Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BUKAN LAGI GEDUNG DAN IJAZAH

BUKAN LAGI GEDUNG DAN IJAZAH

  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Memasuki petengahan 2026, wajah pendidikan Indonesia sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Jika satu dekade lalu kemegahan Gedung sekolah dan legalitas ijazah menjadi parameter tunggal kesuksesan institusi, hari ini narasi tersebut mulai using. Kita menyaksikan pergeseran fundamental dari “pendidikan berbasis fasilitas fisik” menuju “pendidikan berbasis ekosistem kompetensi”. Data menunjukkan bahwa relevansi ijazah konvensional terus mengalami devaluasi di pasar kerja global. Berdasarkan laporan Future of Job 2025-2026, lebih dari 65% perusahaan teknologi dan kreatif kini lebih memprioritaskan portofolio digital dan sertifikasi keahlian spesifik (micro-credentials) dibandingkan transkip nilai akademik.

Di Indonesia, angka pengangguran terdidik dari lulusan perguruan tinggi masih bertahan di angka yang mengkhawatirkan, sebuah paradoks di tengah klaim peningkatan infrastruktur pendidikan. “Gedung sekolah hanyalah cangkang. Tanpa manajemen yang mampu mengintegrasikan kecerdasan manusia dengan ketangkasan digital, sekolah hanya akan menjadi museum masa lalu di tengah peradaban yang berlari begitu cepat” Persoalan utamanya bukan pada ketiadaan teknologi, melainkan pada gagapnya manajemen sekolah dalam mengelola transisi.

Banyak sekolah di tahun 2026 ini terjebak dalam “digitalisasi kosmetik” mereka memiliki laboratorium computer canggih dan panel layer sentuh di setiap kelas (tidak berlaku di daerah tertinggal) namun metode pengajaran masih bersifat top-down, administratif, dan kaku. Manajemen sekolah sibuk menghitung jam kehadiran fisik guru dan siswa, alih-alih mengukur progres pencapaian kompetensi individu. Paradigma baru ini lebih fokus pada pengembangan talenta dan problem solving dengan tolak ukur dilihat dari portofolio, proyek, dan sertifikasi industry. Dari ruang belajar dengan paradigma omni-channel (fisik, virtual, metaverse). Selain itu, peran kepala sekolah dengan pandangan lamanya menjadi sebagai manajer administratif/birokrat tetapi dengan paradigma baru ini harus menjadi CEO edukasi serta arsitek ekosistem belajar.

Kritik tajam perlu dilarahkan pada kebijakan anggaran yang seringkali masih berat sebelah pada pemeliharaan fisik. Di era dimana AI (Artificial Intelligence) telah menjadi asisten belajar personal, sekolah seharusnya berinvestasi lebih besar pada pengembangan kapasitas guru sebagai mentor emosional dan curator pengetahuan. Guru tidak lagi dibutuhkan untuk menyampaikan materi yang kini bisa diakses lewat satu klik tetapi juga menjaga api rasa ingin tahu dan etika berpikir siswa. Manajemen sekolah saat ini harus berani meruntuhkan sekat-sekat kelas. Sekolah harus bertransformasi menjadi community hub, tempat di mana praktisi industri, seniman, dan akademisi bertemu.

Konsep sekolah tanpa dinding (borderless school) bukan lagi utopia, melainkan kebutuhan agar siswa tidak asing dengan realitas sosial dan dinamika ekonomi yang mereka hadapi. Penulis ingin menutup tulisan ini dengan melihat juga pendidikan kita kedepan bukanlah membangun lebih banyak Gedung mewah melainkan membangun sistem manajemen yang fleksibel, adaptif, dan manusiawi. Ijazah mungkin masih diperlukan sebagai bentuk formalitas, namun kompetensi nyata dan karakterlah yang akan menentukan siapa yang bertahan di tengah disrupsi. Jika sekolah gagal menata ulang arsitekturnya sekarang, makai a akan kehilangan relevansinya sebagai institusi pembentuk peradaban.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
  • Editor: Redaksi Balengko Space

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah barang bukti hasil razia aparat gabungan di Galela Barat diamankan untuk proses hukum. Source: Humas Polres Halut.

    Bentrok Warga di Galela Barat, Polisi Lakukan Penyisiran, Senjata dan Miras Disita

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Halmahera Utara (Balengko) – 1 April 2026 — Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara bersama aparat gabungan TNI–Polri melakukan penyisiran dan razia di dua desa, yakni Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menyusul bentrokan antar pemuda yang terjadi pada Selasa (31/3/2026). Razia tersebut dilakukan sebagai langkah cepat aparat untuk […]

  • Mahasiswa USHP Livinglaw saat menyerahkan bantuan sembako dan berinteraksi di panti asuhan.

    Tumbuhkan Empati, USHP Livinglaw Gelar Aksi Sosial di Panti Asuhan dan Panti Jompo

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 76
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, BALENGKO SPACE – Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Livinglaw kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui program kerja bertajuk USHP Peduli Livinglaw. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026) ini menyasar panti asuhan dan panti jompo di wilayah Yogyakarta sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Dalam aksi tersebut, para anggota Livinglaw tidak hanya menyalurkan bantuan berupa paket […]

  • Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Bayangkan sebuah kota yang setiap senjanya dipenuhi gema adzan, tetapi di saat yang sama langitnya diterangi bukan oleh cahaya magrib, melainkan kilatan ledakan. Analogi ini bukan sekadar retorika puitis, melainkan realitas yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. 

  • Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Maluku Utara negeri di pingran bibir pasifik diberkahi laut dan tanah yang subur, namun ironis terbesar hari ini di depan mata bukanlah kemiskinan, kelaparan, melainkan penghiyanatan terhadap sumber daya penghidupan kita. Atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi, kebijakan publik telah mengadaikan hak-hak nelayan dan petani kepada korporasi tambang yang rakus dan acuh terhadap keadilan ekologi.  […]

  • “Seorang pria berdiri sambil memegang buku di depan rak buku, dengan pencahayaan hangat yang menyoroti suasana ruang belajar.

    Revolusioner Religion for Justice: Agama sebagai Kesadaran Pembebasan Dari Syariati ke Eko Prasetyo

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Ketua LBH Ansor Maluku Utara Zulfikran Bailussy,SH.
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Agama selalu berada pada persimpangan: menjadi kekuatan pembebasan atau menjadi alat domestikasi. Sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa ketika agama turun ke jalan kehidupan sosial, ia dapat mengguncang tatanan yang menindas. Pandangan ini bukan baru. Ali Syariati, dalam salah satu esainya, mengingatkan: “Agama yang membebaskan adalah agama yang melahirkan manusia yang sadar, bukan manusia yang pasrah.”Bagi Syariati, […]

  • Penasehat sekaligus Pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMAIT) Universitas Alma Ata Yogyakarta, Bang Muzsta

    Penasehat Himpunan Mahasiswa Timur Alma Ata Yogyakarta Sesalkan Insiden di Tual, Desak Evaluasi Mendalam Internal Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 189
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO), 21 Februari 2026 – Penasehat sekaligus Pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMAIT) Universitas Alma Ata Yogyakarta, Bang Musta, menyatakan keprihatinan mendalam atas wafatnya Arianto Tawakal (14), pelajar MTs di Kota Tual, Maluku, yang diduga melibatkan oknum anggota Polri berinisial Bripda MS. Pernyataan ini muncul menyusul penetapan Bripda MS sebagai tersangka oleh Polres Tual […]

expand_less