Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BUKAN LAGI GEDUNG DAN IJAZAH

BUKAN LAGI GEDUNG DAN IJAZAH

  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 342
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Memasuki petengahan 2026, wajah pendidikan Indonesia sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Jika satu dekade lalu kemegahan Gedung sekolah dan legalitas ijazah menjadi parameter tunggal kesuksesan institusi, hari ini narasi tersebut mulai using. Kita menyaksikan pergeseran fundamental dari “pendidikan berbasis fasilitas fisik” menuju “pendidikan berbasis ekosistem kompetensi”. Data menunjukkan bahwa relevansi ijazah konvensional terus mengalami devaluasi di pasar kerja global. Berdasarkan laporan Future of Job 2025-2026, lebih dari 65% perusahaan teknologi dan kreatif kini lebih memprioritaskan portofolio digital dan sertifikasi keahlian spesifik (micro-credentials) dibandingkan transkip nilai akademik.

Di Indonesia, angka pengangguran terdidik dari lulusan perguruan tinggi masih bertahan di angka yang mengkhawatirkan, sebuah paradoks di tengah klaim peningkatan infrastruktur pendidikan. “Gedung sekolah hanyalah cangkang. Tanpa manajemen yang mampu mengintegrasikan kecerdasan manusia dengan ketangkasan digital, sekolah hanya akan menjadi museum masa lalu di tengah peradaban yang berlari begitu cepat” Persoalan utamanya bukan pada ketiadaan teknologi, melainkan pada gagapnya manajemen sekolah dalam mengelola transisi.

Banyak sekolah di tahun 2026 ini terjebak dalam “digitalisasi kosmetik” mereka memiliki laboratorium computer canggih dan panel layer sentuh di setiap kelas (tidak berlaku di daerah tertinggal) namun metode pengajaran masih bersifat top-down, administratif, dan kaku. Manajemen sekolah sibuk menghitung jam kehadiran fisik guru dan siswa, alih-alih mengukur progres pencapaian kompetensi individu. Paradigma baru ini lebih fokus pada pengembangan talenta dan problem solving dengan tolak ukur dilihat dari portofolio, proyek, dan sertifikasi industry. Dari ruang belajar dengan paradigma omni-channel (fisik, virtual, metaverse). Selain itu, peran kepala sekolah dengan pandangan lamanya menjadi sebagai manajer administratif/birokrat tetapi dengan paradigma baru ini harus menjadi CEO edukasi serta arsitek ekosistem belajar.

Kritik tajam perlu dilarahkan pada kebijakan anggaran yang seringkali masih berat sebelah pada pemeliharaan fisik. Di era dimana AI (Artificial Intelligence) telah menjadi asisten belajar personal, sekolah seharusnya berinvestasi lebih besar pada pengembangan kapasitas guru sebagai mentor emosional dan curator pengetahuan. Guru tidak lagi dibutuhkan untuk menyampaikan materi yang kini bisa diakses lewat satu klik tetapi juga menjaga api rasa ingin tahu dan etika berpikir siswa. Manajemen sekolah saat ini harus berani meruntuhkan sekat-sekat kelas. Sekolah harus bertransformasi menjadi community hub, tempat di mana praktisi industri, seniman, dan akademisi bertemu.

Konsep sekolah tanpa dinding (borderless school) bukan lagi utopia, melainkan kebutuhan agar siswa tidak asing dengan realitas sosial dan dinamika ekonomi yang mereka hadapi. Penulis ingin menutup tulisan ini dengan melihat juga pendidikan kita kedepan bukanlah membangun lebih banyak Gedung mewah melainkan membangun sistem manajemen yang fleksibel, adaptif, dan manusiawi. Ijazah mungkin masih diperlukan sebagai bentuk formalitas, namun kompetensi nyata dan karakterlah yang akan menentukan siapa yang bertahan di tengah disrupsi. Jika sekolah gagal menata ulang arsitekturnya sekarang, makai a akan kehilangan relevansinya sebagai institusi pembentuk peradaban.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
  • Editor: Redaksi Balengko Space

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 549
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe meninjau revitalisasi Anjungan Malut di TMII Jakarta

    Revitalisasi Anjungan Maluku Utara di TMII Ditinjau Wagub Malut

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 680
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Jakarta | 24 Juli 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, meninjau langsung proses lanjutan revitalisasi Anjungan Provinsi Maluku Utara di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Kamis (24/7). Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemantauan dan evaluasi Pemprov Malut guna memastikan revitalisasi berjalan sesuai rencana dan standar […]

  • Foto peserta dan panitia HMS Biologi UNUTARA berpose bersama pada pembukaan Musyawarah Besar (MUBES) Ke-2 di Sekretariat PW GP Ansor Maluku Utara, 22 November 2025.

    MUBES Ke-2 HMS Biologi UNUTARA Tetapkan Ketua Formatur Baru untuk Periode 2025–2026

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Himpunan Mahasiswa Sains Biologi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (HMS Biologi UNUTARA) sukses melaksanakan Musyawarah Besar (MUBES) Ke 2 dengan tema “Mewujudkan Regenerasi Kepemimpinan yang Solid, Inovatif, dan Berintegritas” Sabtu, 22 November 2025. Ketua Umum HMS Biologi UNUTARA Rosita Ruhuteru saat ditemui setelah pembukaan MUBES mengatakan bahwasanya MUBES yang berlangsung di Sekretariat […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin upacara penurunan bendera HUT RI ke-80 di Sofifi

    Suasana Penuh Nasionalisme, Wagub Maluku Utara Pimpin Penurunan Bendera di Sofifi

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 577
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – SOFIFI, Minggu (17/8/2025) – Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin langsung upacara penurunan bendera dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Prosesi berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sofifi pukul 17.30 WIT dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Forkopimda dan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara hadir mendampingi jalannya upacara.  Kehadiran […]

  • Sejumlah massa aksi dari PMII Cabang Persiapan Pulau Morotai membentangkan spanduk tuntutan di depan Kantor Bupati, Kamis (22/1/2026). Mereka mendesak pemerintah segera menyelesaikan proyek Labkesmas senilai Rp15,3 Miliar dan meratakan bantuan bagi lansia. Sumber foto : Istimewa

    Aksi Unjuk Rasa PMII Morotai: Soroti Ketimpangan Sosial hingga Proyek Infrastruktur Bermasalah

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 714
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO) , 22 Januari 2026 – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Persiapan Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pulau Morotai, Kamis (22/1). Massa menuntut keadilan terkait penyaluran bantuan sosial serta transparansi proyek pembangunan di daerah tersebut. Aksi yang berlangsung sejak pukul 09:30 […]

  • Sosok KH. Abdul Ghani Kasuba: Ulama & Umara yang Menginspirasi

    Sosok KH. Abdul Ghani Kasuba: Ulama & Umara yang Menginspirasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 816
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Maluku Utara kehilangan sosok ulama dan umara yang menjadi teladan bagi banyak orang. KH. Abdul Ghani Kasuba adalah figur yang mengabdikan hidupnya tanpa pamrih untuk agama, bangsa, negara, dan masyarakat. Beliau memulai pengabdian sebagai seorang da’i yang menjelajahi wilayah Moloku Kie Raha tanpa mengharapkan imbalan. Dengan keterbatasan fasilitas, beliau berdakwah dari […]

expand_less