Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Dugaan Mafia Proyek di Embung Pulau Hiri, Komite Mahasiswa Minta KPK Bongkar Aliran Dana BWS Malut

Dugaan Mafia Proyek di Embung Pulau Hiri, Komite Mahasiswa Minta KPK Bongkar Aliran Dana BWS Malut

  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 384
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA (BALENGKO) – Komite Mahasiswa Pemerhati Pembangunan Maluku Utara–Jakarta kembali mengelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, pada Jumat (13/2). Aksi ini bertujuan mendesak penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan anggaran pada sejumlah proyek strategis di bawah kendali Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

Koordinator Lapangan, M.S. Faizal, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk pengawalan terhadap uang rakyat agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang merugikan negara.

“Kami mendesak KPK segera memanggil dan memeriksa Irwan Muhammad dan Edi Sukirman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek Irigasi Weda Selatan dan Embung Nakamura di Pulau Morotai,” tegas Faizal dalam pernyataan sikapnya di depan Gedung Merah Putih KPK.

Mahasiswa menyoroti tiga proyek utama yang dinilai bermasalah dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan, yakni:

  1. Proyek Irigasi Weda Selatan
  2. Embung Nakamura (Pulau Morotai)
  3. Embung Pulau Hiri (dengan nilai anggaran sekitar Rp13 miliar)

Massa aksi menilai proyek-proyek yang seharusnya menopang kebutuhan air dan pertanian masyarakat tersebut justru menyisakan tanda tanya besar terkait akuntabilitas anggarannya. Mereka meminta KPK melakukan penelusuran menyeluruh hingga ke pihak kontraktor dan pejabat terkait.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Agung Gumelar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Aktivitas pembukaan lahan seluas 2 hektare di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, menuai sorotan. Meski alat berat sudah beroperasi untuk penggalian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai mengaku belum turun ke lapangan maupun memeriksa dokumen lingkungan kegiatan tersebut. Kepala DLH Pulau Morotai, Djasmin Taher, menyebut pihaknya baru menerima informasi bahwa lahan itu akan dipakai […]

  • Mahasiswa baru UNJAYA mengikuti Sapa Achmad Yani Muda 2025.

    BEM UNJAYA 2025 Gelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair Sambut Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 769
    • 0Komentar

    BEM UNJAYA 2025 menggelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair 2025 di Yogyakarta, Senin (8/9). Agenda ini menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan semangat perjuangan Jenderal Achmad Yani. Presiden Mahasiswa UNJAYA 2025, Faturahman Djaguna, menyampaikan orasi di depan mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa mahasiswa UNJAYA harus memegang teguh spirit perjuangan Jenderal Achmad Yani. “Musuh kita […]

  • HMTPWK UNUTARA Gelar Kegiatan SPASIAL V Pembukaan di Aula Kampus

    HMTPWK UNUTARA Gelar Kegiatan SPASIAL V di Pulo Tareba

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 216
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (HMTPWK UNUTARA) resmi menyelenggarakan kegiatan Studi Pengenalan Akademik dan Survei Pemetaan Lapangan (SPASIAL V). Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Lantai Tiga Kampus UNUTARA, Selasa (22/09/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan wawasan akademik dan peningkatan keterampilan praktis mahasiswa di bidang […]

  • Ketua Cabang PMII Kota Ternate, Safrian Sula

    PMII Ternate Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Syarat Rekrutmen PPPK Paruh Waktu, Pemkot Diminta Beri Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Proses penerimaan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kota Ternate pada tahun ini menyedot perhatian publik. Program tersebut pada dasarnya dinilai positif karena menjadi langkah penataan birokrasi sekaligus memberikan kepastian status bagi tenaga honorer untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, munculnya dugaan adanya peserta yang lolos […]

  • Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate Sartini Hanafi saat menghadiri kegiatan Satpol PP Ternate di Kantor Wali Kota.

    Sartini Hanafi Apresiasi Inovasi Satpol PP Ternate dalam Cegah Dini Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 16 Oktober 2025 – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, Sartini Hanafi, mengapresiasi langkah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ternate dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap gangguan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah Kota Ternate yang berlangsung di lantai III Kantor Walikota Ternate, Rabu (15/10). Pernyataan tersebut […]

  • Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    Maluku Utara negeri di pingran bibir pasifik diberkahi laut dan tanah yang subur, namun ironis terbesar hari ini di depan mata bukanlah kemiskinan, kelaparan, melainkan penghiyanatan terhadap sumber daya penghidupan kita. Atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi, kebijakan publik telah mengadaikan hak-hak nelayan dan petani kepada korporasi tambang yang rakus dan acuh terhadap keadilan ekologi.  […]

expand_less