Dari Tambang ke Tubuh: Deretan Penyakit Akibat Aktivitas Pertambangan
- calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
- visibility 448
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto Ilustrasi : pexels
2. Kanker
Arsenik, timbal, dan zat kimia beracun lainnya memiliki efek karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan berbagai jenis sel kanker, termasuk kanker kulit, pankreas, payudara, dan usus.
3. Gangguan Pernapasan
Zat berbahaya seperti asbes, merkuri, dan arsenik juga mencemari udara, menyebabkan masalah pernapasan seperti asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), hingga kanker paru. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan.
4. Gangguan Saraf dan Hormon
Racun dari limbah pertambangan bisa mencemari hasil pertanian. Konsumsi sayur dan buah yang terpapar logam berat dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem saraf dan keseimbangan hormon, termasuk hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron.
5. Kelainan Bawaan pada Janin
Paparan logam berat pada ibu hamil bisa berdampak serius pada perkembangan janin, menyebabkan cacat lahir, gangguan saraf, penyakit jantung bawaan, hingga kematian janin.
Saatnya Mengedepankan Keselamatan Lingkungan dan Kesehatan Publik
Krisis lingkungan akibat pertambangan bukan sekadar isu ekologis—ini adalah persoalan kemanusiaan. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus menyadari bahwa pembangunan yang tidak memperhatikan keselamatan lingkungan sama saja dengan menabung risiko bagi generasi mendatang.
Pengelolaan limbah harus memenuhi standar ketat, pengawasan perlu ditingkatkan, dan informasi kepada masyarakat harus transparan. Maluku Utara seharusnya dikenal bukan hanya karena kekayaan tambangnya, tetapi juga karena keberaniannya menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan hidup, dan kesehatan warganya.
Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan saran medis profesional. Jika Anda mengalami gejala kesehatan yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan terdekat.

Saat ini belum ada komentar