Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 622
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, bahasa juga menjadi  identitas suatu bangsa. Berkaitan dengan itu, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri. Lebih jauh,

Thomas M. Scheidel salah satu pemikir besar di bidang komunikasi, menekankan bahwa melalui komunikasi, kita mampu memperkenalkan identitas diri. Hal ini menunjukkan peran fundamental bahasa; selain sebagai sarana penghubung, bahasa adalah tanda pengenal yang memungkinkan manusia hidup rukun dan saling memahami.

Thomas M. Scheidel juga menyatakan bahwa melalui komunikasi, manusia mampu memperkenalkan identitas dirinya. Pernyataan ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa juga merupakan tanda pengenal yang memungkinkan manusia hidup secara aman dan rukun dalam tatanan sosial.

Pada saat yang sama, kita menyaksikan eksistensi bahasa Loloda yang perlahan mulai bergeser, bahkan terancam punah. Salah satu indikator penting dari pergeseran identitas lokal ini adalah derasnya arus perkembangan zaman.

Sebegai generasi yang lahir dari percakapan identitas historis Loloda, tentu melihat ini sebagai sebuah tantangan yang yang besar. Olehnya, dari percakapan yang bisa menyimpan rahasia, dari percakapan identitas bahasa menghadirkan nilai yang terjaga dalam kehidupan sosio-cultural. Artinya bahwa, keharusan menjaga bahasa adalah kewajiban bersama, bukan hanya generasi Loloda semata, tetapi semua generasi bangsa memiliki nyawa cita untuk membangun dan merawat peradaban bangsa.

Tidak dapat dimungkiri, era globalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, dan kemudahan akses komunikasi membuat dunia seolah tanpa batas. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul pertanyaan mendasar. Bagaimana nasib bahasa daerah di tengah arus globalisasi yang begitu deras?

Era globalisasi tidak hanya berdampak pada perubahan gaya hidup dan perilaku manusia, tetapi juga mempercepat penyebaran nilai dan budaya suatu bangsa ke seluruh penjuru dunia. Kondisi ini berpotensi mengancam eksistensi identitas lokal, termasuk bahasa Loloda sebagai warisan budaya masyarakat setempat.

Dalam fenomena yang mengkhawatirkan ini, peran generasi muda menjadi sangat fundamental dalam menjaga dan melestarikan bahasa Loloda. Bahasa Loloda bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kekayaan intelektual leluhur yang sarat akan nilai historis, filosofis, dan adat istiadat. Ironisnya, bahasa Loloda kini semakin jarang terdengar, baik di ruang publik maupun dalam percakapan sehari-hari generasi muda Loloda.

Modernisasi turut membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia yang masif di lingkungan pendidikan dan media sosial, meskipun penting sebagai perekat persatuan, sering kali menempatkan bahasa ibu sebagai pilihan kedua yang dianggap ketinggalan zaman. Tidak sedikit orang tua yang lebih bangga apabila anaknya fasih berbahasa nasional atau asing, tetapi lupa mewariskan kosakata bahasa Loloda yang kaya akan makna budaya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, berkurangnya penggunaan bahasa Loloda bukan hanya berarti hilangnya sebuah alat komunikasi, melainkan juga terputusnya akar identitas. Bahasa adalah wadah tradisi lisan, mantra adat, serta sejarah lokal. Tanpa bahasa Loloda, generasi mendatang akan kesulitan memahami jati diri mereka sebagai bagian dari masyarakat adat yang besar dan bersejarah.

Oleh karena itu, upaya penyelamatan bahasa Loloda membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Digitalisasi bahasa melalui media sosial dapat menjadi langkah strategis agar bahasa Loloda lebih dekat dengan generasi milenial dan Gen Z. Selain itu, kebijakan muatan lokal di sekolah perlu diperkuat dan dijalankan secara serius, bukan sekadar formalitas administratif. Kita perlu menyadari bahwa menjadi modern tidak harus berarti meninggalkan warisan lama.

