Soroti Aksi Bawakaraeng, Pegiat Lingkungan Malut Chiko Molle Puji Sinergi ECOTRU-Pusdal LH Dicontoh
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 132
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ronaldo Molle Pegiat Lingkungan Malut mengapresiasi kolaborasi PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU) dan Pusdal LH di Gunung Bawakaraeng.| Source : Istimewa
BALENGKO SPACE, GOWA – Gerakan masif pelestarian hulu ekologis di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, memantik perhatian serius dari berbagai belahan daerah. Pegiat Lingkungan asal Maluku Utara, Ronaldo Molle, S.Tr.KL, bisa di sapa Chiko secara khusus menyoroti kolaborasi strategis antara PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU) bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku sebagai model ideal yang harus direplikasi secara nasional, termasuk di Maluku Utara.
Hal itu disampaikannya merespons pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di area camp pendaki Pos 8 serta jalur pendakian Desa Lembanna, Kabupaten Gowa, Rabu-Kamis (13-14/05/2026).
ECOTRU Hadirkan Infrastruktur Hijau di Pos 8
Menurut Chiko, langkah konkret yang ditunjukkan oleh PT Esa Maha Karya Tunggal (ECOTRU) dalam menyuplai fasilitas sanitasi swadaya merupakan bentuk tanggung jawab moral korporasi yang nyata. Dalam aksi menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini, Direktur ECOTRU, Eka Lestari Sinaga, menyerahkan bantuan berupa toilet, mushola, dan wadah sampah terpilah guna menekan risiko pencemaran bakteri E.coli di sumber mata air penyuplai Gowa dan Kota Makassar.
“Gerakan di Gunung Bawakaraeng ini menjadi inspirasi besar bagi kami di Maluku Utara untuk memperkuat aksi nyata menjaga lingkungan. Bantuan fasilitas sanitasi dari ECOTRU bukan hanya soal kenyamanan pendaki, melainkan simbol kepedulian tingkat tinggi terhadap keberlanjutan ekosistem hutan,” ujar Chiko.

Komitmen finansial dan manajerial dari pihak ECOTRU, yang turut ditegaskan oleh Direktur Finance Yashashi Manuel, dinilai Chiko sebagai strategi investasi lingkungan jangka panjang yang cerdas dan berdampak langsung pada pendaki gunung bawakaraeng.
Pusdal LH Garansi Keberlanjutan Hulu
Di sisi lain, Chiko mengapresiasi kepemimpinan Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, SKM., M.Si., MH, yang mampu mengorkestrasi kegiatan ini bukan sekadar sebagai aksi pungut sampah seremonial. Pusdal LH secara konsisten memosisikan Gunung Bawakaraeng sebagai kawasan penyangga kehidupan strategis yang wajib diintervensi demi ketahanan sumber daya air.
Upaya Pusdal LH dalam menggandeng pihak swasta terbukti mampu menyelesaikan kendala darurat sampah anorganik dan sanitasi yang selama ini mengancam kawasan hulu.
Meskipun digerakkan secara intensif oleh kolaborasi ECOTRU dan Pusdal LH, aksi korve bersih swadaya berskala besar ini tetap berjalan sukses berkat keterlibatan aktif elemen pendukung lain, seperti Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira, Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemda Gowa, Balai BBKSDA Sulsel, TNI/POLRI, komunitas pecinta alam, serta dukungan korporasi mitra seperti PT Vale, Pertamina, PLN, dan Pelindo.
Bagi Chiko Molle, sinergisitas murni antara otoritas lingkungan seperti Pusdal LH dan komitmen hijau dari ECOTRU adalah standar baru yang harus segera ditularkan ke seluruh kawasan hutan dan gunung di Indonesia. (BS)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Mustakim

Saat ini belum ada komentar