Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • visibility 396
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

‘Lailatul Qadar’ berarti, satu malam yang sangat dirindukan oleh perindu-perindunya karena ia sangat menentukan kepentingan umat manusia di jagad raya, dan ‘Alfu Syahr” berarti, seribu bulan yang erat hubungannya dengan ‘lailatul qadar’ dalam sistem ajaran Islam. ‘Lailatul qadar’ adalah malam yang sangat mulia dan berharga bagi interest umat Nabi Muhammad Saw untuk perbaikan kualitas hidupnya, apalagi malam ini sangat diyakini sebagai malam turunnya al-Qur’an (nuzul al-qur’an) kepada Nabi Muhammad Saw dan merupakan malam yang penuh berkah dan ampunan (maghfirah) dari Allah Swt. Sedangkan 1000 (seribu) bulan adalah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan keutamaan ‘Lailatul Qadar’ karena menurut Hadis Nabi Muhammad Saw bahwa, ‘lailatul qadar’ adalah satu malam yang hanya terdapat pada bulan ramadhan dan lebih baik dari 1000 (seribu) bulan yang mustahil bagi umat Nabi Muhammad Saw dapat melakukan ibadah saja dalam hidupnya, tanpa disibukkan dengan kesibukan lainnya. Oleh karena itu, menurut Yusuf Qaradhawi menjelaskan “bahwa, 1000 (seribu) bulan bukanlah waktu yang singkat dan perkara mudah bagi saya, anda, dan kita semua sebagai umat Nabi Muhammad Saw yang kaslan atau malas beribadah kepada Allah Swt secara terus-menerus dalam hidupnya-pasti ada ibadah wajib yang bolong-bolong, maka perhitungan 1000 (seribu) bulan sama halnya dengan 83 (delapan puluh tiga) tahun 4 (empat) bulan dalam hitungan kalender, di mana rata-rata usia saya, anda, dan kita semua yang hidup di atas dunia ini berpotensi jarang usianya sampai dengan 83 (delapan puluh tiga) tahun sebagaimana yang dimaksudkan dengan 1000 (seribu) bulan itu. Namun, pada malam ‘lailatul qadar’ ini hanya menjadi amalan satu malam saja dimalam yang ganjil dalam bulan ramadhan, maka bagi umat Nabi Muhammad Saw yang ‘istiqamah’ dengan ibadah puasa yang dilaksanakannya bisa memperoleh ganjaran pahala ibadah seperti yang bersangkutan melaksanakan ibadah saja selama 83 (delapan puluh tiga) tahun jika ‘lailatul qadar’ bersedia menemuinya”.

Oleh karena itu, bagi umat Nabi Muhammad Saw bahwa kehadiran ‘lailatul qadar’ yang menurut Quraish Shihab menjelaskan, bahwa apakah bila ia hadir, ia akan menemui setiap orang Islam yang terjaga atau tidak ‘ruqud’ pada malam kehadirannya itu? karena tidak sedikit umat Islam yang menduganya demikian. Terdapat kekeliruan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) bagi kebanyakan umat Islam, karena dampak dari kekeliruan itu dapat berarti bahwa yang memperoleh keistimewaan ‘lailatul qadar’ adalah hanyalah orang-orang Islam yang hobi main ‘domeno’ dan kuat ‘batawana’ yang terjaga itu untuk bersiap menyambutnya malupun orang-orang tersebut tidak ada persiapan sama sekali, ‘maa yumkin’ atau tidak mungkin kawan! Di sisi lain, ada keleliruan pemahaman bagi umat Islam bahwa, kehadiran ‘lailatul qadar’ ditandai oleh hal-hal yang bersifat fisik-material yang kemudian pemahaman yang keliru itu disandarkan pada riwayat-riwayat yang sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan keshahihannya. Masih menurut Shihab yang mengatakan bahwa, seandainya sekali lagi seandainya, ada tanda-tanda fisik-material dalam kehadirannya, maka itu pun tidak akan ditemui oleh orang-orang yang sama sekali tidak mempersiapkan diri dan tidak menyucikan jiwa guna menyambutnya. Dalam pribahasanya “air dan minyak tidak mungkin akan menyatu dan bertemu”. Maka kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh ‘lailatul qadar’ tidak akan mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang Islam tertentu saja. Apalagi orang-orang Islam yang hanya hobi main ‘domeno’ dan hanya kuat nongkrong ‘batawana’ setiap malam di cafe mana mungkin ‘lailatul qadar’ menemuinya kawan!