Modernisasi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat pelestarian, misalnya melalui penyusunan kamus digital atau aplikasi pembelajaran bahasa daerah. Jangan sampai di masa depan, bahasa Loloda hanya tersisa sebagai catatan kaki dalam buku sejarah, sementara para penuturnya telah kehilangan kata-kata untuk mendeskripsikan diri mereka sendiri.

  • Penulis: Ibnu Haikal Basir (Kader Ulil AlBab IAIN Ternate )
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Tergelincir ke dalam Sawah di Bantul, Diduga Karena Jalan Sempit dan Licin

    Mobil Tergelincir ke dalam Sawah di Bantul, Diduga Karena Jalan Sempit dan Licin

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Arafik Ramli
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Yogyakarta (balengkospace.com) – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis sore (8/5/2025) membuat kondisi jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan. Akibatnya, sebuah mobil yang mengangkut suku cadang motor terperosok ke dalam sawah di Jalan Karangjati, Jetis, Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. […]

  • PESAWAT LION AIR GAGAL MENDARAT DI YOGYAKARTA AKIBAT CUACA BURUK, DIALIHKAN KE SURABAYA

    PESAWAT LION AIR GAGAL MENDARAT DI YOGYAKARTA AKIBAT CUACA BURUK, DIALIHKAN KE SURABAYA

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Minggu (13/4/2025) – Sebuah pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 634 rute Makassar–Yogyakarta yang terbang pada Sabtu, 12 April 2025, gagal mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) akibat cuaca buruk. Pesawat sempat berputar-putar selama beberapa menit di atas wilayah Yogyakarta sembari menunggu cuaca membaik. Namun, kondisi cuaca yang tak kunjung stabil membuat pilot […]

  • FKPMT Talaga Nuzulul Quran

    FKPMT Talaga Gelar Peringatan Nuzulul Quran, Wakil Bupati Halmahera Barat Apresiasi Semangat Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 277
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Halmahera Barat — Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Talaga (FKPMT) Desa Talaga, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, sukses menyelenggarakan kegiatan peringatan Nuzulul Quran pada Sabtu (14/03/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad. Ketua Umum FKPMT, Yusrival Hi. Husen, menyampaikan bahwa kegiatan Nuzulul Quran merupakan bentuk kepedulian para […]

  • Aktivis LBH Ansor Ternate kritik ucapan pejabat publik Maluku Utara.

    LBH Ansor Ternate Kritik Ucapan Pejabat Publik Maluku Utara yang Singgung Perjuangan Rakyat

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Zulfikran A. Bailussy, S.H.
    • visibility 751
    • 0Komentar

    Dalam negara hukum yang demokratis, setiap ucapan pejabat publik memiliki konsekuensi. Ucapan itu bisa menjadi penghibur hati rakyat, atau sebaliknya—menjadi bara yang melukai perasaan kolektif masyarakat. Belakangan ini, publik Maluku Utara kembali dikejutkan dengan sikap dan pernyataan sejumlah pejabat yang bukan hanya serampangan, tetapi juga menyinggung perjuangan rakyat. Pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, seolah lupa […]

  • Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 985
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Kepulauan Sula – Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 di Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, kembali menuai sorotan. Mursid Puko, mahasiswa asal desa setempat, angkat bicara mengenai belum maksimalnya realisasi sejumlah program yang hingga pertengahan 2025 tak kunjung tuntas. Mursid menilai lambatnya audit dari pihak Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula terhadap pengelolaan […]

  • Source : Istimewa

    Jamin Mutu Pendidikan, Prodi Kimia Unutara Jalani Visitasi Akreditasi LAMSAMA

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 619
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) melaksanakan visitasi akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) di Kampus Unutara, Ternate, Senin (9/2/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 11 Februari ini bertujuan mengevaluasi dan menjamin mutu pendidikan tinggi di wilayah Maluku Utara. Komitmen Peningkatan Kualitas Tim asesor […]

expand_less