Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 900
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, bahasa juga menjadi  identitas suatu bangsa. Berkaitan dengan itu, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri. Lebih jauh,

Thomas M. Scheidel salah satu pemikir besar di bidang komunikasi, menekankan bahwa melalui komunikasi, kita mampu memperkenalkan identitas diri. Hal ini menunjukkan peran fundamental bahasa; selain sebagai sarana penghubung, bahasa adalah tanda pengenal yang memungkinkan manusia hidup rukun dan saling memahami.

Thomas M. Scheidel juga menyatakan bahwa melalui komunikasi, manusia mampu memperkenalkan identitas dirinya. Pernyataan ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa juga merupakan tanda pengenal yang memungkinkan manusia hidup secara aman dan rukun dalam tatanan sosial.

Pada saat yang sama, kita menyaksikan eksistensi bahasa Loloda yang perlahan mulai bergeser, bahkan terancam punah. Salah satu indikator penting dari pergeseran identitas lokal ini adalah derasnya arus perkembangan zaman.

Sebegai generasi yang lahir dari percakapan identitas historis Loloda, tentu melihat ini sebagai sebuah tantangan yang yang besar. Olehnya, dari percakapan yang bisa menyimpan rahasia, dari percakapan identitas bahasa menghadirkan nilai yang terjaga dalam kehidupan sosio-cultural. Artinya bahwa, keharusan menjaga bahasa adalah kewajiban bersama, bukan hanya generasi Loloda semata, tetapi semua generasi bangsa memiliki nyawa cita untuk membangun dan merawat peradaban bangsa.

Tidak dapat dimungkiri, era globalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, dan kemudahan akses komunikasi membuat dunia seolah tanpa batas. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul pertanyaan mendasar. Bagaimana nasib bahasa daerah di tengah arus globalisasi yang begitu deras?

Era globalisasi tidak hanya berdampak pada perubahan gaya hidup dan perilaku manusia, tetapi juga mempercepat penyebaran nilai dan budaya suatu bangsa ke seluruh penjuru dunia. Kondisi ini berpotensi mengancam eksistensi identitas lokal, termasuk bahasa Loloda sebagai warisan budaya masyarakat setempat.

Dalam fenomena yang mengkhawatirkan ini, peran generasi muda menjadi sangat fundamental dalam menjaga dan melestarikan bahasa Loloda. Bahasa Loloda bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kekayaan intelektual leluhur yang sarat akan nilai historis, filosofis, dan adat istiadat. Ironisnya, bahasa Loloda kini semakin jarang terdengar, baik di ruang publik maupun dalam percakapan sehari-hari generasi muda Loloda.

Modernisasi turut membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia yang masif di lingkungan pendidikan dan media sosial, meskipun penting sebagai perekat persatuan, sering kali menempatkan bahasa ibu sebagai pilihan kedua yang dianggap ketinggalan zaman. Tidak sedikit orang tua yang lebih bangga apabila anaknya fasih berbahasa nasional atau asing, tetapi lupa mewariskan kosakata bahasa Loloda yang kaya akan makna budaya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, berkurangnya penggunaan bahasa Loloda bukan hanya berarti hilangnya sebuah alat komunikasi, melainkan juga terputusnya akar identitas. Bahasa adalah wadah tradisi lisan, mantra adat, serta sejarah lokal. Tanpa bahasa Loloda, generasi mendatang akan kesulitan memahami jati diri mereka sebagai bagian dari masyarakat adat yang besar dan bersejarah.

Oleh karena itu, upaya penyelamatan bahasa Loloda membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Digitalisasi bahasa melalui media sosial dapat menjadi langkah strategis agar bahasa Loloda lebih dekat dengan generasi milenial dan Gen Z. Selain itu, kebijakan muatan lokal di sekolah perlu diperkuat dan dijalankan secara serius, bukan sekadar formalitas administratif. Kita perlu menyadari bahwa menjadi modern tidak harus berarti meninggalkan warisan lama.

