Mengenal Sahrir Albar Bafagih: Aktivis, Komandan Banser, dan Nahkoda Pengusaha Nahdliyin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sahrir Albar Bafagih, S.IP., sosok petarung gagasan dari Manado yang memadukan dunia pergerakan PMII, ketegasan Banser, hingga manajerial korporasi. | Source : Istimewa
BALENGKO SPACE, MANADO – Di balik sosoknya yang tenang, Sahrir Albar Bafagih, S.IP. adalah seorang petarung gagasan yang telah ditempa oleh kerasnya dunia pergerakan sejak mahasiswa. Baginya, politik, bisnis, dan pengabdian adalah satu tarikan napas perjuangan yang tak terpisahkan.
Pria kelahiran Manado ini merupakan jebolan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Di masa mudanya, Sahrir dikenal sebagai aktivis vokal yang pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Manado. Pengalaman tersebut menjadi kawah candradimuka yang membentuk karakter kepemimpinannya dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di Sulawesi Utara.
Benteng Ulama dan Penjaga Kerukunan
Loyalitasnya pada organisasi berbasis Nahdlatul Ulama (NU) terus mengakar hingga ke jenjang senior. Sahrir tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara. Tidak hanya di balik meja administrasi, ia juga terjun langsung sebagai komandan lapangan dengan mandat sebagai Kasatkorwil Banser Sulawesi Utara. Dalam seragam loreng kebanggaannya, ia memimpin ribuan personel untuk menjaga ulama dan memastikan kerukunan umat beragama di tanah Nyiur Melambai tetap kokoh.
Tak hanya itu, Sahrir mendirikan dan memimpin Lembaga Pemberdayaan Keumatan Khaira Ummah sebagai Ketua Umum. Melalui lembaga ini, ia aktif menginisiasi gerakan sosial, termasuk menyelenggarakan seminar bela negara dan siaga menanggulangi radikalisme untuk memastikan umat memiliki ketahanan ideologi yang kokoh.
Kiprah Strategis di Dunia Korporasi
Kiprah Sahrir meluas hingga ke sektor strategis korporasi. Ia dipercaya menjabat sebagai Direktur PT Cipta Pusaka Utama dan Komisaris PT Lima Daya Sentosa. Pengalaman manajerial ini kemudian disinkronkan dengan visi pemberdayaan umat melalui peran sebagai Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) serta Ketua HPN Sulawesi Utara.
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” ungkap Sahrir mengutip hadis populer. Visi ekonominya jelas: membawa pengusaha santri naik kelas agar mampu menjadi tangan yang memberi, bukan sekadar menerima. Ia berkomitmen membuktikan bahwa kemandirian ekonomi umat adalah kunci untuk menjaga martabat bangsa.
Semangat Perubahan Melalui Jalur Politik
Ketertarikannya pada perubahan sosial akhirnya membawa Sahrir ke panggung politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai Caleg DPRD Kota Manado dari Dapil 3 yang meliputi wilayah Tuminting, Bunaken, dan Bunaken Kepulauan. Di wilayah pesisir ini, ia membawa semangat perubahan yang telah ia pupuk sejak di PMII, Ansor, hingga kursi pimpinan perusahaan.
Kini di usia 51 tahun, Sahrir Albar Bafagih terus membuktikan bahwa integritas seorang pengusaha, ketegasan seorang komandan Banser, dan visi seorang aktivis bisa berjalan beriringan. Baginya, setiap jabatan adalah alat untuk menebar manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Di usianya yang setengah abad, langkah Sahrir belum menunjukkan tanda-tanda melambat demi membawa satu napas perjuangan yang tak pernah putus. (BS)
- Penulis: Agung Gumelar
- Editor: Mustakim

Saat ini belum ada komentar