Sebenarnya orang-orang Islam tertentu saja yang akan ditemui oleh ‘lailatul qadar’ itu. Bukankah tamu agung yang berkunjung ke satu tempat, tidak akan datang menemui setiap orang yang berada di lokasi itu, walaupun setiap orang ditempati itu mendambakannya. Bukankan ada orang yang sangat rindu atas kedatangan kekasihnya, namun ternyata sang kekasih tidak sudi menemuinya? Demikian halnya dengan kehadiran ‘lailatul qadar’. Dan oleh sebab itu bulan ramadhan menjadi bulan satu-satunya untuk kehadiran ‘lailatul qadar’ yang kemudian orang-orang Islam harus menjadikan bulan ini untuk ‘mensucikan’ jiwanya (tazkiyatunnafsi) dari kotoran-kotoran dosa yang disengaja maupun tidak disengaja dilakukannya pada bulan-bulan yang sudah-sudah, dan itulah sebabnya sehingga ‘lailatul qadar’ diduga kuat oleh Rasulullah Saw datang atau hadir pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan. Dan karena itu, diharapkan jiwa orang-orang Islam yang berpuasa selama 20 (dua puluh) hari sebelumnya telah mencapai satu tingkat kesadaran dan kesucian yang memungkinkan malam itu berkenan mampir menemuinya. Dan itulah sebabnya Rasulullah Saw menganjurkan umatnya sekaligus mempraktikkan ‘itikaf (berdiam diri dan merenung di masjid) pada sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan dalam rangka berjumpa dengan “lailatul qadar’ bukan dengan main ‘domeno’ dan ‘batawana’ kancang di café main ‘game’ di handponenya kawan! Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishshawab.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penulis : Fahmil Usman Source : Istimewa

    Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Fahmil Usman
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki […]

  • Peserta UNUTARA mengikuti ujian sertifikasi Auditor Mutu Internal di hari terakhir pelatihan. | Sumber foto : Istimewa

    UNUTARA Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal untuk Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Tendik

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 414
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO), 10 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal selama tiga hari, mulai 10–12 November 2025, bertempat di Aula Mina Asrama Haji Kota Ternate. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan dari berbagai fakultas di lingkungan UNUTARA, dengan tujuan […]

  • Khidmat dan Tertib: Keluarga Besar MTs Negeri 1 Morotai Peringati Maulid Nabi dengan Tausiah dan Doa Bersama

    Khidmat dan Tertib: Keluarga Besar MTs Negeri 1 Morotai Peringati Maulid Nabi dengan Tausiah dan Doa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 145
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Keluarga Besar MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTs Negeri 1 Pulau Morotai tersebut diikuti para siswa, guru dan keluarga besar madrasah. Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia.” Peringatan Maulid […]

  • Penulis

    Ramadhan dan Luka Demokrasi: Ketika Suara Kritis Dianggap Ancaman

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Gilang Moenawar
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Di bulan Ramadhan yang mulia ini, semoga segala dosa—yang kita sadari maupun yang luput dari kesadaran kita—mendapat ampunan dari kasih sayang Allah SWT. Dari suasana perenungan inilah saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan yang lahir dari kegelisahan atas ketertindasan umat dan manusia di bangsa Indonesia. Pertanyaan ini menyentuh akar hingga pucuk dari bunga-bunga […]

  • Ekspedisi Dahlan Muda BEM UAD Mentawai Mengabdi di Desa Muara Sikabaluan

    Menyalakan Asa di Muara Sikabaluan: BEM UAD Gelar Ekspedisi Dahlan Muda di Kepulauan Mentawai

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 109
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, MENTAWAI – Di tengah gelombang Samudra Hindia yang memisahkan Kepulauan Mentawai dari daratan Sumatra, sekelompok mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menapakkan kaki dengan satu misi besar: mengabdi, belajar, dan menumbuhkan kepekaan sosial. Melalui program bertajuk Ekspedisi Dahlan Muda BEM UAD Mentawai, mahasiswa hadir langsung di Desa Muara Sikabaluan, Kepulauan Mentawai. Program lintas […]

  • Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur.

    SPPG Kenari Morotai Utara Bantah Petugas Bawa Pulang Jatah Makan Gratis.

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 377
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur. Kepala SPPG Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Hasanudin menjelaskan, […]

expand_less