Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Lulusan Magister IPB University, Pemuda Morotai Teliti Kerentanan Nelayan Tuna di Pesisir Pasifik

Lulusan Magister IPB University, Pemuda Morotai Teliti Kerentanan Nelayan Tuna di Pesisir Pasifik

  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 496
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Meneliti Kerentanan Nelayan Tuna Skala Kecil

Saat menempuh studi magister, Ilham menulis tesis berjudul “Kajian Tingkat Kerentanan Usaha Perikanan Handline Tuna Skala Kecil di Kabupaten Pulau Morotai.” Penelitian ini berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan kecil yang bergantung pada perikanan tuna — salah satu komoditas unggulan daerah.

Pulau Morotai dikenal sebagai wilayah penghasil tuna sirip kuning (Thunnus albacares) dengan posisi strategis di perbatasan Samudra Pasifik, Laut Halmahera, Selat Morotai, dan Laut Sulawesi. Secara administratif, wilayah ini termasuk dalam tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Nasional (WPPNRI 715, 716, dan 717). Pada tahun 2021, produksi tuna di Morotai tercatat mencapai 2.612 ton.

Di balik potensi besar itu, Ilham menemukan persoalan yang tidak sederhana. Nelayan skala kecil yang menggunakan alat tangkap pancing ulur (handline) menghadapi beragam tantangan: cuaca ekstrem, biaya operasional tinggi, hasil tangkapan yang menurun, hingga risiko keselamatan di laut.

Melalui pendekatan lima aspek — sumber daya alam, sumber daya manusia, sosial, ekonomi, dan kelembagaan — Ilham melakukan survei dan wawancara terhadap nelayan di Kecamatan Morotai Selatan dan Morotai Timur. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa usaha perikanan handline tuna di Morotai paling rentan pada aspek sumber daya alam dan kelembagaan. Sebaliknya, aspek sosial justru menjadi kekuatan utama karena masih terjaga solidaritas antar-nelayan yang tinggi.

Ia juga menemukan bahwa ukuran ikan yang tertangkap cenderung semakin kecil, pertanda adanya tekanan terhadap stok ikan. Beberapa nelayan bahkan harus melaut hingga 30 mil dari pantai untuk memperoleh hasil tangkapan yang layak jual. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menjadi risiko rutin bagi kapal berukuran kecil dengan mesin 15–30 PK, sementara dukungan kelembagaan seperti koperasi, asuransi, dan akses pembiayaan belum berjalan optimal.

Ketangguhan Sosial dan Strategi Adaptif

Meski kondisi di lapangan penuh tantangan, Ilham menemukan bahwa masyarakat pesisir Morotai memiliki daya tahan sosial yang kuat. Semangat gotong royong, kebersamaan di laut, serta tradisi saling membantu saat bencana menjadi modal sosial yang penting bagi keberlanjutan komunitas nelayan.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Ilham menyusun delapan strategi utama untuk memperkuat ketahanan dan keberlanjutan usaha perikanan nelayan kecil, antara lain pengawasan terhadap ukuran minimum ikan tangkapan, pelatihan adaptasi cuaca berbasis teknologi, penguatan koperasi nelayan, dan diversifikasi ekonomi rumah tangga.

Strategi lain mencakup pelatihan vokasi bagi generasi muda, penyuluhan berbasis lokal yang berkelanjutan, serta integrasi program bantuan pemerintah melalui kelembagaan nelayan. Semua rekomendasi tersebut disusun untuk memperkuat ketahanan sosial-ekonomi nelayan dan menjaga kelestarian sumber daya laut.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN UGM dan Akademisi Unipas Morotai Gelar Sosialisasi serta Aksi Tanam Mangrove di Desa Koloray

    KKN UGM dan Akademisi Unipas Morotai Gelar Sosialisasi serta Aksi Tanam Mangrove di Desa Koloray

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II yang bertugas di Desa Koloray, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, berkolaborasi dengan akademisi Universitas Pasifik (Unipas) Morotai dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan biota laut serta aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan sosialisasi berlangsung di […]

  • KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Keshalehan sosial seorang Kepala Daerah Sherly Tjoanda Laos, bahwa dimana secara nyata dia adalah seorang Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, dan pada saat yang sama, dia juga sebagai pemeluk agama miniroritas, tidak hanya dilihat pada kedispilinannya melaksanakan […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara Refleksi 92 Tahun Gerakan Pemuda Ansor: Menjaga Arah, Merawat Nilai, Menguatkan Peran

    Ketua LBH Ansor Maluku Utara Refleksi 92 Tahun Gerakan Pemuda Ansor: Menjaga Arah, Merawat Nilai, Menguatkan Peran

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran A. Bailussy
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Memperingati Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor yang ke-92 bukan sekadar menandai perjalanan panjang sebuah organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk menguji kembali arah, komitmen, dan relevansi gerakan di tengah dinamika zaman yang terus berubah. Gerakan Pemuda Ansor lahir dari semangat zaman—sebuah respons atas kebutuhan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Dalam rentang hampir satu abad, Ansor telah […]

  • Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi.

    Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 226
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi. Kegiatan tersebut bahkan belum diketahui memiliki dokumen lingkungan yang […]

  • Suasana diskusi publik SEMAINDO Halmahera Barat tentang pengembangan geothermal dan transisi energi rendah karbon di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

    Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menilai bahwa panas bumi merupakan salah satu kekuatan energi strategis yang dimiliki Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara vulkanik memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. “Jika negara di Timur Tengah memiliki minyak sebagai energi utamanya, maka Indonesia memiliki panas bumi sebagai energi khasnya,” ujarnya. Menurut […]

  • Peserta field trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua Ternate mengamati endapan vulkanik.

    Field Trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua: HAGI, IAGI, IAP Dorong Mitigasi Bencana di Ternate

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Sementara di Geosite Foramadiahi, peserta dapat menyaksikan langsung singkapan batuan yang telah berusia 2,7 juta tahun. Berdasarkan fase geologi, batuan ini termasuk dalam kelompok Gamalama Tua, memberikan gambaran tentang sejarah geologis kawasan yang sangat panjang. Taufik, S.T., anggota IAP Malut, menekankan urgensi perencanaan wilayah berbasis mitigasi bencana. “Kota Ternate merupakan daerah yang rawan terhadap bencana […]

expand_less