Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Dinilai Melecehkan Tarian Cakalele, KPMG-D.I.Yogyakarta Kecam Keras Konten Video Angga Darmawan dkk

Dinilai Melecehkan Tarian Cakalele, KPMG-D.I.Yogyakarta Kecam Keras Konten Video Angga Darmawan dkk

  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Kerukunan Pelajar Mahasiswa Galela Daerah Istimewa Yogyakarta (KPMG-D.I.Y) secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap materi konten digital yang diproduksi oleh sejumlah kreator konten, yakni Angga Darmawan, Rahman Muhammad, dan Riski Saimama. Unggahan video yang beredar luas di platform Instagram tersebut memicu polemik lantaran dinilai telah melecehkan martabat kebudayaan Maluku Utara dengan menjadikan tarian adat Cakalele sebagai objek lelucon.

Ketua Umum KPMG-D.I.Y, Sahrial Fabanyo, menegaskan bahwa visualisasi kebudayaan dalam konten tersebut telah mencederai rasa hormat terhadap sakralitas warisan leluhur. Ia menjelaskan, tarian adat Cakalele bukan sekadar koreografi hiburan atau tarian perang biasa, melainkan sebuah simbol kehormatan, jiwa patriotisme, serta identitas sosial yang memuat nilai historis mendalam bagi masyarakat adat.

“Kami menegaskan dengan keras bahwa tarian budaya Cakalele jangan pernah dianggap remeh! Budaya merupakan identitas yang mempunyai nilai tersendiri dan harus dihormati oleh siapa pun. Menjadikannya sebagai bahan lelucon demi konten media sosial adalah bentuk kedangkalan berpikir dan tidak menghargai nilai kemanusiaan serta kebudayaan nusantara,” tegas Sahrial Fabanyo dalam rilis resminya, Rabu (24/06/2026).

Tiga Poin Tuntutan Organisasi

Sebagai representasi kolektif pelajar dan mahasiswa asal Galela yang tengah menempuh studi di Yogyakarta, KPMG-D.I.Y secara terbuka menyatakan tiga poin sikap dan tuntutan moral:

  1. Mengecam Keras: Mengutuk tindakan pembuatan konten kreatif oleh para oknum kreator yang dinilai merendahkan esensi luhur tarian adat Cakalele.
  2. Desakan Permintaan Maaf Terbuka: Menuntut pihak-pihak terkait untuk segera menghapus (take down) video tersebut dari seluruh jejaring platform digital serta menyampaikan permohonan maaf terbuka yang tulus kepada masyarakat adat.
  3. Pemberian Efek Jera: Mendesak adanya pertanggungjawaban moral yang konkret dari para pelaku agar insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, baik terhadap kebudayaan Maluku Utara maupun budaya daerah lainnya di Indonesia.

Sahrial Fabanyo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para kreator konten dan figur publik nasional, untuk lebih bijak, dewasa, dan beretika dalam mengadopsi unsur-unsur kedaerahan ke dalam ruang kreatif. Ruang media sosial sejatinya dimanfaatkan sebagai wadah edukasi untuk merawat khazanah kebudayaan bangsa, bukan panggung komedi yang mengorbankan identitas kesukuan.

Pelaku Telah Rilis Video Klarifikasi

Pantauan terbaru redaksi di media sosial, pasca-mencuatnya gelombang protes dari berbagai elemen pemuda dan organisasi masyarakat adat Maluku Utara, pihak Angga Darmawan bersama rekan-rekannya diketahui telah mengunggah video klarifikasi resmi.

Dalam unggahan tersebut, para kreator konten ini menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat adat Maluku Utara, mengakui kekeliruan mereka dalam mengemas materi konten, serta berkomitmen untuk menurunkan (take down) video yang menjadi sumber polemik demi menjaga situasi tetap kondusif.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Balengko Creative Media
  • Sumber: Rausan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi mesin pompa air yang mengalami kerusakan di Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. (Sumber foto: Istimewa)

    Sebulan Mesin Pompa Rusak, Warga Desa Muhajirin Morotai Hidup dalam Kecemasan Akan Genangan Air

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) — Warga Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menyampaikan harapan agar kerusakan mesin pompa air di wilayah mereka dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mesin tersebut diketahui telah tidak berfungsi selama kurang lebih satu bulan terakhir dan dikhawatirkan dapat memicu genangan air, terutama saat curah hujan meningkat. Seorang warga berinisial […]

  • Kegiatan Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua digelar bersama HAGI dan Forum PRB Ternate guna melatih warga memetakan jalur evakuasi paska-bencana.

    Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua Tingkatkan Ketangguh

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 172
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Upaya pemulihan dan penguatan kapasitas masyarakat paska-bencana terus digalakkan di Kota Ternate. Langkah konkret ini diwujudkan melalui agenda Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan yang dipusatkan di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Senin (18/05/2026). Kegiatan strategis yang bertajuk “Peningkatan Literasi Digital-Spasial Masyarakat Rua Melalui Pemanfaatan […]

  • Dialog publik refleksi 17 tahun Kabupaten Pulau Morotai membahas evaluasi pemekaran dan arah pembangunan daerah

    17 Tahun Morotai: DPRD Soroti Evaluasi Pemekaran dan Arah Pembangunan Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 280
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Memasuki usia ke-17, Kabupaten Pulau Morotai dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar: sejauh mana pemekaran daerah benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat? Refleksi tersebut mengemuka dalam dialog publik bertajuk “Refleksi 17 Tahun Kabupaten Pulau Morotai” yang digelar di Desa Gotalamo, Senin (6/4/2026). Dalam forum itu, anggota DPRD Pulau Morotai, Akbar Mangoda, menegaskan pentingnya […]

  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY melakukan long march dan aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (25/2/2026), menyoroti berbagai isu nasional dengan salah satu fokus pada polemik proyek geotermal Telaga Ranu. Source : Instagram Forum BEM DIY

    Telaga Ranu di Pusaran Kritik: Isu Geotermal Warnai Aksi Forum BEM D.I Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO)— Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar unjuk rasa pada Rabu petang (25/2) dengan menyoroti berbagai persoalan nasional, termasuk isu proyek geotermal yang dinilai berkaitan dengan kepentingan asing dan berdampak pada masyarakat. Aksi dimulai dari kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali, melintasi Jalan Malioboro, berorasi di depan DPRD DIY, dan berakhir […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Mandiri Tanpa Pembimbing, Tim FKIP Unkhair Raih Juara III Debat Kie Raha 2026

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 364
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Debat Kie Raha 2026. Tim yang menggabungkan kekuatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa Inggris ini resmi menyabet Juara III dalam partai final yang digelar di Aula Nuku Unkhair, Rabu (28/1/2026). […]

  • Pembangunan Masjid Pas Ipa Terhenti, LBH Ansor Ternate Desak Audit dan Apresiasi Suara Masyarakat

    Pembangunan Masjid Pas Ipa Terhenti, LBH Ansor Ternate Desak Audit dan Apresiasi Suara Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Mangoli Barat, Kepulauan Sula – Pekerjaan pembangunan Masjid di Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, hingga pertengahan Juli 2025 masih terhenti tanpa kejelasan. Padahal, proyek tersebut telah dimulai sejak 8 Agustus 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp626.814.686,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sula melalui Bagian Kesejahteraan […]

expand_less