Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Konsolidasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk Sula Bermartabat

Konsolidasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk Sula Bermartabat

  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • visibility 832
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Perkembangan Jam’iyah Nahdlatul Ulama dari tahun ke tahun juga menegaskan satu hal penting: jamaah NU tetap solid dan konsisten menjaga nilai-nilai luhur warisan para pendirinya. Latar belakang berdirinya NU sebagai organisasi resmi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terlepas dari upaya merespons dinamika internasional sekaligus mempertahankan tradisi keagamaan Islam Nusantara.

Martin van Bruinessen dalam bukunya “NU: Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, dan Pencarian Wacana Baru” menjelaskan bahwa konflik antara kelompok Islam reformis dan Islam tradisional menjadi salah satu faktor lahirnya NU. Di samping itu, perkembangan dunia Islam secara global juga turut mendorong berdirinya NU, meskipun dalam persepsi internalnya, tujuan utama NU adalah menjaga dan mempertahankan tradisi keagamaan.

Sejarah berdirinya NU—yang berawal dari perintah KH Hasyim Asy’ari dan gerakan-gerakan yang dirintis KH Wahab Khasbullah—menunjukkan bahwa NU dibangun di atas fondasi nilai-nilai luhur Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Nilai inilah yang menjadi pegangan seluruh warga NU dalam beragama, bermasyarakat, dan berorganisasi.

Ahlussunnah Wal Jamaah bukan sekadar identitas, melainkan manhajul fikr (kerangka berpikir) yang menyatukan seluruh warga NU. Kesamaan pemahaman inilah yang membuat sistem keorganisasian NU berjalan terarah dan terkoordinasi, meskipun tidak terlepas dari dinamika dan konflik internal. Namun, sejarah mencatat bahwa NU selalu memiliki kearifan dalam menyelesaikan persoalan-persoalannya. Sebagaimana disampaikan KH Nasaruddin Umar, “NU itu selalu punya cara untuk menyelesaikan persoalannya sendiri” (Detiknews, 9 Desember 2025).

  • Penulis: Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    UNIT STUDI HUKUM PERDATA MULAI AUDIENSI DENGAN KESBANGPOL DIY UNTUK KEGIATAN “LIVING LAW”

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Andika
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) – Unit Studi Hukum Perdata secara resmi memulai langkah awal pelaksanaan program Living Law melalui audiensi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesbangpol DIY), yang berlangsung di Kantor Kesbangpol DIY. Audiensi ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung kegiatan akademik yang berbasis […]

  • 12 Laga Tak Terkalahkan! Malut United Hajar Dewa United dengan Comeback Epik!

    12 Laga Tak Terkalahkan! Malut United Hajar Dewa United dengan Comeback Epik!

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Balengko Space, Jumat, 25 April 2025 – Malut United kembali membuktikan kelasnya sebagai calon juara dengan menaklukkan Dewa United FC 2-1 di kandang sendiri. Tim Naga Gamalama ini mempertahankan rekor fantastis 12 laga tanpa kekalahan sekaligus mengokohkan posisi atas klasemen Liga 1 Indonesia. Dewa United sempat mengguncang Malut United ketika Egy Maulana Vikri memanfaatkan umpan dengan baik lalu menghujamkannya ke gawang Malut United pada menit […]

  • Revolusi Sunyi di Sekolah-Sekolah Maluku Utara

    Revolusi Sunyi di Sekolah-Sekolah Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Berbicara tentang perubahan pendidikan, kita sering membayangkan gebrakan besar, kebijakan baru, program raksasa, atau masuknya teknologi canggih ke ruang kelas. Namun, tidak semua transformasi datang dengan sorotan dan tepuk tangan. Di banyak tempat, perubahan bergerak perlahan dan hampir tanpa suara, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Fenomena inilah yang dapat disebut sebagai “revol jauh dari pusat […]

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 577
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Suhail Elly, S.Ak

    Demonstrasi Harus Bergeser dari Penyampaian Aspirasi Menuju Desakan Keputusan Politik

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Suhail Elly, S.Ak, Wasekum Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Hari ini banyak terjadi demonstrasi diberbagai daerah, hal ini disebabkan karena situasi negara semakin kesini semakin mengkhawatirkan maka mahasiswa dan masyarakat sipil turun ke jalan untuk mengevaluasi negara. namun pola pergerakan yang terjadi saat ini terlalu usang dan kumuh sehinggah isu dan tuntutan yang dibawa akan selalu berdebu dilaci-laci pemerintahan tanpa adanya realisasi yang nyata. […]

  • korban

    Penganiayaan Brutal di Ternate, LBH Ansor Minta Pelaku Dijerat Pasal Maksimal

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 30 Maret 2026 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara mendesak penyidik Satreskrim Polres Ternate untuk menerapkan pasal pidana dengan ancaman hukuman maksimal dalam kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, S.H., menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak dapat […]

expand_less