Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI — Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi. Kegiatan tersebut bahkan belum diketahui memiliki dokumen lingkungan yang jelas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pembukaan lahan diperkirakan telah mencapai sekitar 30 persen. Namun, salinan dokumen persetujuan lingkungan maupun dokumen perizinan lainnya disebut belum diterima Pemerintah Desa Cucumare maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai.

Koordinator pekerjaan lapangan, Wandi, saat ditemui wartawan di lokasi mengaku tidak mengetahui persoalan perizinan proyek tersebut.

“Soal izin saya tidak tahu, karena itu urusan pimpinan,” ujarnya singkat, Sabtu (20/6/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Cucumare yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa pembahasan terkait penggunaan lahan hanya dilakukan melalui pertemuan di kantor desa. Menurutnya, hingga kini belum ada surat rekomendasi resmi dari pihak perusahaan maupun dari pemerintah kecamatan Morotai Selatan Barat.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, setiap kegiatan usaha yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan wajib memiliki persetujuan lingkungan sebagai salah satu syarat penerbitan izin berusaha. Persetujuan tersebut diperoleh melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau UKL-UPL sesuai tingkat risiko kegiatan.

Dengan demikian, apabila aktivitas telah berjalan sebelum adanya dokumen lingkungan yang sah, kondisi tersebut berpotensi tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan ialah mekanisme penguasaan lahan. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, setiap peralihan hak atas tanah harus dilakukan melalui mekanisme yang sah dan melibatkan pihak yang berwenang.

Ironisnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulau Morotai diketahui baru melakukan pengecekan lokasi pada Jumat (19/6/2026), saat aktivitas pembukaan lahan telah berlangsung dan sebagian kawasan sudah dibersihkan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait fungsi pengawasan terhadap kegiatan usaha yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

Salah seorang warga Desa Cucumare yang enggan disebutkan namanya menilai pekerjaan tersebut seharusnya sejak awal melibatkan instansi terkait agar dampak lingkungan dapat diantisipasi.

“Seharusnya DLH dilibatkan sejak awal. Kalau baru turun saat pekerjaan sudah berjalan, berarti ada yang luput dalam pengawasan. Selain itu, proyek seperti ini seharusnya memiliki papan informasi yang jelas agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, luas area, hingga batas pekerjaan sehingga tidak menimbulkan kesan proyek siluman,” ujarnya.

Minimnya keterbukaan informasi serta belum adanya kejelasan terkait dokumen lingkungan membuat publik mempertanyakan apakah kegiatan tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sebagaimana diatur dalam regulasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulau Morotai, Nurhayati, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui aplikasi WhatsApp.

Hingga kini, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen PT Intimkara terkait legalitas lingkungan maupun dokumen perizinan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

  • Penulis: Mujizad Mandea
  • Editor: Redakasi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara (kiri) dan Dasco (kanan) dalam dua momen berbeda

    Don Dasco: Pembisik Keadilan yang Mengoreksi Ketimpangan Hukum di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai langkah rehabilitasi terhadap Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong, bukan sekadar keputusan politik biasa. Keduanya adalah contoh paling baru bagaimana negara kembali mengoreksi proses hukum yang dianggap tidak selaras dengan nilai keadilan. Dan dalam dua peristiwa ini, ada […]

  • Kepemimpinan Baru HIMAIT: Bukan Janji Sempurna, Tapi Siap Berusaha Maksimal!

    Kepemimpinan Baru HIMAIT: Bukan Janji Sempurna, Tapi Siap Berusaha Maksimal!

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 424
    • 0Komentar

    (balengkospace.com) Yogyakarta, 3 Juni 2025 – Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata (HIMAIT) resmi memilih pemimpin baru dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 yang berlangsung Sabtu (1/6) di Asrama Sula, Yogyakarta. Afif Salih Buton terpilih sebagai Ketua Umum, sementara Muh. Keven Sarkol atau Faldo Rettob mendampingi sebagai Wakil Ketua Umum untuk periode 2025–2026. Afif menyampaikan […]

  • Toko Jayms Bersama Mahasiswa Ternate Wujudkan Kebaikan Ramadhan Lewat Pembagian Sendal Gratis

    Toko Jayms Bersama Mahasiswa Ternate Wujudkan Kebaikan Ramadhan Lewat Pembagian Sendal Gratis

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Muzsta
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Ternate, Sabtu, (29/3/25), Sebagai bagian dari kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, mahasiswa asal Kota Ternate yang sedang melanjutkan studi di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sulawesi menggelar kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Kebaikan” berupa pembagian sendal gratis kepada masyarakat Ternate. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Toko Jayms, sebuah toko yang […]

  • Pendiri Ruang Nyata, Kevin Mardianto, Muhammad Ilham, dan Fatur Djaguna

    Ruang Nyata hadir : gerakan Berdaya, Berjaya, dan Berdampak

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 646
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Yogyakarta, Jumat (15/8/2025) – Tiga serangkai Kevin Mardianto, S.H., Muhammad Ilham, dan Faturahman Djaguna menggagas Ruang Nyata. Gerakan mahasiswa ini lahir dari kegelisahan mereka melihat berbagai persoalan yang membutuhkan wadah untuk menampung dan mengaktualisasikan ide demi kemajuan bangsa. “Politik, hukum kebijakan publik, ekonomi, dan pendidikan menjadi tiga bidang yang konstitusi kita akomodasi. […]

  • Karmila, Ketua Umum perempuan pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta periode 2025–2026

    Karmila Terpilih sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 7 Oktober 2025 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta resmi menetapkan Karmila, kader asal Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai Ketua Umum periode 2025–2026 dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) yang digelar pada 4 September 2025 di Omah PMII Yogyakarta. Karmila tercatat sebagai perempuan pertama yang terpilih […]

  • Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

    Politik Dinasti bukan warisan: Membedah skenario oligarki Banggai Laut 2029

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong, Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Kondisi Kabupaten Banggai Laut masih tertatih-tatih melepaskan diri dari belenggu ketertinggalan infrastruktur dasar dan stagnasi ekonomi kepulauan, nalar publik justru dipaksa menelan pil pahit berupa wacana prematur suksesi kekuasaan. Bupati Sofyan Kaepa yang kini sedang menikmati periode keduanya seolah membiarkan diskursus publik dibajak oleh narasi pelanggengan kekuasaan, alih-alih difokuskan pada pemenuhan janji-janji politik yang masih […]

expand_less