SPPG Kenari Morotai Utara Bantah Petugas Bawa Pulang Jatah Makan Gratis.
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur.
BALENGKO SPACE, MOROTAI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur.
Kepala SPPG Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hasanudin menjelaskan, makanan yang terlihat di rumah salah satu petugas distribusi bukanlah jatah penerima manfaat yang sengaja ditahan. Melainkan, makanan tersebut adalah kelebihan porsi (surplus) yang aman dan layak konsumsi setelah seluruh distribusi selesai.
“Kami tegaskan, seluruh makanan yang menjadi hak penerima manfaat sudah disalurkan 100 persen sesuai data. Makanan yang tersisa itu adalah kelebihan porsi, bukan hasil pemotongan jatah,” ujar Hasanudin dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, porsi ekstra tersebut sengaja disiapkan untuk mengantisipasi dinamika lapangan. Namun pada hari tersebut, ada sejumlah penerima manfaat yang tidak hadir karena sakit atau izin, sehingga menyisakan beberapa porsi.
Demi menghindari pemborosan pangan (food waste), makanan yang masih layak konsumsi itu akhirnya dibagikan kepada tim distribusi dan warga sekitar sesuai prosedur.
“Prinsip kami, makanan yang sudah dimasak dengan baik tidak boleh terbuang sia-sia. Jika ada kelebihan setelah semua penerima terlayani, makanan diberikan kepada warga sekitar sebagai bentuk pemanfaatan pangan yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Hasanudin juga membantah keras tudingan bahwa petugasnya rutin membawa pulang puluhan wadah (ompreng) makanan untuk kepentingan pribadi. Ia menjamin seluruh proses produksi hingga distribusi tercatat secara transparan dan diawasi ketat.
“Tidak ada penyelewengan di SPPG Kenari Morotai Utara. Setiap porsi yang keluar dipantau berdasarkan data riil penerima manfaat,” tegas Hasanudin.
Meski demikian, pihak SPPG mengapresiasi fungsi kontrol dan pengawasan dari masyarakat. Hasanudin berharap ke depannya publik dapat melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi agar berita yang beredar lebih akurat dan berimbang.
Sebagai informasi, Program MBG di wilayah Morotai Utara hingga kini terus berjalan dengan menyasar peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui guna mendongkrak kualitas gizi masyarakat setempat.
- Penulis: Mujizad Mandea
- Editor: Redaksi Balengko Space

Saat ini belum ada komentar