Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 927
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan sering kali dilekatkan pada perilaku baik dan terpuji. Karena itu, ketika seseorang memasuki dunia pendidikan formal baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) ia kerap dicap sebagai pribadi baik. Terlebih lagi apabila seorang anak melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, ia hampir pasti dianggap sebagai sosok paling bermoral dan berakhlak terpuji.

Sebaliknya, anak yang tidak pernah mengecap pendidikan formal, bahkan sekadar SMA, biasanya langsung diberi label sebagai anak kurang ajar atau berakhlak buruk. Apalagi jika ia tidak pernah bersekolah di SMP atau SD, ia sering dimarginalkan, dianggap tidak berguna, dan diposisikan selalu salah. Jika terjadi suatu masalah, dialah yang pertama disalahkan. Dan bila ia benar-benar berbuat salah, kita dapat membayangkan betapa berat stigma yang harus ia tanggung.

Cara pandang seperti ini telah menjadi kebenaran yang diyakini masyarakat. Mereka beranggapan bahwa untuk menjadi orang baik, seseorang harus berpendidikan, dan semua orang berpendidikan pasti baik tanpa mempertimbangkan jenis pendidikan, proses, maupun nilai apa yang sebenarnya membentuk pribadi manusia.

Padahal paradigma bahwa pendidikan adalah kunci mutlak bagi kebaikan seseorang adalah bentuk pembodohan yang nyata. Bila kita menilik sejarah bangsa Arab pra-Islam, banyak dari mereka yang cerdas dan berilmu pengetahuan. Namun masa itu tetap disebut sebagai Zaman Jahiliyah atau “Zaman Kebodohan.” Mengapa disebut demikian? Karena meski mereka berpengetahuan, mereka tidak memiliki akhlakul karimah akhlak yang mulia.

Oleh sebab itu, pendidikan tidak boleh dijadikan jaminan bahwa seseorang atau kelompok pasti mampu berperilaku manusiawi. Sikap menghargai dan menjaga sesama harus tumbuh dari dalam diri, dibangun melalui pembiasaan, dan menjadi pondasi utama dalam kehidupan.

Nilai humanis harus ditanamkan sejak dini, sebab pendidikan setinggi apa pun tanpa akhlak yang kokoh hanya menghasilkan kehampaan. Pendidikan bahkan dapat menjadi wadah lahirnya orang-orang jahil, atau justru dimanfaatkan orang jahil untuk memarginalkan kelompok lain, mengeksploitasi, bahkan mendiskriminasi.

“Jangan berteman dengan dia, dia itu tidak sekolah.”
Ungkapan semacam ini lazim diucapkan lintas generasi. Orang yang tidak sekolah dianggap berbahaya dan harus dijauhi. Padahal tanpa kita sadari, banyak pula orang jahil yang justru lahir dari dunia pendidikan sebut saja para koruptor. Mereka adalah orang-orang terdidik, lulusan perguruan tinggi, namun ilmu yang mereka miliki digunakan untuk menciptakan kerusakan. Mereka bukan hanya jahil terhadap sesama manusia, melainkan juga jahil terhadap seluruh alam.

Alam adalah paru-paru bumi, tempat seluruh makhluk bergantung. Maka menjadi kewajiban kita untuk menjaganya. Namun realitasnya justru berbalik, hutan dibabat habis, alam dieksploitasi tanpa batas. Padahal hutan adalah tempat perlindungan makhluk hidup. Ketika hutan musnah, manusia pun menanggung akibatnya banjir, kerusakan ekosistem, dan berbagai bencana lain yang mengancam keberlangsungan hidup.

Menurut Aristoteles, manusia adalah zoon politicon makhluk yang selalu hidup dan bekerja sama. Dalam kajian biologi, manusia terdiri dari organ-organ yang saling terhubung, sebagaimana dalam kehidupan sosial, manusia adalah bagian dari manusia lainnya. Artinya, manusia tidak dapat hidup sendiri. Seorang bayi saja membutuhkan ibu untuk hadir ke dunia.

