Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 937
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan sering kali dilekatkan pada perilaku baik dan terpuji. Karena itu, ketika seseorang memasuki dunia pendidikan formal baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) ia kerap dicap sebagai pribadi baik. Terlebih lagi apabila seorang anak melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, ia hampir pasti dianggap sebagai sosok paling bermoral dan berakhlak terpuji.

Sebaliknya, anak yang tidak pernah mengecap pendidikan formal, bahkan sekadar SMA, biasanya langsung diberi label sebagai anak kurang ajar atau berakhlak buruk. Apalagi jika ia tidak pernah bersekolah di SMP atau SD, ia sering dimarginalkan, dianggap tidak berguna, dan diposisikan selalu salah. Jika terjadi suatu masalah, dialah yang pertama disalahkan. Dan bila ia benar-benar berbuat salah, kita dapat membayangkan betapa berat stigma yang harus ia tanggung.

Cara pandang seperti ini telah menjadi kebenaran yang diyakini masyarakat. Mereka beranggapan bahwa untuk menjadi orang baik, seseorang harus berpendidikan, dan semua orang berpendidikan pasti baik tanpa mempertimbangkan jenis pendidikan, proses, maupun nilai apa yang sebenarnya membentuk pribadi manusia.

Padahal paradigma bahwa pendidikan adalah kunci mutlak bagi kebaikan seseorang adalah bentuk pembodohan yang nyata. Bila kita menilik sejarah bangsa Arab pra-Islam, banyak dari mereka yang cerdas dan berilmu pengetahuan. Namun masa itu tetap disebut sebagai Zaman Jahiliyah atau “Zaman Kebodohan.” Mengapa disebut demikian? Karena meski mereka berpengetahuan, mereka tidak memiliki akhlakul karimah akhlak yang mulia.

Oleh sebab itu, pendidikan tidak boleh dijadikan jaminan bahwa seseorang atau kelompok pasti mampu berperilaku manusiawi. Sikap menghargai dan menjaga sesama harus tumbuh dari dalam diri, dibangun melalui pembiasaan, dan menjadi pondasi utama dalam kehidupan.

Nilai humanis harus ditanamkan sejak dini, sebab pendidikan setinggi apa pun tanpa akhlak yang kokoh hanya menghasilkan kehampaan. Pendidikan bahkan dapat menjadi wadah lahirnya orang-orang jahil, atau justru dimanfaatkan orang jahil untuk memarginalkan kelompok lain, mengeksploitasi, bahkan mendiskriminasi.

“Jangan berteman dengan dia, dia itu tidak sekolah.”
Ungkapan semacam ini lazim diucapkan lintas generasi. Orang yang tidak sekolah dianggap berbahaya dan harus dijauhi. Padahal tanpa kita sadari, banyak pula orang jahil yang justru lahir dari dunia pendidikan sebut saja para koruptor. Mereka adalah orang-orang terdidik, lulusan perguruan tinggi, namun ilmu yang mereka miliki digunakan untuk menciptakan kerusakan. Mereka bukan hanya jahil terhadap sesama manusia, melainkan juga jahil terhadap seluruh alam.

Alam adalah paru-paru bumi, tempat seluruh makhluk bergantung. Maka menjadi kewajiban kita untuk menjaganya. Namun realitasnya justru berbalik, hutan dibabat habis, alam dieksploitasi tanpa batas. Padahal hutan adalah tempat perlindungan makhluk hidup. Ketika hutan musnah, manusia pun menanggung akibatnya banjir, kerusakan ekosistem, dan berbagai bencana lain yang mengancam keberlangsungan hidup.

Menurut Aristoteles, manusia adalah zoon politicon makhluk yang selalu hidup dan bekerja sama. Dalam kajian biologi, manusia terdiri dari organ-organ yang saling terhubung, sebagaimana dalam kehidupan sosial, manusia adalah bagian dari manusia lainnya. Artinya, manusia tidak dapat hidup sendiri. Seorang bayi saja membutuhkan ibu untuk hadir ke dunia.

Sutan Sjahrir bahkan mengatakan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bersifat sosialis atau setidaknya cenderung demikian.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa kecerdasan atau kepintaran yang diperoleh melalui pendidikan baik pendidikan keluarga, lingkungan, masyarakat, maupun sekolah bukanlah tolok ukur utama kebaikan seseorang.

