Proyek Labkesmas Pulau Morotai Senilai Rp15,3 Miliar Belum Rampung
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

Source: Istimewa. Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai senilai Rp15,3 miliar belum juga rampung meski sudah beberapa kali dilakukan adendum.
BALENGKO SPACE, MOROTAI – Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai senilai Rp15,3 miliar hingga kini belum juga rampung, meski telah melewati beberapa kali adendum pekerjaan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Wahana Dimensia Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 itu kini menuai sorotan publik karena dinilai molor tanpa kepastian penyelesaian yang jelas.
Pantauan wartawan Balengko Space di lokasi proyek pada Kamis (18/6) menunjukkan aktivitas pekerjaan masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat masih menyelesaikan beberapa bagian bangunan, sementara pemasangan plafon di sejumlah ruangan juga belum tuntas sepenuhnya.
Tak hanya itu, beberapa bagian fisik bangunan lainnya masih dalam tahap perbaikan dan penyempurnaan. Sejumlah pekerjaan konstruksi bahkan masih terus dikerjakan, sedangkan sebagian material bangunan disebut masih dalam proses pengiriman dari luar daerah.
Ironisnya, proyek miliaran rupiah tersebut telah melewati adendum 1, 2, dan 3, namun progres pekerjaan belum juga menunjukkan tanda-tanda penyelesaian total. Alasan soal keterlambatan material dari Pulau Jawa kembali menjadi dalih utama keterlambatan proyek.
Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai dr. Diana Pinangkaa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengatakan pihaknya terus menekan kontraktor agar mempercepat pekerjaan.
“Saya sebagai KPA selalu menekankan kepada kontraktor untuk segera mempercepat pekerjaan. Hanya saja, kendalanya karena material harus dipesan dari Jawa, bukan tersedia di Morotai, sehingga proses penyelesaian menjadi terhambat,” ujar Diana.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan direktur lapangan proyek, keterlambatan terjadi akibat keterbatasan material di daerah.
“Kalau semua material tersedia di Morotai, kemungkinan hal seperti ini tidak akan terjadi,” katanya.
Namun, alasan keterlambatan material tersebut bukan kali pertama disampaikan kepada publik. Sayangnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret maupun solusi cepat yang benar-benar mampu memastikan proyek tersebut segera diselesaikan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan kontraktor maupun pengawasan terhadap proyek bernilai fantastis tersebut.
Di tengah molornya proyek, pekerjaan disebut tetap berjalan sambil menunggu kedatangan material lainnya.
“Pekerjaan tetap berjalan sambil menunggu bahan lainnya datang,” tambah Diana.
Diana juga menegaskan bahwa pihaknya telah meminta kontraktor agar menuntaskan pekerjaan dalam waktu dekat.
“Kontraktor sudah kami tekankan untuk berusaha menyelesaikan di bulan Juli selesai,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proyek pembangunan Labkesmas Pulau Morotai masih terus berjalan tanpa kepastian kapan benar-benar rampung. Publik kini menanti apakah target penyelesaian yang kembali dijanjikan dapat terealisasi, atau justru kembali lamban seperti sebelumnya.
- Penulis: Mujizad Mandea

Saat ini belum ada komentar