Sutan Sjahrir bahkan mengatakan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bersifat sosialis atau setidaknya cenderung demikian.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa kecerdasan atau kepintaran yang diperoleh melalui pendidikan baik pendidikan keluarga, lingkungan, masyarakat, maupun sekolah bukanlah tolok ukur utama kebaikan seseorang.

Kebaikan seseorang tampak dari sejauh mana ia berguna bagi orang lain, mampu menjaga ucapan, serta memperhatikan tindakannya. Allah Swt. Dalam Surah At-Tin (95): ayat 4:
(Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya).

Manusia paling baik di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, yaitu mereka yang menjalankan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

“Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula potensi kezaliman yang dapat ia lakukan apabila tidak disertai akhlak al-karimah—akhlak yang terpuji”.

  • Penulis: Rabbiul Nguna Nguna
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH Sarbin Sehe didampingi Direktur RSUD Maba dr. Callice Jackline, Bupati Halmahera Timur, serta unsur Forkopimda saat meninjau fasilitas dan ruangan pelayanan di RSUD Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Sabtu (27/12/25).

    Wagub KH Sarbin Sehe Tinjau RSUD Maba Halmahera Timur

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Halmahera Timur (BALENGKO) – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH Sarbin Sehe, meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, Kabupaten Halmahera Timur, pada Sabtu (27/12/25). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam peninjauan itu, Wagub didampingi Direktur RSUD Maba, dr. Callice Jackline. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati […]

  • Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Yamin L. Tjokra (tengah), memberikan dukungan kepada kontingen Maluku Utara yang mengikuti Kongres ROHIS Nasional I di Hotel Mercure Convention Ancol, Jakarta, didampingi Ketua MGMP PAI SMA/SMK Malut, Husari Sangaji.

    Kontingen Maluku Utara di Kongres ROHIS Nasional I Dapat Dukungan Langsung dari Kanwil Kemenag Malut

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO) — Kontingen Maluku Utara yang mengikuti Kongres ROHIS Nasional I Tahun 2025 mendapat kunjungan dan dukungan langsung dari Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Yamin L. Tjokra. Kunjungan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Convention Ancol, Jakarta, lokasi penyelenggaraan kongres. Kongres ROHIS Nasional I diikuti ratusan peserta dari berbagai […]

  • “Sembuh”: Buku Inspiratif Nurul Hafizatul untuk Perjalanan Pemulihan Diri

    “Sembuh”: Buku Inspiratif Nurul Hafizatul untuk Perjalanan Pemulihan Diri

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Proses pemulihan diri adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketulusan, keberanian, dan introspeksi. Dalam buku terbarunya berjudul “Sembuh”, Nurul Hafizatul mengajak pembaca untuk merenung, belajar, dan memahami bahwa setiap individu memiliki cara dan waktu yang unik untuk menyembuhkan luka-luka kehidupannya. Berikut adalah wawancara eksklusif dengan Nurul Hafizatul, yang mengungkapkan inspirasi, pesan, dan pendekatan di balik buku […]

  • Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.628
    • 0Komentar

    Balengkospace.com, Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara (KOMPPI-MU) di Yogyakarta menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui rilis pers resminya, KOMPPI menilai bahwa banyak program pendidikan yang dijalankan masih bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Ketua KOMPPI […]

  • PPPK

    LBH Ansor Maluku Utara Soroti Dugaan Ketua DPC Parpol Dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu di Kota Ternate

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyoroti dugaan keterlibatan oknum berenisial MJ—yang disebut masih menjabat sebagai pengurus sekaligus Ketua DPC salah satu partai politik di Kecamatan Ternate Tengah—dalam proses pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Pemerintah Kota Ternate pada Senin (1/12/2025). Informasi yang beredar menyebutkan bahwa nama MJ tercantum […]

  • Konflik Tambang Halmahera Timur: PMII Ternate Tuntut Keadilan dan Bebaskan Warga

    Konflik Tambang Halmahera Timur: PMII Ternate Tuntut Keadilan dan Bebaskan Warga

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate menyatakan sikap atas penetapan 11 warga Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Warga tersebut dituduh melakukan tindakan melawan hukum saat melakukan aksi penolakan terhadap aktivitas pertambangan nikel oleh PT Position. Kami menilai, aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk perlawanan terhadap […]

expand_less