Kebaikan seseorang tampak dari sejauh mana ia berguna bagi orang lain, mampu menjaga ucapan, serta memperhatikan tindakannya. Allah Swt. Dalam Surah At-Tin (95): ayat 4:
(Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya).

Manusia paling baik di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, yaitu mereka yang menjalankan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

“Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula potensi kezaliman yang dapat ia lakukan apabila tidak disertai akhlak al-karimah—akhlak yang terpuji”.

  • Penulis: Rabbiul Nguna Nguna
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JUDI ONLINE: ANCAMAN SENYAP BAGI EKONOMI DAN MASA DEPAN GENERASI

    JUDI ONLINE: ANCAMAN SENYAP BAGI EKONOMI DAN MASA DEPAN GENERASI

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea Guru MTs Negeri 1 Pulau Morotai
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Berbicara tentang judi online tentu bukan lagi sesuatu yang asing di tengah masyarakat. Perkembangannya di ruang digital telah menjadikan perjudian semakin mudah ditemukan dan diakses. Persoalannya bukan sekadar seseorang kehilangan sejumlah uang, melainkan bagaimana aktivitas tersebut dapat berkembang menjadi persoalan ekonomi, keluarga, sosial, bahkan menyentuh masa depan generasi muda. Pertanyaan sederhananya: jika judi online memiliki […]

  • TARA NO ATE;  MENJALIN RASA MERAWAT WARISAN DI TANAH PARA LELUHUR

    TARA NO ATE; MENJALIN RASA MERAWAT WARISAN DI TANAH PARA LELUHUR

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    Perintah wahyu Iqra’ (bacalah) merupakan peradaban literasi pertama kali yang tertuju kepada Nabi Muhammad Saw dalam rangka menghidupkan spirit rohaniyyah untuk membangun desain program peradaban manusia dan alam semesta, amar atau perintah “membaca” sarat dengan aneka ragam makna yaitu, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah tanda-tanda alam, tanda-tanda zaman, membaca fakta sejarah, mengenal diri sendiri, […]

  • Saka Mese Nusa Jogja Apresiasi Bupati Seram Bagian Barat Bantuan Kebakaran

    Tanggap Musibah Konflik Lisabata-Patahue, Saka Mese Nusa Jogja Apresiasi Bupati Seram Bagian Barat

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 250
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga korban kebakaran rumah akibat konflik Desa Lisabata dan Patahue mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa perantauan. Ketua Saka Mese Nusa Student Association Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Akmal Hitimala, secara terbuka menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan […]

  • Debat Hukum USHP Janabadra 2026 sukses digelar. UMY raih juara 1 dalam kompetisi bertema kedaulatan masyarakat adat vs korporasi. Simak selengkapnya!

    Debat Hukum USHP Janabadra 2026: Mengupas Kedaulatan Masyarakat Adat di Tengah Arus Investasi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Takdir (Hakim Ketua Unit Study Hukum Perdata FH JANABDRA)
    • visibility 294
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, BALENGKO SPACE – Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Universitas Janabadra (UJB) sukses menyelenggarakan Civil Law Debate Competition (CLDC) atau Debat Hukum USHP Janabadra 2026. Kegiatan bergengsi ini mengusung tema kritis: “Negara, Korporasi, dan Kedaulatan Masyarakat Adat dalam Pusaran Kepentingan.” Bertempat di Yogyakarta pada Rabu (29/4/2026), kompetisi ini diikuti oleh berbagai universitas ternama di wilayah […]

  • Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi.

    Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 273
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi. Kegiatan tersebut bahkan belum diketahui memiliki dokumen lingkungan yang […]

  • Source : Istimewa

    HMTPWK UNUTARA Gelar Workshop Geospasial: Pelatihan Pemetaan Dan Pengelolaan Data Drone

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) sukses menyelenggarakan Workshop Geospasial Seri 1 dengan tema “Pelatihan Pemetaan dan Pengelolaan Data Drone”, bertempat aula Kampus UNUTARA. Jumat (13/02/2026). Adapun narasumber yang dihadirkan yakni Andi Arkam, S.T, yang juga merupakan Alumni Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas […]

expand_less