelaksanaan OMI Tahun 2026 tingkat […]

  • Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Sanana, 19 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara menyampaikan keberatan atas tindakan Kejaksaan Negeri Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, yang dinilai membatasi hak pendampingan hukum terhadap seorang warga dalam proses pemeriksaan. Koordinator Wilayah LBH Ansor, Dr. (cand) Al Walid Muhammad, S.H., M.H.Li, menyebutkan bahwa pihaknya […]

  • Aktivitas Fisik 40% Sebelum Izin Lingkungan, Ahli Hukum Unkhair: PT Intimkara Langgar Prinsip Preventif

    Aktivitas Fisik 40% Sebelum Izin Lingkungan, Ahli Hukum Unkhair: PT Intimkara Langgar Prinsip Preventif

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 226
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Dosen Hukum Lingkungan Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Siti Barora, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan usaha berisiko dampak lingkungan dilarang beroperasi sebelum mengantongi Persetujuan Lingkungan dan perizinan berusaha yang sah. Penegasan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (yang telah diubah melalui UU Nomor 6 […]

expand_less