Modernisasi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat pelestarian, misalnya melalui penyusunan kamus digital atau aplikasi pembelajaran bahasa daerah. Jangan sampai di masa depan, bahasa Loloda hanya tersisa sebagai catatan kaki dalam buku sejarah, sementara para penuturnya telah kehilangan kata-kata untuk mendeskripsikan diri mereka sendiri.

  • Penulis: Ibnu Haikal Basir (Kader Ulil AlBab IAIN Ternate )
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Taman membuka Jalan Sehat Alma Ata HUT ke-80 RI

    Jalan Sehat Alma Ata dan Kecamatan Taman Pemalang Meriahkan HUT ke-80 RI

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 254
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Pemalang , Universitas Alma Ata bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Taman, Pemalang, menggelar Jalan Sehat pada Kamis (21/8/2025). Acara ini menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menarik ribuan peserta dari berbagai desa di Kecamatan Taman. Sebanyak 110 mahasiswa Universitas Alma Ata ikut turun tangan. Mereka membantu panitia, mengatur […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe menyerahkan secara simbolis hibah satu unit bus dari Kementerian Perhubungan RI kepada Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Dr. M. Nasir Tamalene, di Sofifi, Rabu (24/12/2025). foto : Istimewa

    Gubernur Maluku Utara Serahkan Hibah Bus Kemenhub ke UNUTARA Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Sofifi (BALENGKO) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) resmi menerima bantuan hibah satu unit bus dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Penyerahan bantuan berlangsung pada Rabu (24/12/2025) pukul 16.00 Waktu Galala–Sofifi, Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Hibah bus tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin […]

  • Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Ternate, 1 Mei 2025 — Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, Kamis malam (1/5), pukul 21.00 WIT. Pertemuan hangat ini berlangsung di kediaman resmi Wakil Gubernur Maluku Utara di Kota Ternate. Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antarprovinsi, khususnya dalam menjalin […]

  • Pelantikan IMARA Yogyakarta Mahasiswa Wera sukses digelar di Gedung DPD PDIP DIY. Dorong generasi muda asal Bima menjadi agen perubahan yang adaptif.

    Pelantikan IMARA Yogyakarta Mahasiswa Wera Dorong Agen Perubahan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 255
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Wadah berhimpun pelajar asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Pelantikan IMARA Yogyakarta Mahasiswa Wera kembali dilaksanakan secara khidmat. Prosesi pengukuhan kepengurusan baru Ikatan Mahasiswa Wera Yogyakarta (IMARA) ini berlangsung di Gedung DPD PDIP DIY, Kota Yogyakarta, Sabtu (16/05/2026). Agenda kali ini mengusung tema besar “Menguatkan Solidaritas Mahasiswa Wera yang Kritis, Adaptif, dan […]

  • Tim Advokasi Untuk Keadilan Marganda saat melaporkan kasus dugaan malpraktik medis ke lembaga negara. Source : Istimewa

    Dugaan Malpraktik Medis Akibatkan Kelumpuhan, Tim Advokasi Lapor ke DPR RI dan KKI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 360
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Tim Advokasi Untuk Keadilan Marganda resmi membawa kasus dugaan malpraktik medis yang menimpa seorang pelajar berinisial MS ke ranah pengawasan nasional. Pengaduan tersebut disampaikan kepada Komisi IX DPR RI dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil menyusul kegagalan proses mediasi serta penilaian tim advokasi terhadap ketiadaan itikad […]

  • HMI

    Arah Baru Komsariat Janabadra: HMI Komisariat Janabadra Canangkan “Rekonstruksi Arah Perkaderan” Sambut Era 5.0

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 6 Desember 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Janabadra Cabang Yogyakarta baru saja menggelar acara pelantikan pengurus periode 2025–2026. Acara ini menjadi momentum penting dengan diangkatnya tema sentral: “Rekonstruksi Arah Perkaderan Komsariat Janabadra Demi Menciptakan Kader Umat dan Kader Bangsa dalam Pergulatan 5.0.” Panggilan Jiwa untuk Pembaharuan Kaderisasi Ketua Umum HMI Komisariat […]

expand_less