Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 484
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Momentum paling istimewa bagi perguruan tinggi adalah kedatangan mahasiswa baru setiap tahun. Mereka datang dari berbagai daerah dengan semangat tinggi, membawa harapan tentang kehidupan kampus yang kerap digambarkan sebagai ruang yang membebaskan, mencerahkan, dan membentuk karakter. Mahasiswa baru yang telah memilih jurusan di berbagai fakultas disambut dengan senyum ramah serta narasi manis tentang dunia perkuliahan sebagai fase paling berkesan dalam membangun mimpi menuju masa depan yang gemilang.

Namun, di balik euforia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan jargon idealisme akademik, terdapat realitas yang tidak selalu seindah yang dibayangkan. Dunia akademik, dalam banyak kasus, justru menghadirkan relasi kuasa yang tidak sehat. Mahasiswa dituntut untuk tunduk dan patuh, sementara kritik terhadap birokrasi universitas kerap dipandang sebagai bentuk perlawanan, bukan sebagai bagian dari proses berpikir kritis yang seharusnya dijunjung tinggi.

Intimidasi dan ancaman sering hadir dalam berbagai bentuk ketika mahasiswa menyuarakan kritik. Akibatnya, mahasiswa menjadi korban dari sistem yang menekan, sehingga banyak yang memilih diam—bukan karena tidak memahami persoalan, melainkan karena takut. Yang lebih memprihatinkan, mahasiswa baru kerap hanya dibekali pesan normatif seperti “jaga nama baik almamater,” tanpa pernah diingatkan bahwa mereka juga memiliki hak untuk bersuara ketika diperlakukan tidak adil.

Kampus sering digambarkan sebagai rumah intelektual, tempat ilmu pengetahuan tumbuh dan pemikiran kritis diberi ruang. Namun gambaran tersebut menjadi absurd ketika mahasiswa justru takut menyampaikan masalah yang mereka alami akibat tekanan dari pihak kampus. Kampus bukanlah ruang yang sepenuhnya netral; ia adalah sebuah sistem. Universitas seharusnya menjadi ruang tumbuh bagi kaum intelektual, tetapi dapat berubah menjadi mesin penindasan ketika budaya feodal dan ketakutan terus dilestarikan.

Budaya diam di kalangan mahasiswa bukanlah tanpa sebab. Ancaman terhadap proses akademik membuat mahasiswa takut melakukan aksi, termasuk demonstrasi. Keberanian dipersepsikan sebagai ancaman, sementara sistem pengaduan internal kampus sering kali hanya menjadi formalitas yang tidak benar-benar menyelesaikan persoalan. Dalam sistem yang timpang ini, penting untuk terus mengingatkan bahwa mahasiswa bukan objek yang harus tunduk, melainkan subjek yang memiliki hak.

Mahasiswa bukan sekadar angka dalam daftar presensi atau pemenuh beban SKS. Mereka adalah manusia yang berpikir dan berhak mendapatkan keadilan atas kewajiban akademik yang telah mereka tunaikan. Jika dunia akademik ingin mencetak generasi pemikir, maka mahasiswa harus diajarkan untuk berpikir kritis. Jika kampus ingin melahirkan agen perubahan, maka keberanian harus dihargai, bukan diintimidasi.

Pendidikan tumbuh dari ruang dialog, bukan dari dominasi satu pihak. Universitas yang sehat adalah universitas yang membuka ruang kritik, bukan yang menakut-nakuti mereka yang bertanya. Dari sinilah solidaritas dapat dibangun, suara kolektif dapat diperkuat, dan harapan akan perubahan tetap hidup.

Kampus memang bukan ruang yang sepenuhnya ramah, tetapi mahasiswa baru adalah generasi yang memiliki potensi untuk memulai perubahan itu. Sudah saatnya kampus berhenti mendidik mahasiswa untuk sekadar patuh, dan mulai mengarahkan mereka untuk sadar, kritis, dan berani. Sebab pendidikan tanpa keberanian hanya akan melahirkan lulusan yang pintar, tetapi takut berbicara. Dan kampus yang menindas hanya akan menghasilkan gelar, bukan manusia yang merdeka.

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SISI GELAP KANTOR GUBERNUR MALUKU UTARA

    SISI GELAP KANTOR GUBERNUR MALUKU UTARA

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd. Muid
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Eksistensi kantor Gubernur Maluku Utara, yang letaknya di gosale puncak Kota Sofifi-memang sangat strategis dan memiliki “panorama” yang indah jika dilihat oleh mata telanjang dari kejauhan oleh semua orang, dan kantor ini terlihat jelas dengan tampilan catnya yang berwarna putih, jika kita melihatnya di atas pesawat yang biasanya akan lending di bandara Babullah Kota Ternate. […]

  • Sejumlah kapal belum bisa melalui Selat Hormuz dekat pesisir Iran, pada 18 Juni 2026

    Perundingan AS Iran di Swiss Dimulai di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan resmi dimulai di Swiss pada Minggu (21/06/2026). Pertemuan krusial ini tetap berjalan meskipun militer Iran sempat melontarkan pernyataan sepihak terkait penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas eskalasi serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan. Pihak militer AS sendiri langsung membantah klaim penutupan jalur maritim strategis tersebut. […]

  • SAKA MESE NUSA Desak Gubernur Maluku dan Polda Usut Penghalangan Mahasiswa Seram Utara

    SAKA MESE NUSA Mendesak Gubernur dan Polda Maluku Usut Dugaan Penghalangan Mahasiswa Seram Utara

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, AMBON – Ketua Wilayah SAKA MESE NUSA Student Association Daerah Istimewa Yogyakarta, Akmal Hitimala, mendesak Gubernur Maluku dan Polda Maluku untuk mengambil langkah tegas menyikapi dugaan tindakan penghalangan terhadap mahasiswa asal Seram Utara yang hendak menyampaikan surat serta aspirasi resmi kepada Gubernur Maluku. Akmal menilai dugaan intimidasi dan penanganan yang represif tersebut tidak boleh […]

  • Khidmat dan Tertib: Keluarga Besar MTs Negeri 1 Morotai Peringati Maulid Nabi dengan Tausiah dan Doa Bersama

    Khidmat dan Tertib: Keluarga Besar MTs Negeri 1 Morotai Peringati Maulid Nabi dengan Tausiah dan Doa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Keluarga Besar MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTs Negeri 1 Pulau Morotai tersebut diikuti para siswa, guru dan keluarga besar madrasah. Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia.” Peringatan Maulid […]

  • Percakapan dalam Bahasa Ternate, yang harus kalian ketahui.

    Percakapan dalam Bahasa Ternate, yang harus kalian ketahui.

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 2.069
    • 0Komentar
  • Upacara HUT RI ke-80 di Lapas Jambula, Ternate

    Bukan Sekadar Upacara! Sambutan Wakil Gubernur Malut di HUT RI ke-80: Soroti Capaian Presiden

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 725
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – TERNATE – Sambutan Wakil Gubernur Malut pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Lapas Jambula, Ternate, Minggu (17/8/2025), menjadi sorotan utama. Ia menyampaikan amanat Presiden RI yang menekankan capaian strategis pemerintah di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Pemerintah mencatat kinerja positif di sektor ekonomi. Indonesia tumbuh 5,12% pada kuartal II 2025. Realisasi […]

expand_less